-
John Herdman menjadi kandidat terkuat pelatih Timnas Indonesia menggantikan posisi kosong Patrick Kluivert.
-
Pelatih asal Inggris ini memiliki reputasi membawa tim nasional Kanada lolos Piala Dunia.
-
Herdman unggul pengalaman internasional dibandingkan kandidat lain seperti sosok Giovanni van Bronckhorst sekarang.
Sentuhan magis Herdman berlanjut dengan raihan dua medali perunggu pada ajang Olimpiade 2012 dan 2016.
Berkat konsistensinya tersebut ia kemudian mendapatkan promosi untuk melatih tim putra nasional Kanada pada 2018.
Di bawah arahannya tim berjuluk The Canucks tersebut berhasil mencatatkan sejarah luar biasa di kancah global.
Kanada akhirnya mampu kembali menginjakkan kaki di panggung tertinggi sepak bola yakni Piala Dunia 2022.
Pencapaian ini sangat emosional karena negara tersebut sudah menunggu sangat lama untuk bisa tampil kembali.
Sebelum dipimpin Herdman terakhir kali Kanada mencicipi atmosfer turnamen empat tahunan itu pada tahun 1986.
Hal ini berarti Herdman mengakhiri puasa tampil di ajang dunia yang sudah berlangsung selama 36 tahun.
Namun perjuangan Alphonso Davies dan rekan-rekannya di Qatar harus terbentur dinding yang sangat tebal sekali.
Mereka harus terjepit dalam persaingan ketat di Grup F yang dihuni oleh tim-tim raksasa dunia lainnya.
Baca Juga: Kumpulan Prestasi John Herdman, Sudah Lebih dari Layak Jadi Pelatih Timnas Indonesia
Lawan yang harus mereka hadapi adalah kekuatan besar seperti Maroko serta Kroasia dan juga tim Belgia.
Sayangnya perjalanan Herdman bersama tim putra Kanada di turnamen tersebut berakhir dengan hasil yang cukup pahit.
Skuad asuhannya gagal meraih satu poin pun setelah melewati tiga pertandingan di fase penyisihan grup tersebut.
Mereka harus menerima kenyataan pahit dengan menelan kekalahan beruntun dalam setiap laga yang dimainkan di sana.
Hasil minor tersebut memaksa mereka mengakhiri turnamen dengan status sebagai juru kunci di klasemen akhir grup.
Pasca kegagalan di Qatar ia memilih mundur dari posisi pelatih tim nasional pada bulan Oktober tahun 2023.
Setelah petualangan internasional tersebut selesai ia memilih untuk bergabung dengan klub di liga Amerika Serikat.
Tercatat ia mengabdi di salah satu klub peserta kompetisi MLS hingga bulan November pada tahun 2024 lalu.
Walaupun sempat mendapatkan hasil kurang memuaskan di Qatar kualitas Herdman tetap dianggap sangat mumpuni bagi Indonesia.
Pengalamannya yang sangat luas dalam menangani struktur tim nasional menjadi nilai tambah yang sangat krusial sekali.
Keahliannya dalam membangun fondasi tim nasional dari awal sudah teruji di dua negara yang berbeda sebelumnya.
Situasi ini memberikan keunggulan tersendiri bagi Herdman jika dibandingkan dengan calon lain yang muncul ke publik.
Salah satu nama yang juga sering disebut-sebut oleh penggemar sepak bola adalah sosok Giovanni van Bronckhorst.
Namun jika melihat data yang ada Gio sapaan akrabnya masih memiliki satu kekurangan yang sangat mendasar.
Hingga detik ini sosok keturunan Maluku tersebut tercatat sama sekali belum pernah melatih tim nasional negara manapun.
Hal ini berbanding terbalik dengan Herdman yang sudah kenyang pengalaman menghadapi tekanan di level internasional antarnegara.
Publik sepak bola tanah air kini menanti keputusan resmi dari PSSI mengenai siapa yang akan memimpin tim.
Pilihan antara pelatih berpengalaman timnas atau pelatih klub berprestasi menjadi dilema yang menarik untuk terus diikuti.
Dukungan terus mengalir agar Indonesia bisa segera memiliki pelatih definitif untuk mempersiapkan agenda-agenda penting mendatang.
Fokus utama tentu saja meningkatkan performa tim agar bisa bersaing lebih kompetitif di kancah sepak bola Asia.
Kehadiran John Herdman diharapkan bisa membawa angin segar dan disiplin baru ke dalam ruang ganti Garuda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur