- Pep Guardiola melontarkan pernyataan unik tentang Xabi Alonso menjelang laga krusial Real Madrid vs Manchester City.
- Guardiola menekankan bahwa melatih Madrid dan Barcelona merupakan pekerjaan tersulit karena tekanan selalu bergantung hasil.
- Pelatih City tersebut menyoroti bahwa hierarki internal klub sangat menentukan kekuasaan pelatih atau pemain.
Suara.com - Menjelang bigmatch Liga Champions antara Real Madrid vs Manchester City, Santiago Bernabeu, Kamis (11/12) dinihari WIB, Pep Guardiola dalam konfrensi pers jelang pertandingan kirim psy war untuk Xabi Alonso.
Saat ditanya oleh awak media, Guardiola malah mengeluarkan pernyataan nyeleneh untuk Xabi Alonso. Guardiola ditanya sarannya untuk Xabi Alonso di tengah situasi tak kondusif Real Madrdi.
Pelatih Manchester City itu malah menjawabnya dengan pernyataan cukup nyeleneh.
"Biarkan dia buang air dengan caranya sendiri. Karena dia bukan orang yang sempurna atau menghasilkan sesuatu yang wangi, justru itu akan membuatnya berhasil.” kata Guardiola seperti dilansir dari Mundo Deportivo.
Komentar Guardiola tak berhenti di situ. Ia juga menyinggung tekanan besar yang mengiringi jabatan pelatih di klub raksasa seperti Madrid dan Barcelona.
“Barcelona dan Real Madrid adalah klub paling sulit dilatih. Tekanannya luar biasa, semuanya bergantung pada menang atau tidak. Xabi sedang menjalani musim yang rumit, tapi saya tahu dia mampu mengatasinya,” ujar Pep.
Terkait anggapan bahwa Madrid musim ini sedang rentan, Guardiola menepisnya tegas.
“Itu pendapat publik di luar klub. Saya tidak setuju,” katanya.
Guardiola juga menyinggung soal kekuatan internal dalam klub yang sering kali menentukan nasib pelatih.
Baca Juga: Liverpool Menang Tanpa Salah, Arne Slot Buka Peluang Berdamai
“Pada akhirnya hierarki adalah kekuasaan. Kalau manajemen memberi kekuatan pada pelatih, ia yang memilikinya. Jika pada pemain, ya pemain yang memegangnya.”
Guardiola juga menyinggung musim lalu ketika City menghadapi Madrid dalam kondisi timpang.
Menurutnya, situasi tahun ini berbeda. City datang dengan skuad lebih lengkap dan momentum lebih stabil.
“Sekarang kami punya pemain yang bisa membuat perbedaan. Di Eropa, pada titik tertentu kamu harus membuktikan diri. Dan Bernabéu adalah tempat terbaik untuk menguji diri.”
Ketika ditanya apakah masa depan Xabi Alonso di Madrid bergantung pada hasil melawan City, Guardiola menghindar.
“Saya tidak tahu. Saya jauh dari sini dan tidak hidup dalam dinamika Madrid sehari-hari,” jawabnya.
Berita Terkait
-
Liverpool Menang Tanpa Salah, Arne Slot Buka Peluang Berdamai
-
Menang Kontroversial Atas Inter Milan, Fabio Capello Sebut Penalti Liverpool Skandal
-
Bukan Hanya Barcelona, 5 Tim yang Tampil Ganas di Liga Champions Semalam
-
Daftar Top Skor Liga Champions: Harry Kane Gagal Beri Ancaman Kylian Mbappe
-
Kata-kata Cristian Chivu Usai Inter Milan Dihajar Liverpool, Singgung Wasit dan VAR
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Skuad Timnas Indonesia Belum Diumumkan, John Herdman Sudah Coret Satu Pemain
-
MLSC Samarinda Ramai Peminat, Borneo FC Segera Buka Akademi Sepak Bola Putri
-
Eliano Reijnders Menghilang di Latihan Persib, Bojan Hodak Buka Suara
-
Jelang Undian Grup Piala Asia 2027: Thailand Kasih Isyarat Takut Timnas Indonesia
-
Pembuktian Sang Mantan! Cahya Supriadi Dipuji Pelatih PSIM usai Bikin Frustrasi Persija
-
Jadwal Super League Pekan ke-30: Laga Krusial Perburuan Gelar Persib dan Borneo FC
-
Disepelekan dalam Perburuan Juara, Pelatih Borneo FC: Kami Bukan Tim Musiman
-
Thom Haye hingga Marc Klok Latihan Terpisah Jelang Persib vs Bhayangkara FC, Kenapa?
-
Persija Tumpul Lawan PSIM, Mauricio Souza Kritik Penyelesaian Akhir Timnya
-
Persib Mandul Lawan Arema FC, Bojan Hodak Nyinyir 'Puji' Kiper Lawan