- Pep Guardiola dan Erling Haaland terlibat adu mulut pasca kemenangan dramatis Manchester City 3-2 atas Leeds United.
- Haaland tampil buruk dengan minim kontribusi; City menang berkat gol penentu Phil Foden di waktu tambahan.
- Interaksi tersebut diperkirakan adalah diskusi teknis intensif mengenai evaluasi performa tim dan penyerang tersebut.
Suara.com - Momen tegang terjadi di penghujung laga saat Pep Guardiola dan Erling Haaland terlihat terlibat adu mulut usai kemenangan dramatis Manchester City atas Leeds United. Meski City menutup laga dengan kemenangan 3-2 lewat gol telat Phil Foden.
City sejatinya unggul 2-0 lebih dulu, namun Leeds bangkit dan berhasil menyamakan kedudukan.
Foden menjadi pahlawan lewat gol di masa tambahan waktu yang memastikan tiga poin tetap berada di Etihad Stadium.
Dalam pertandingan ini, Haaland menjalani salah satu penampilan terburuknya musim ini. Ia hanya melepaskan satu tembakan, mencatatkan expected goals (xG) 0,13, tanpa kontribusi gol maupun peluang besar.
Tidak heran jika striker asal Norwegia itu tampak frustrasi saat peluit akhir berbunyi.
Beberapa rekaman memperlihatkan Haaland berbicara sambil menutup mulut, terlihat kesal namun tetap tersenyum tipis.
Guardiola tampak memegang pinggang sang pemain dengan kedua tangan, berusaha tetap menyampaikan pesan penting.
Haaland bahkan tampak ingin meninggalkan percakapan, tetapi sang manajer terus mengikutinya.
Meski tampak panas, interaksi tersebut diperkirakan merupakan diskusi teknis ketimbang perselisihan serius.
Baca Juga: Leverkusen Bikin Kejutan Besar! Manchester City Dibungkam 2-0 di Etihad
Guardiola tidak berhenti mengejar Haaland, bahkan sempat memeluknya di tengah perdebatan sekitar 30 detik tersebut.
Ekspresi sang pelatih menunjukkan keinginan kuat untuk memberi evaluasi terkait performa tim maupun penyerangnya.
City yang mendominasi babak pertama kehilangan ritme ketika Leeds mengubah sistem permainan di babak kedua. Hal itu juga membuat suplai bola untuk Haaland berkurang drastis.
Phil Foden, pencetak gol kemenangan, mengakui pertandingan tersebut sangat sulit bagi City.
“Ini salah satu pertandingan paling liar,” ujar Foden dilansir dari Daily Mail.
“Kami punya kendali penuh di babak pertama. Tapi mereka ubah sistem dan kami kesulitan. Untungnya, saat ada jeda sebentar, manajer kumpulkan kami dan kami bisa beradaptasi.”
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Tak Dapat Maarten Paes, Persib Bandung Incar Kiper Keturunan Lainnya
-
Thom Haye 'Menghilang' dari Latihan Persib Bandung, Ada Apa?
-
Persib Bandung Pinjamkan Rezaldi Hehanussa dan Hamra ke Persik
-
Inggris Tak Butuh Bintang? Ini yang Dibutuhkan Tuchel untuk Bawa Three Lions Juara Piala Dunia 2026
-
Beda Jauh Antara Hansi Flick dengan Alvaro Arbeloa Usai Hasil Beda di Copa del Rey
-
Alaeddine Ajaraie Top Skor Liga India Mau Bantu Persija Jakarta Juara
-
Pemain Keturunan Indonesia Dihukum Penjara di Turki, Begini Kata Fenerbahce
-
Riak-riak Kecil di Internal Arsenal, Declan Rice Kedapatan Ribut dengan Tangan Kanan Arteta
-
Jadwal Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Skuad Garuda Kebagian Jamu Vietnam
-
Tatap Old Trafford di Derby Manchester, Pep Guardiola Bawa Skuat Lebih Segar dan Bertenaga