- Aurelien Tchouameni membela Xabi Alonso dari tekanan pemecatan menjelang laga krusial Liga Champions kontra Manchester City.
- Pemain Real Madrid itu menyatakan tanggung jawab kekalahan 0-2 dari Celta Vigo berada di tangan para pemain, bukan pelatih.
- Tchouameni menekankan pentingnya laga melawan City sebagai kesempatan untuk memperbaiki performa tim dan menunjukkan solidaritas.
Suara.com - Gelandang Real Madrid Aurelien Tchouameni pasang badan bagi Xabi Alonso di tengah tekanan besar yang menuntutnya untuk dipecat.
Tekanan besar kepada Xabi Alonso makin besar jelang pertandingan Liga Champions antara Real Madrid dan Manchester City.
Gelandang Prancis itu menegaskan bahwa kekalahan memalukan 0-2 dari Celta Vigo pada akhir pekan lalu sepenuhnya menjadi tanggung jawab para pemain, bukan manajer.
Madrid tengah berada dalam sorotan tajam seusai hasil negatif di Santiago Bernabeu.
Posisi Alonso dikabarkan mulai goyah, dan laga melawan tim asuhan Pep Guardiola disebut-sebut akan menentukan masa depannya.
Namun Tchouameni memilih bicara lantang untuk membela pelatihnya.
“Melawan Celta, pelatih sudah menyiapkan rencana yang baik. Tetapi kami, para pemain, yang berada di lapangan. Kalau kami kalah 0-2, berarti ada masalah pada performa kami, kurang intensitas, kurang agresif. Itu bukan salah pelatih,” tegasnya seperti dilansir dari AS.
Tchouameni juga menegaskan bahwa hubungan tim dengan Xabi Alonso tetap solid, dan tidak ada masalah internal seperti yang ramai diberitakan.
“Kami semua berada dalam situasi ini bersama-sama. Kalau ingin menang, kami harus bertarung sebagai satu tim bersama pelatih, bersama pemain. Kami yang ada di lapangan, dan kami harus melakukan yang lebih baik,” ujarnya.
Baca Juga: Prediksi Skor Real Madrid vs Manchester City: Adu Taktik Xabi Alonso Kontra Guardiola
Ia menambahkan bahwa laga kontra Manchester City menjadi kesempatan penting untuk mengubah momentum.
“Besok kami punya peluang untuk mengubah dinamika. Kami harus lebih baik.”
Real Madrid disebut kehilangan karakter bertahan dan keagresifan yang selama ini menjadi ciri khas mereka. Minimnya pressing dan lemahnya intensitas menjadi sorotan, bahkan oleh Carlo Ancelotti pada musim sebelumnya.
“Kami harus meningkatkan pressing. Kami ingin menekan tinggi sejak awal. Kadang kami melakukannya dengan baik, tapi kadang sangat buruk. Itu harus diperbaiki supaya kami bisa merebut bola lebih cepat,” katanya.
“Kalau kami tidak menang, artinya kami harus melakukan banyak hal dengan lebih baik, bertahan lebih baik, menyerang lebih baik. Yang terjadi sekarang tidak bisa diterima.” tegas pemain asal Prancis tersebut.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
-
Prediksi Skor Real Madrid vs Manchester City: Adu Taktik Xabi Alonso Kontra Guardiola
-
Real Madrid Kalah dari Manchester City? Xabi Alonso Bakal Diganti Jurgen Klopp
-
Liverpool Resmi Coret Mohamed Salah, Klub Arab Saudi Semringah
-
Imbas Bongkar Aib Internal Liverpool, Arne Slot Coret Mohamed Salah dari Skuad Liga Champions
-
Xabi Alonso Murka Usai Real Madrid Dihajar Celta Vigo, Wasit Jadi Kambing Hitam
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
97 dari 104 Pertandingan Piala Dunia 2026 Akan Dilanda Cuaca Panas, Rusak Tempo Bermain
-
Uji Ketajaman 15 Menit Awal, Timnas Indonesia Tantang Kekokohan Pertahanan Mozambik
-
Tinggalkan 'Parkir Bus', Shin Tae-yong Ingin Persija Jakarta Tampil Ofensif di Super League
-
Skandal Prancis Jelang Piala Dunia 2026: Nama Mbappe Diduga Dijual ke Rumah Judi
-
10 Pertandingan Fase Grup Piala Dunia 2026 yang Wajib Ditonton: dari Brasil, Prancis, hingga Jepang
-
Doa Mengiringi Timnas Paraguay: Pesawat 'Dibaptis' Menuju Piala Dunia 2026
-
Naik Bus Sekolah, Pulang Bawa 4 Gol: Curacao Bikin Heboh Jelang Piala Dunia 2026
-
Misi 'El Tri' Usir Kutukan 40 Tahun: Bedah Kekuatan Meksiko Sang Tuan Rumah Piala Dunia 2026
-
Calon Lawan Timnas Indonesia U-19 di Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Thailand Hajar Malaysia
-
Tiket Mahal? Central Park Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Gratis!