-
Penurunan kualitas permainan Timnas Indonesia di SEA Games 2025 dibandingkan era Gerald Vanenburg.
-
PSSI mempertimbangkan Giovanni van Bronckhorst dan John Herdman sebagai kandidat kuat pelatih nasional.
-
Pentingnya membangun struktur kepelatihan terpadu dari level junior hingga senior demi kemajuan prestasi.
Fokus utama pelatih baru nantinya diharapkan tidak hanya terpaku pada prestasi instan tim senior semata di kejuaraan.
“Kembali, tugas utama siapa pun pelatih timnas yang akan dipilih PSSI adalah menyiapkan struktur kepelatihan yang terintegrasi dari U-17, U-20, U-23 hingga timnas senior. Bukan model terpisah per tim,” ujar Erwin.
Sistem yang menyatu dari kelompok umur paling bawah hingga senior akan mempermudah proses transisi bakat-bakat muda berbahan lokal.
Pendekatan strategis ini bertujuan agar setiap level tim nasional memiliki satu pedoman dan cara bermain yang selaras.
Tanpa adanya keterkaitan antar level, kebijakan teknis di satu kategori umur tidak akan memberikan dampak bagi kategori lainnya.
Penyelarasan filosofi dan taktik permainan menjadi kunci utama jika Indonesia ingin sejajar dengan negara-negara besar di Asia.
Konsistensi dalam menjalankan strategi jangka panjang akan membantu pemain beradaptasi lebih cepat saat naik ke level senior.
Harapannya, Indonesia tidak hanya mampu berbicara banyak di level regional namun juga kompetitif pada kancah global yang luas.
Daya saing yang tinggi hanya bisa dicapai melalui perencanaan yang matang dan eksekusi taktik yang disiplin di lapangan.
Baca Juga: PSSI Sah Tunjuk John Herdman Jadi Pelatih Timnas Indonesia: Memenuhi Kourum
Faktor-faktor krusial inilah yang menurut Erwin harus segera diimplementasikan oleh jajaran pengurus PSSI dan tim pelatih baru.
Di sisi lain, rivalitas di Asia Tenggara semakin memanas setelah Vietnam memastikan diri sebagai juara SEA Games 2025.
Negeri Naga Biru tersebut meraih medali emas usai menumbangkan Thailand dengan skor ketat 3-2 di Stadion Nasional Rajamangala.
Kemenangan dramatis pada hari Rabu tersebut semakin mempertegas status Vietnam sebagai raja sepak bola baru di wilayah ASEAN.
Sebelumnya, Vietnam juga telah mengamankan trofi Piala AFF 2025 yang membuat koleksi gelar mereka semakin lengkap tahun ini.
Dominasi total Vietnam menjadi cermin sekaligus cambuk bagi Indonesia untuk mengevaluasi diri demi mengejar ketertinggalan prestasi yang ada.
Catatan gemilang Vietnam tersebut sebenarnya memberikan pelajaran berharga bagi manajemen tim nasional Indonesia untuk melakukan pembenahan total.
Pada partai final Piala AFF 2025, Indonesia sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit dan mendominasi jalannya pertandingan yang sangat ketat.
Meskipun saat itu dilatih oleh Gerald Vanenburg, skuad Garuda harus menerima kenyataan pahit kalah dengan skor tipis 0-1.
Kekalahan tipis tersebut menunjukkan bahwa potensi Indonesia sebenarnya sangat besar jika dikelola dengan arahan taktik yang tepat.
Kini, tugas besar menanti PSSI untuk merajut kembali kekuatan sepak bola nasional agar bisa memutus dominasi negara tetangga tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Thomas Tuchel Ungkap Kekurangan Inggris Usai Hajar Kroasia, Soroti Masalah Mentalitas
-
Kiper Tanjung Verde Bahagia Sang Ibu Akhirnya Dapat Visa AS, Bisa Saksikan Langsung Piala Dunia
-
Jadi Andalan Chelsea, Marc Cucurella Ungkap Alasan Gabung Real Madrid
-
Keluarga Lionel Messi Ungkap Kondisi Kesehatan Sang Ayah, Minta Privasi Dihormati
-
Ramadhan Sananta Ungkap Alasan Utama Terima Pinangan Persebaya Surabaya
-
Raih Gelar Ganda, Inter Milan Perpanjang Kontrak Cristian Chivu hingga 2028
-
Carlos Franca Resmi Tinggalkan Persijap, Gabung Klub Peserta Kualifikasi Liga Champions
-
Real Madrid Dikabarkan Sepakat dengan Enzo Fernandez, Siapkan Tawaran Besar ke Chelsea
-
Kucurkan Dana Rp817 Miliar, Liverpool Resmi Gaet Striker Muda Osasuna
-
Alphonso Davies Kembali Masuk Skuad Kanada saat Hadapi Qatar