-
Gladbach kalah 1-3 dari Wolfsburg, rekor positif mereka terhenti.
-
Pelatih Polanski kritik tajam performa tim, soroti kesalahan Kevin Diks.
-
Kiper Nicolas tegaskan tim kurang percaya diri dan terlalu banyak blunder.
Polanski menambahkan bahwa gol cepat yang bersarang di awal laga memberikan dampak psikologis yang signifikan pada para pemain.
"Gol cepat yang kami terima berdampak besar, dan itu adalah sesuatu yang seharusnya tidak kami biarkan terjadi," jelasnya dikutip dari situs resmi klub.
Secara khusus, Polanski menyoroti dua gol terakhir Wolfsburg yang murni berawal dari keteledoran dan kesalahan elementer pemain belakang.
Gol penutup yang dicetak Wilmer menjadi sorotan utama, di mana Kevin Diks dianggap sebagai aktor utama di balik terciptanya gol tersebut.
"Sebaliknya, kami malah memberi mereka gol kedua dan ketiga. Itu adalah sesuatu yang tidak bisa kami izinkan terjadi di Bundesliga," sambungnya.
Meskipun mengakui adanya faktor ketidakberuntungan, Polanski secara tegas menyatakan bahwa kesalahan terbesar terletak pada performa timnya sendiri.
Ia juga tidak lupa memberikan apresiasi terhadap taktik cerdas yang diperagakan oleh Wolfsburg dalam memanfaatkan setiap kesempatan yang ada.
"Kami mencoba membalikkan keadaan di babak kedua. Namun, Wolfsburg bermain cerdik, dan kami beruntung beberapa kali karena tidak kebobolan gol keempat," ujarnya.
Beberapa peluang emas Gladbach yang hanya membentur tiang gawang juga dianggap sebagai salah satu faktor yang menyertai kekalahan.
Baca Juga: Kevin Diks Ajak Timnas Indonesia Bangkit usai Gagal ke Piala Dunia 2026
"Pada akhirnya, kesalahan atas kekalahan ini ada pada kami dan kami harus menerimanya," pungkas Polanski.
Penampilan buruk lini pertahanan Gladbach turut menjadi perhatian dari kiper utama, Moritz Nicolas.
Nicolas secara terbuka melontarkan kritik keras kepada para pemain belakang yang dinilainya kurang sigap dan ceroboh.
Ia menyoroti banyaknya blunder di babak pertama yang secara langsung memicu lahirnya gol-gol dari tim lawan.
“Terlalu banyak kesalahan yang kami lakukan pada babak pertama,” ucap sang kiper, Moritz Nicolas.
Lebih lanjut, Nicolas menggarisbawahi adanya masalah mentalitas dan kurangnya rasa percaya diri di dalam skuad Gladbach.
Rekan-rekannya dianggap terlalu mudah kebobolan dan kurang memiliki keyakinan untuk bisa membalikkan keadaan.
“Kami kurang percaya diri dan terlalu mudah kebobolan. Kami pantas tertinggal saat itu," jelasnya, menyoroti buruknya kondisi mental tim.
Kekalahan ini menjadi sinyal keras bagi Gladbach untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya di lini pertahanan dan aspek mental.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Kenapa Sepatu Pink Mendominasi Piala Dunia 2026? Ternyata Bukan Sekadar Tren
-
Ancaman Penyakit Menular di Piala Dunia 2026: Dari Campak hingga Ebola
-
Lebih dari 14 Asprov Dipimpin Plt, Tata Kelola PSSI Jadi Sorotan
-
Belanda Gagal Menang di Laga Perdana Piala Dunia 2026, Virgil van Dijk Kritik Aturan Baru FIFA
-
Deschamps: Prancis Bukan Favorit, Spanyol yang Bakal Juara Piala Dunia 2026
-
Tinggalkan AS, Winger Timnas Indonesia Adrian Wibowo Resmi Hijrah ke Eropa
-
Selebrasi Pistol Mohammad Mohebi di Piala Dunia 2026 Tuai Kontroversi, FIFA Didesak Bertindak
-
Paraguay Dibantai AS, Si Bulldog Menyalak Nyaring Sebut Gustavo Alfaro Cuma Jago Ngomong
-
Momen Emosional Lionel Scaloni Jelang Laga Perdana Argentina di Piala Dunia 2026
-
Pernah Dibikin Malu Shin Tae-yong, Herve Renard Dikabarkan Jadi Pelatih Tunisia