-
Asnawi membantah keras klaim Arya Sinulingga soal kapten Timnas melawan China.
-
Penunjukan kapten sudah didiskusikan dengan Shin Tae-yong dan pemain.
-
Asnawi meminta PSSI fokus perbaikan alih-alih membahas isu lama.
Asnawi bahkan secara langsung menyebut akun penerjemah Shin Tae-yong, Jeong Seok-seo, yang akrab disapa Jeje, melalui unggahan media sosial pribadinya.
Kapten timnas di banyak pertandingan itu meminta Jeje untuk memberikan penjelasan yang valid agar Arya Sinulingga memahami situasi sebenarnya dan tidak menyampaikan informasi tanpa dasar.
"Ini asal ngomong atau gimana ya? @jeongseokseo coba jelasin Je gimana biar bapak ini ngerti gimana," tulis Asnawi Mangkualam di Instagram Story-nya.
Bantahan Keras dan Permintaan Bukti
Mantan penggawa Ansan Greeners ini juga menyayangkan pihak yang tidak berada di lokasi kejadian namun berani memberikan pernyataan seolah-olah mengetahui kebenaran.
Oleh karena itu, Asnawi menuntut Arya untuk menyebutkan secara gamblang sumber informasinya agar isu ini tidak menjadi spekulasi yang tidak berdasar di tengah publik.
"Tidak ada di lokasi tapi klarifikasi seakan-akan benar adanya. Coba di publik siapa yang memberitahu bapak perihal kapten itu. Apakah pelatih, pemain atau ofisial? tolong sampaikan, biar nggak jadi bola liar di publik," tegas Asnawi Mangkualam.
Tak berhenti di situ, pemain berusia 26 tahun ini secara eksplisit membantah klaim Arya Sinulingga dan memaparkan fakta yang sebenarnya terjadi.
Asnawi menjelaskan bahwa ia sempat memiliki keinginan untuk menyerahkan ban kapten kepada rekan setimnya karena merasa ada pemain lain yang lebih pantas.
Baca Juga: Asnawi Mangkualam Hadiri Ultah Yuriska Patricia, Warganet: Go Public?
Bahkan ia mengungkapkan adanya pertemuan dengan Shin Tae-yong bersama beberapa pemain kunci, seperti Jay Idzes, Sandy Walsh, Thom Haye, dan Rizky Ridho, untuk menentukan siapa yang akan menjadi kapten utama dan wakil kapten.
Fakta Sebenarnya Mengenai Penunjukan Kapten
Ia memulai klarifikasinya, "Saya hanya ingin klarifikasi tentang kapten. Sudah terlalu lama masalah ini di diamkan. Dan menjadi bola liar di publik. Sedikit penjelasan masalah kapten, saya pribadi sudah lama berniat untuk memberikan kapten itu ke pemain lain bahkan sebelum Piala Asia,".
Asnawi Mangkualam juga menceritakan usahanya, "Saya pribadi berbicara ke coach Nova untuk diberikan ke Jordi. Tapi ketika itu coach Nova bilang kamu yang masih dipercaya coach Shin, dan berlanjut lagi saya masih berusaha untuk memberikan ke pemain lain lagi yaitu Jay dari sebelum melawan Australia di GBK."
Ia merincikan pertemuan penting tersebut, "Waktu itu setelah makan malam saya mengajak Jay, Sandy, Thom, dan Risho untuk membahas soal kapten ini ke pelatih siapa first kapten dan vice. Ketika itu coach Shin tetap mempercayakan first kapten ke saya dan Jay sebagai Vice."
Mantan pemain PSM Makassar ini menekankan bahwa semua pemain yang disebutkannya, termasuk Sandy Walsh dan Rizky Ridho, mengetahui bahwa dirinya tetap dipercaya sebagai kapten utama.
Dengan demikian, ia membantah adanya perubahan kapten menjelang laga melawan China, karena ia yang bermain dan ketentuan kapten berlaku saat kapten utama berada di lapangan.
Ban kapten baru akan digunakan oleh Jay Idzes sebagai wakil kapten apabila Asnawi berada di bangku cadangan.
Walaupun mekanisme ini sebenarnya sederhana dalam dunia sepak bola, Asnawi merasa perlu memberikan penjelasan rinci karena polemik terus berlarut.
Fokus pada Perbaikan, Bukan Isu Lama
Asnawi menegaskan kembali mekanisme tersebut, "Dan di sini jelas dan bisa ditanyakan juga ke semua pemain yang saya sebutkan di atas. Saya rasa masalah ini jika paham bola tidak perlu di bahas karena memang jelas alurnya seperti itu. Ketika first kapten bermain tetap akan memakai ban kapten, tetapi jika tidak bermain diberikan ke vice kapten,".
Merasa terus dipojokkan, Asnawi merasa terpaksa memberikan klarifikasi kepada publik demi menghentikan isu yang tidak berdasar.
Ia juga menyarankan PSSI untuk lebih berfokus pada evaluasi dan perbaikan di masa depan, daripada terus mengungkit masalah yang sudah berlalu.
Asnawi mempertanyakan, "Tapi kenapa seakan-akan saya selalu disudutkan di permasalahan ini, dan kenapa juga sampai saat ini masih membahas pertandingan ketika melawan China, sedangkan yang harus dilakukan bukan membahas yang sudah berlalu, tapu memperbaiki ke depannya,".
Meskipun telah memberikan klarifikasi menyeluruh, Asnawi Mangkualam masih penasaran siapa yang memberikan informasi keliru kepada Arya Sinulingga mengenai penunjukan Jay Idzes sebagai kapten utama saat melawan China.
Ia menutup dengan menjelaskan motivasinya dalam isu penyerahan ban kapten, yaitu karena ia sempat merasa performanya menurun.
Asnawi Mangkualam menyampaikan pertanyaan sekaligus penjelasan, "Kalau memang perkataan bapak itu benar. Jay sudah ditentukan sebagai first kapten melawan China please let me know who telling you?".
Ia mengakhiri klarifikasi dengan kerendahan hati, "Jika saya diberikan kepercayaan saya bangga. Tapi ketika diberikan yang jauh lebih baik saya ikhlas, dan itu sudah lama saya berniat untuk memberikan ke yang lain. Alasan saya ingin memberikan ke yang lain karena that time saya rasa performa saya menurun dan ada yang lebih pantas,".
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Unai Simon di Ambang Rekor Piala Dunia, Tiki-Taka Spanyol Jadi Kunci Tak Kebobolan
-
Mustahil Diselesaikan dalam 4 Hari! Tuchel Bongkar Masalah Inggris Jelang Lawan Meksiko
-
Sorot Mata dan Gestur Badan Rayan Cherki Picu Spekulasi Keretakan di Timnas Prancis
-
Kegagalan di Piala Dunia 2026 Berubah Jadi Krisis di Korsel, Pemerintah Turun Tangan
-
Transfer Ban FIFA Tak Mempan? Persib Diam-Diam Rekrut Pemain Baru
-
3 Fakta Menarik Jelang Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Reuni Emosional Vladimir Petkovic
-
Tantang Pemain Diaspora! Rayhan Hannan Siap Buktikan Diri di Era Shin Tae-yong
-
Kapan Persib Umumkan Perekrutan Sandy Walsh? Buriram United Kasih Kode Seperti Ini
-
Moussa Niakhate Menyesali Detail Kecil yang Menghancurkan Mimpi Senegal di Piala Dunia 2026
-
Harry Kane Tempel Lionel Messi di Daftar Top Skor Piala Dunia 2026