-
PSSI wajibkan pelatih baru Timnas senior melakukan transfer ilmu kepada asisten pelatih lokal.
-
Kesuksesan Nova Arianto bersama STY menjadi tolok ukur utama bagi program regenerasi pelatih.
-
Minimal dua pelatih lokal akan dilibatkan dalam staf kepelatihan senior untuk meningkatkan kualitas.
Sumardji menjelaskan bahwa asisten lokal harus mendapatkan akses penuh terhadap metodologi kepelatihan pelatih utama.
"Hal terpenting yang perlu saya sampaikan, pelatih yang terpilih nanti hal utamanya harus mau menerima asisten-asisten dari lokal untuk bergabung secara bersama-sama. Contohnya sama, coach Nova, dari nol. Awalnya sama, kita minta STY ada pelatih lokal yang ikut di tim," tambah dia.
Integrasi ini memungkinkan pelatih Indonesia menyerap ilmu langsung dari praktisi sepak bola kelas dunia.
Tanpa adanya sistem pendampingan seperti ini, perkembangan kualitas pelatih dalam negeri akan terhambat.
Oleh karena itu, setiap pelatih baru harus setuju untuk melibatkan minimal dua asisten dari Indonesia.
Hasil dari sistem transfer ilmu tersebut kini mulai membuahkan hasil manis di berbagai level umur.
Nova Arianto berhasil mengantarkan Timnas U-17 lolos ke ajang bergengsi Piala Dunia U-17 2025.
Bahkan di turnamen tersebut, tim asuhannya mencatatkan sejarah dengan meraih kemenangan perdana bagi Indonesia.
Berkat tangan dinginnya, kini ia dipercaya untuk menakhodai Timnas U-20 menuju Piala Dunia 2027.
Baca Juga: Halo Pak Erick Thohir, Timnas Indonesia Kenapa Sih?
Sumardji memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan konsistensi yang ditunjukkan oleh asisten STY tersebut.
Pihak otoritas sepak bola Indonesia sangat optimistis dengan kemajuan karier para pelatih lokal saat ini.
"Alhamdulillah ada hasilnya. Mudah-mudahan coach Nova juga ke depannya tidak turun performanya dalam melatih," kata Sumardji.
Target utama PSSI adalah memastikan keberlanjutan prestasi melalui tenaga ahli yang memahami karakteristik pemain Indonesia.
Ilmu dari pelatih dengan rekam jejak mentereng di level global harus dapat didistribusikan secara merata.
"Ini penting sekali, karena kalau tidak ada keterwakilan, transfer ilmu itu juga tidak jalan. Karena ini hal yang penting, perlu saya sampaikan bahwa supaya ada keterwakilan," jelas Sumardji.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Jadwal Lengkap BRI Super League Pekan 31: Persib Tantang PSIM, Persija Dijamu Persijap
-
Bhayangkara FC Tak Terima! Fadly Alberto Dihukum 3 Tahun, Klub Resmi Banding ke PSSI
-
Marc Klok: Ini Mentalitas Juara
-
Bojan Hodak Akui Persib Bandung Salah Start Meski Menang 4-2 atas Bhayangkara FC
-
Tak Cuma Fadly Alberto Hengga, Inilah Daftar Pemain Bhayangkara FC U-20 yang Disanksi PSSI
-
Nuno Espirito Santo Ungkap Persaingan Degradasi Premier League Sengit
-
Arne Slot Lega Cedera Mohamed Salah Tak Parah, tapi Absen Lawan Manchester United
-
Manchester United Masih Kaji Opsi Pelatih, Michael Carrick Jadi Kandidat Terkuat
-
Mason Greenwood Dianggap Terlalu Bagus untuk Marseille, Disarankan Hengkang
-
Kevin Diks hingga Ole Romeny Boleh Tampil, Timnas Indonesia Auto Juara FIFA ASEAN Cup 2026?