- Mohamed Salah mengungkapkan ketidakpuasan mengenai perlakuan klub dan hubungannya dengan Arne Slot usai laga kontra Leeds.
- Jamie Carragher mengkritik keras wawancara Salah yang dianggap terencana dan sengaja dilakukan saat situasi klub sedang terpuruk.
- Carragher menilai ego Salah merugikan tim, membandingkannya dengan pemain bintang lain yang tetap membutuhkan dukungan kolektif.
Suara.com - Situasi Liverpool memanas setelah Mohamed Salah melontarkan wawancara kontroversial usai laga melawan Leeds United akhir pekan lalu.
Salah menuding klub telah menyingkirkannya, ia juga mengaku tak lagi punya hubungan dengan Arne Slot. Pemain asal Mesir itu juga merasa diperlakukan tidak adil karena kembali duduk di bangku cadangan.
Pernyataan itu langsung memicu kemarahan legenda Liverpool, Jamie Carragher. Ia menyebut tindakan Salah sangat memalukan. Carragher menyebut bahwa Salah dengan sengaja menunggu waktu terburuk untuk menyerang klub.
“Saya pikir itu memalukan. Ia tahu apa yang ia lakukan,” ujar Carragher dilansir dari Mailonline.
“Salah hanya empat kali berhenti di mixed zone selama delapan tahun. Itu selalu terencana dengan agen untuk memberikan dampak maksimal—dan kali ini, untuk membuat situasi klub makin kacau.”
Carragher menilai wawancara itu bukan luapan emosi spontan, melainkan langkah yang sengaja dipersiapkan. Menurutnya, Salah memilih momen setelah Liverpool kebobolan gol telat dan meraih hasil buruk agar kritiknya terasa lebih menghantam.
“Liverpool sedang terpuruk. Para suporter frustrasi, klub berada dalam tekanan, dan ia memilih waktu itu untuk menyerang manajer. Seolah ingin Slot digulingkan,” imbuhnya.
Tak hanya itu, Carragher juga menyoroti sisi ego Salah yang menurutnya justru merugikan tim di situasi sulit.
Ia membandingkan sang bintang dengan nama besar lain seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang memang punya ego tinggi, namun tetap membutuhkan tim untuk meraih sukses.
Baca Juga: Liverpool Resmi Coret Mohamed Salah, Klub Arab Saudi Semringah
“Sebelum datang ke Liverpool, ia dikenal sebagai pemain yang gagal di Chelsea. Ia juga belum pernah membawa Mesir juara Piala Afrika. Itu bukti bahwa pemain sehebat apa pun tidak bisa sendirian,” ujar Carragher.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Liverpool Resmi Coret Mohamed Salah, Klub Arab Saudi Semringah
-
Rapor Pemain Manchester United Usai Hajar Wolves, Bruno Fernandes Dapat Nilai Sempurna
-
Imbas Bongkar Aib Internal Liverpool, Arne Slot Coret Mohamed Salah dari Skuad Liga Champions
-
Wayne Rooney Sebut Salah Tak Hormati Liverpool, Desak Arne Slot Ambil Tindakan Tegas
-
Mohamed Salah Marah Besar, Merasa Dikhianati Liverpool
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
Shin Tae-yong Merapat ke Persija, Erick Thohir Ucap Dua Kata Singgung Kualitas
-
Hasil Timnas Indonesia vs Mozambik: Skuad Garuda Susah Payah Raih Kemenangan
-
Timnas Indonesia Ungguli Mozambik di Babak Pertama, Ole Romeny Cetak Gol Indah
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Timnas Indonesia Putri Ditahan Kamboja, Gagal Raih Kemenangan di Garuda Championship Series 2026
-
Jadwal Persib Bandung dan Borneo FC di ASEAN Club Championship 2026/2027
-
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Piala AFF U-19 2026: Australia Vs Kamboja, Duel Penentu Calon Lawan Timnas Indonesia U-19
-
Kalkulasi Poin FIFA Jika Timnas Indonesia Berhasil Kalahkan Mozambik di FIFA Matchday
-
Argentina Bidik Back-to-Back Piala Dunia 2026: Antara Warisan Lionel Messi dan Ujian Realitas