- Pelatih John Herdman memilih menangani Timnas Indonesia setelah menerima tawaran kontrak bernilai jutaan dolar dari PSSI.
- Media Honduras mengungkapkan gaji fantastis dari PSSI jauh melampaui kemampuan finansial Federasi Sepak Bola Honduras.
- Kesepakatan prinsip dicapai cepat melalui dua pertemuan intensif, menunjukkan keseriusan Indonesia merekrutnya hingga 2030.
Suara.com - Teka-teki mengenai alasan di balik keputusan pelatih kelas dunia, John Herdman, yang lebih memilih menangani Timnas Indonesia akhirnya mulai terkuak lewat sorotan media internasional.
Media asal Honduras, Once Noticias, secara blak-blakan membongkar faktor utama yang membuat juru taktik asal Inggris itu memalingkan wajah dari tawaran Timnas Honduras dan berlabuh ke pelukan Skuad Garuda.
Keputusan Herdman ini memang sempat mengejutkan publik sepak bola Amerika Tengah, mengingat reputasinya yang mentereng usai membawa Kanada ke Piala Dunia 2022.
Dalam laporannya, Once Noticias menyebut bahwa PSSI telah sukses mencapai kesepakatan prinsip dengan Herdman untuk kontrak jangka panjang yang mencakup periode 2026 hingga 2030.
Namun, yang menjadi sorotan utama media tersebut bukanlah durasi kontraknya, melainkan nilai fantastis yang ditawarkan oleh federasi sepak bola Indonesia.
Laporan tersebut secara tegas menyinggung bahwa Herdman terpikat oleh tawaran kontrak bernilai "jutaan dolar" yang disodorkan oleh PSSI.
Besaran gaji tersebut diklaim jauh di atas kemampuan finansial Federasi Sepak Bola Honduras, sehingga mereka tidak mampu bersaing dalam perebutan tanda tangan sang pelatih.
"Iming-iming jutaan dolar menjadi faktor penentu," tulis media tersebut, menyoroti kekuatan finansial Indonesia dalam negosiasi ini.
Selain faktor uang, keseriusan PSSI dalam melakukan pendekatan juga menjadi kunci keberhasilan kesepakatan ini.
Baca Juga: Pelatih Ipswich Town: Elkan Baggott Kurang Beruntung
Kabarnya, hanya butuh dua kali pertemuan intensif antara Herdman dengan pimpinan PSSI untuk meyakinkan sang pelatih menerima pinangan tersebut tanpa negosiasi yang berlarut-larut.
Kontrak dengan nilai ribuan dolar per bulan disebut langsung disepakati, menandakan betapa seriusnya Indonesia ingin membangun timnas yang kompetitif.
Bagi PSSI, investasi besar ini dinilai sepadan dengan rekam jejak Herdman yang terbukti sukses membangun budaya kompetitif dan membawa Kanada kembali ke panggung Piala Dunia.
Kombinasi antara proyek jangka panjang yang ambisius dan dukungan finansial yang kuat inilah yang akhirnya membuat Herdman mantap menolak tantangan di Amerika Tengah demi petualangan baru di Asia Tenggara.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung