-
John Herdman menolak melatih Timnas Jamaika demi memprioritaskan tawaran dari Timnas Indonesia.
-
Media Honduras menyebut Herdman sangat diminati karena pengalamannya meloloskan Kanada ke Piala Dunia.
-
PSSI menilai karakter disiplin dan gaya permainan vertikal Herdman cocok untuk Indonesia.
Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari kancah sepak bola internasional mengenai kursi pelatih skuad Timnas Indonesia.
Media asal Honduras secara terbuka mengungkap pergerakan mengejutkan yang dilakukan oleh sosok John Herdman.
Juru taktik berkebangsaan Inggris tersebut dilaporkan mulai menunjukkan ketertarikan besar untuk berkarier di Asia.
Keputusannya tersebut memicu spekulasi hangat di kalangan pecinta sepak bola tanah air pekan ini.
Indonesia kini menjadi magnet kuat bagi pelatih kelas dunia yang ingin mencicipi atmosfer kompetisi.
Laporan dari media Diez mengonfirmasi bahwa Herdman baru saja melewatkan kesempatan besar di CONCACAF.
Dirinya dikabarkan secara tegas menolak pinangan dari federasi sepak bola Jamaika belum lama ini.
Langkah ini diambil karena dirinya ingin memfokuskan energi untuk menjalin komunikasi dengan pihak Indonesia.
Padahal, Jamaika sedang mencari sosok pengganti usai mundurnya pelatih mereka sebelumnya, Steve McClaren.
Baca Juga: John Herdman Selangkah Lagi Gabung Latih Timnas Indonesia, Ini Alasannya
Ambisi besar untuk membawa perubahan di wilayah Asia menjadi alasan fundamental di balik keputusan tersebut.
Media Diez menuliskan rincian mengenai situasi terkini sang pelatih di pasar bursa internasional.
"Pelatih asal Inggris itu hampir kembali ke CONCACAF setelah negosiasi dengan Jamaika, menyusul pengunduran diri Steve McClaren."
"Federasi Jamaika mempertimbangkannya untuk babak play-off antarbenua untuk Piala Dunia 2026, tetapi Herdman menolak tawaran tersebut, memprioritaskan Indonesia."
"Bab ini menyoroti ambisinya di kawasan tersebut, yang kini telah dialihkan," tulis Diez menambahkan.
Narasi tersebut menunjukkan betapa seriusnya ketertarikan Herdman terhadap potensi yang dimiliki skuad Garuda.
Keputusan ini tentu memberikan sinyal positif bagi masa depan manajemen teknis tim nasional kita.
Selain nama Herdman, muncul figur lain yang tidak kalah mentereng di radar pembicaraan.
Giovanni van Bronckhorst asal Belanda disebut sebagai pesaing utama dalam perebutan kursi panas ini.
Kedua nama besar ini terus dikaitkan dengan kebijakan jangka panjang yang sedang dirancang federasi.
Meski demikian, pihak PSSI hingga saat ini masih belum memberikan pengumuman resmi terkait negosiasi.
Proses diskusi di balik layar dikabarkan masih berlangsung sangat ketat dan penuh pertimbangan.
Federasi sepak bola Indonesia memang sedang memburu nakhoda yang memiliki rekam jejak yang teruji.
Pengalaman dalam menembus kualifikasi turnamen paling bergengsi di dunia menjadi syarat utama yang dicari.
Herdman dinilai memiliki kapasitas tersebut setelah sukses bertransformasi bersama tim nasional Kanada sebelumnya.
"PSSI sedang mencari pelatih berpengalaman dalam kualifikasi Piala Dunia, dan Herdman memenuhi kriteria tersebut dengan kemampuannya mengelola transisi dan tekanan."
"Pendekatan disiplinnya mengangkat performa Kanada, menerapkan gaya permainan vertikal yang mengejutkan banyak pihak."
Kesuksesan masa lalu diharapkan bisa diduplikasi jika dirinya benar-benar mendarat di Jakarta nanti.
"Indonesia berharap dapat mengulangi kesuksesan tersebut untuk mendaki peringkat Asia," tulis Diez.
Gaya kepemimpinan yang disiplin dan taktik progresif menjadi daya tarik utama bagi publik nasional.
Indonesia dinilai sebagai proyek sepak bola paling menarik di kawasan Asia Tenggara saat ini.
Kehadiran pelatih sekaliber Herdman diprediksi akan mengubah peta kekuatan sepak bola di Benua Kuning.
Di sisi lain, publik Honduras sebenarnya sangat mendambakan sosok Herdman untuk melatih mereka.
Namun, pesona tim nasional Indonesia ternyata jauh lebih memikat bagi mantan pelatih Kanada tersebut.
"Di Honduras, Herdman membangkitkan antusiasme di kalangan penggemar dan pers sebagai favorit untuk menggantikan Reinaldo Rueda sebagai pelatih tim nasional Honduras."
"Penggemar Honduras menghargai pengalamannya dalam kampanyenya di kualifikasi yang menuntut untuk menghidupkan kembali proyek Piala Dunia 2026."
"Namun, kemajuan tim bersama Indonesia menutupi skenario ideal ini," tulis Diez dalam beritanya pada Rabu (17/12).
Kepastian mengenai siapa yang akan menukangi tim Garuda akan menjadi sejarah baru sepak bola.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Manchester United Butuh 'Paul Scholes Baru' di Bursa Transfer Musim Panas
-
Australia Bakal Mati-matian Pertahankan Luke Vickery dari Rayuan John Herdman
-
Putra Legenda Liverpool, Beau Redknapp Resmi Debut di Brentford U-21
-
Rizky Ridho Banjir Ucapan Selamat dari Skuad Timnas Indonesia, Kenapa?
-
Eksklusif! Eks PSG Layvin Kurzawa Buka Suara: Soal Bobotoh dan Pilih Persib Bandung
-
Inter Milan Sapu Bersih 7 Laga Tandang, Cristian Chivu Masih Belum Puas
-
Profil Dzikry Lazuardi, Analis Baru Timnas Indonesia Era John Herdman
-
Detik-detik John Herdman Dapat Asisten Pelatih Lokal untuk Timnas Indonesia
-
John Herdman Blusukan ke Eropa, Aksi Kevin Diks dan Dean James jadi Sorotan
-
Hansamu Yama Jadi Pahlawan Kemenangan Arema FC atas Persijap