-
Indonesia wajib menang minimal selisih tiga gol agar lolos semifinal SEA Games.
-
Kemenangan dua gol hanya cukup jika Indonesia unggul jauh produktivitas gol.
-
Poin kedisiplinan menjadi penentu jika selisih gol sama dengan Malaysia.
Suara.com - Skuad Garuda Muda, Timnas Indonesia U-22, masih menyimpan harapan tipis untuk mengamankan satu tempat di babak semifinal SEA Games 2025.
Mereka harus berjuang keras di laga terakhir Grup A melawan Myanmar, sambil mempertimbangkan ketatnya persaingan sebagai runner-up terbaik.
Tiga tempat di semifinal telah dikunci oleh Thailand, Vietnam, dan Filipina, yang sukses menjadi juara di grup masing-masing.
Kini, fokus persaingan tersisa pada satu slot yang diperebutkan oleh tiga negara: Indonesia, Myanmar, dan Malaysia.
Penentu kelolosan ini akan sangat bergantung pada hasil pertemuan krusial antara Indonesia dan Myanmar, sementara Malaysia hanya bisa menunggu dengan cemas.
Posisi Indonesia dan Myanmar saat ini sama-sama belum mengumpulkan poin, dengan Indonesia mencatatkan selisih gol 0-1, dan Myanmar 0-2.
Sebaliknya, Malaysia berada di posisi yang lebih unggul dengan perolehan tiga poin dan selisih gol plus satu (+1), hasil dari 4 gol memasukkan dan 3 gol kebobolan.
Dengan kondisi ini, Timnas Indonesia U-23 diwajibkan untuk meraih kemenangan telak dengan selisih minimal tiga gol agar dapat melampaui catatan positif selisih gol Malaysia.
Kemenangan selisih tiga gol akan langsung mengatrol selisih gol Indonesia menjadi plus dua (+2), secara otomatis mengungguli selisih gol Malaysia yang hanya plus satu (+1).
Baca Juga: Cedera ACL Masih Membekas, Lalu Muhammad Zohri Persembahkan Medali Perak di SEA Games 2025
Ada kemungkinan bagi Indonesia untuk lolos ke babak selanjutnya hanya dengan keunggulan dua gol, tetapi ini terbilang sulit untuk direalisasikan.
Syaratnya adalah Indonesia harus mampu mencetak gol jauh lebih banyak, melebihi total gol yang sudah dicatatkan oleh Malaysia saat ini.
Timnas Indonesia baru bisa melangkah ke semifinal dengan keunggulan dua gol apabila berhasil mencetak minimal lima gol atau lebih ke gawang Myanmar.
Contoh situasi yang memungkinkan adalah jika Indonesia menang dengan skor 5-3, 6-4, atau 7-5.
Jika Indonesia menang 5-3, perolehan selisih gol Indonesia akan menjadi 5-4, yang membuat Indonesia unggul dalam aspek produktivitas gol dari Malaysia dengan selisih gol 4-3.
Namun, kemenangan tipis seperti 2-0 atau 3-1 dipastikan akan membuat langkah Indonesia terhenti di fase grup.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal
-
Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
-
Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9
-
Review Unerd Beat Tempo, Sepatu Lari Rp500 Ribuan Cocok Buat Interval dan Tempo Run
-
Gempa Flores, Ratusan Paket Bantuan Darurat Disalurkan ke Lima Titik Pengungsian
-
Pantai Viral di Tengah Kota Palembang, One Ilir Beach Ramai Didatangi Warga saat Kemarau
-
Cara Top up Pulsa di BRImo Agar Dapat Cashback Spesial 17 Agustus
-
Diskon Khusus 17 Agustus di Kopi Kenangan, Nasabah BRI Merapat!