-
Hokky Caraka bertekad raih emas SEA Games 2025 setelah dicoret pada 2023.
-
Timnas U-22 fokus emas; Hokky Caraka buang target personal di kompetisi.
-
Indonesia U-22 di Grup C SEA Games 2025, memulai laga lawan Singapura 5 Desember.
Suara.com - Penyerang berbakat Timnas Indonesia U-22, Hokky Caraka, memiliki motivasi besar untuk mengukir sejarah di perhelatan SEA Games 2025.
Pemain yang saat ini memperkuat Persita Tangerang di BRI Super League ini membawa misi pribadi untuk menuntaskan ambisi yang tertunda.
Hal ini berkaitan dengan kegagalannya menjadi bagian skuad final peraih medali emas pada SEA Games 2023 di Kamboja dua tahun lalu.
Hokky menjelaskan kepada ANTARA bahwa ini adalah kali kedua ia berada di bawah arahan pelatih kepala, Indra Sjafri.
"Sudah dua kali ini (dilatih Indra Sjafri)," ujar Hokky, mengonfirmasi pengalaman kepelatihan yang sama.
"SEA Games tahun kemarin sama SEA Games sekarang," lanjutnya, merujuk pada keikutsertaannya dalam proses seleksi tim.
Pemain muda tersebut lantas mengisahkan ketidakberuntungan pada edisi sebelumnya.
"Yang SEA Games terakhir iya (bagian dari tim), tapi dicoret," katanya singkat, menyiratkan keputusan yang tidak dapat ia ubah.
Ia menambahkan, "Gak masuk skema barangkali."
Baca Juga: Pernah Dicoret, Hokky Caraka Bertekad Ulang Kejayaan Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025
Meskipun terdapat kisah pahit di masa lalu, fokus Hokky kini tertuju penuh pada perjuangan tim di edisi 2025.
Seluruh elemen Timnas Indonesia U-22, mulai dari pemain hingga staf pendukung, telah menyepakati satu tujuan utama yang harus dicapai.
"Kalau secara tim, teman-teman, ofisial, dan staf, kita dari awal kumpul, kita sudah ada menanamkan target buat timnas," tegas Hokky.
Target tersebut bahkan sudah tertanam kuat sejak awal persiapan, termasuk dalam semangat yang mereka gaungkan.
Ia mengungkapkan, "Dari yel-yel pun kita sudah menanamkan (medali) emasnya sendiri, ya itu jadi pacuan kita di SEA Games."
Kesatuan visi ini menjadi fondasi penting bagi kekuatan mental dan semangat juang seluruh tim.
Hokky Caraka memberikan penilaian positif terhadap perkembangan latihan dan kesiapan timnya menjelang kompetisi regional tersebut.
Salah satu tolok ukur kesiapan terlihat dari dua pertandingan persahabatan melawan timnas Mali.
"Kalau menurut saya pribadi kita di latihan sudah banyak progres ke depan," ujar mantan pemain Timnas U-20 Piala Asia U-20 2023 tersebut.
Kesalahan-kesalahan yang muncul selama pertandingan uji coba telah menjadi materi berharga bagi staf kepelatihan.
Ia menjelaskan, "Terus kesalahan-kesalahan kecil, kesalahan-kesalahan dalam tim yang muncul akibat pertandingan persahabatan lawan Mali kemarin, kita sudah berbenah."
Seluruh kekurangan dan aspek yang perlu diperbaiki sudah dianalisis dan disampaikan oleh jajaran pelatih.
"Kita sudah dikasih beberapa evaluasi dari pelatih," tutupnya, menandakan proses perbaikan yang berkelanjutan.
Bagi seorang striker, menetapkan target individu seperti jumlah gol adalah hal yang lumrah, namun Hokky mengambil sikap yang berbeda.
Ia memilih untuk menyingkirkan ambisi mencetak banyak gol secara pribadi demi kepentingan yang lebih besar.
"Kalau personal (target) sih saya jauh-jauhin aja dulu," ungkap penggemar musik Afrobeat itu.
Prioritas utama Hokky saat ini adalah kesuksesan kolektif, yaitu mempertahankan supremasi medali emas bagi Indonesia.
Ia menekankan, "Karena lebih penting kita bisa dapat (medali) emas dan kita mempertahankan emas."
Sikap ini menunjukkan kematangan mental dan fokus total pada pencapaian tertinggi timnas.
Hokky Caraka optimistis dengan potensi Timnas Indonesia U-22 yang berlaga di SEA Games kali ini.
Menurutnya, kekuatan tim tidak hanya terletak pada komposisi pemain di lapangan.
Ia melihat adanya faktor pendukung krusial di balik layar, yaitu staf pelatih yang mumpuni.
Pelatih Indra Sjafri telah memilih jajaran analis terbaik untuk membantu meningkatkan performa tim.
"Kebetulan di sini ada analis-analis terbaik yang dipilih Coach Indra (Sjafri)," kata Hokky.
Ia juga mengungkapkan bahwa telah terjalin komunikasi dua arah dengan para analis tersebut.
"Dan saya sudah berkomunikasi dengan mereka, hal apa aja yang membuat permainan saya jelek dan membuat permainan saya bagus ke depan," tambahnya.
Timnas Indonesia U-22 akan memulai kompetisi SEA Games 2025 dengan tantangan di Grup C.
Skuad Garuda Muda tergabung bersama tim-tim kuat seperti Singapura, Filipina, dan Myanmar.
Seluruh pertandingan yang melibatkan Timnas Indonesia U-22 dijadwalkan akan berlangsung di Chiangmai, Thailand.
Pertarungan perdana akan dilakoni pada 5 Desember, di mana Indonesia menghadapi timnas Singapura.
Tiga hari berselang, pada 8 Desember, anak asuh Indra Sjafri akan berhadapan dengan Filipina.
Laga terakhir Timnas Indonesia U-22 di babak penyisihan grup adalah melawan Myanmar pada 12 Desember.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
PSSI Teledor! AFC Jatuhkan Denda Rp25 Juta Usai Timnas Indonesia U-23 Berlaga
-
Profil Anthony Lopes, Kiper FC Nantes yang Pura-pura Cedera Demi Rekan Setimnya Berbuka Puasa
-
Ole Romeny Masih Seret Gol, Pilihan Pertama Sebagai Timnas Indonesia Terancam
-
Siapa yang Bakal Jadi Pesepak Bola Pria Terbaik versi PSSI, Ini Kandidatnya
-
Sidang CAS Digelar Hari Ini, Malaysia Terancam Gagal Susul Timnas Indonesia ke Piala Asia 2027
-
Pernah Menang, Victor Osimhen Justru Takut Bertemu Liverpool di 16 Besar Liga Champions
-
JadI Korban Rasis, Benarkah Vinicius Jr Punya Nenek Moyang dari Afrika?
-
Mampukah Calvin Verdonk Bawa Lille Comeback atas Red Star Belgrade?
-
Eks Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era STY Gabung ke Tim Zona Merah Super League
-
Tanpa Pembelaan, Pelatih Dortmund Merasa Pantas Tersingkir dari Liga Champions