- Kondisi Liverpool memburuk, menelan sembilan kekalahan dari dua belas laga terakhir, tertinggal sebelas poin dari pemuncak klasemen.
- Rekrutan termahal Florian Wirtz dikritik karena belum mencetak gol atau assist dalam sebelas laga Premier League.
- Didi Hamann menilai Wirtz harus segera menunjukkan performa terbaiknya sebelum Natal atau menghadapi masa depan yang tidak pasti.
Suara.com - Krisis Liverpool di bawah Arne Slot semakin dalam, dan kini sorotan tajam mengarah kepada salah satu rekrutan termahal musim panas lalu, Florian Wirtz.
Mantan gelandang The Reds, Didi Hamann, menilai Wirtz hanya memiliki waktu hingga Natal atau sekitar satu bulan lagi untuk membuktikan diri, jika tidak, masa depannya di Anfield bisa berakhir cepat.
Liverpool menghabiskan lebih dari £400 juta pada bursa transfer musim panas 2025 untuk membangun ulang skuad juara Premier League.
Namun hasilnya jauh dari harapan. The Reds telah menelan sembilan kekalahan dalam 12 laga terakhir, rangkaian terburuk mereka sejak era 1950-an.
Situasi itu membuat Liverpool terlempar ke papan bawah dan tertinggal 11 poin dari pemuncak klasemen, Arsenal.
Florian Wirtz, yang didatangkan dari Bayer Leverkusen seharga £115 juta, menjadi sorotan utama karena belum memberikan kontribusi berarti.
Dalam 11 laga Premier League, gelandang serang timnas Jerman itu belum mencetak satu gol pun maupun assist.
Wirtz sempat menjadi rekrutan termahal sepanjang sejarah Liverpool sebelum rekor itu dipecahkan oleh pembelian £125 juta Alexander Isak di jendela transfer yang sama.
Namun ekspektasi tinggi berbalik menjadi tekanan menghimpit. Bagi Hamann, performa Wirtz sejauh ini sangat mengecewakan.
Baca Juga: Media Inggris Soroti Presentase Kemenangan Giovanni van Bronckhorst yang Diincar Timnas Indonesia
“Wirtz sudah diberi banyak kesempatan,” kata Hamann dilansir dari Metro.uk
“Selama tiga bulan terakhir, dia bermain bahkan ketika tim tampil buruk. Tapi dia tidak menunjukkan kualitas yang sama seperti saat di Leverkusen.”
Hamann menilai Wirtz tidak tampil natural seperti biasanya dan terlihat sering berpikir berlebihan dalam mengambil keputusan.
Ia juga menyoroti perubahan gaya bermain sang gelandang.
“Dia bekerja terlalu keras ke belakang. Itu patut dihargai, tetapi dia direkrut untuk membuat perbedaan di depan — dan itu belum terjadi.”
Hamann bahkan menyebut bahwa secara mental Wirtz tampak tidak nyaman berada di Premier League.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Sepatu Adidas Diskon 60 Persen di Sports Station, Ada Adidas Stan Smith
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 7 Sabun Muka Mengandung Kolagen untuk Usia 50-an, Bikin Kulit Tetap Kencang
- 15 Merek Ban Mobil Terbaik 2025 Sesuai Kategori Dompet Karyawan hingga Pejabat
Pilihan
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
-
Airbus Umumkan A320 Bermasalah, Kemenhub Sebut 38 Pesawat di RI Kena Dampak
-
Polemik RS dr AK Gani 7 Lantai di BKB, Ahli Cagar Budaya: Pembangunan Bisa Saja Dihentikan
-
KGPH Mangkubumi Akui Minta Maaf ke Tedjowulan Soal Pengukuhan PB XIV Sebelum 40 Hari
Terkini
-
Mikel Arteta Sebut Chelsea Kandidat Juara, Murni Pujian atau Psywar?
-
Jelang Chelsea vs Arsenal, Bukayo Saka Korbankan Posisi demi Noni Madueke
-
Paul Scholes Peringatkan Amorim Tak Bawa Pemain Ini ke Manchester United
-
Erik Ten Hag ke Anfield Bikin Suporter Liverpool Panik, Padahal Faktanya Begini
-
Memanas! Penasihat Timnas Indonesia Bikin Klub Raksasa Eropa Retak dari Dalam
-
Timnas Indonesia Masih Cari Pelatih, Jordi Cruyff Bakal Boyong Jesus Casas?
-
Jay Idzes Cs Dihajar Como! Fabio Grosso Meledak, Kurang Kotor, Kurang Tajam
-
Allano Lima Ungkap Kunci Kemenangan Persija Atas PSIM, The Power of Jakmania
-
Rapor Jay Idzes Usai Sassuolo Tumbang di Markas Como, Kurang Meyakinkan dan Rapuh
-
Here We Go! Kobbie Mainoo Lanjutkan Gelombang Pemain Manchester United ke Napoli