-
PSIM Yogyakarta memensiunkan nomor 91 secara permanen untuk menghormati jasa striker Rafael de Sa Rodrigues.
-
Rafinha resmi bergabung dengan PSIS Semarang demi mendapatkan menit bermain lebih banyak musim ini.
-
Manajemen memberikan apresiasi atas kontribusi besar Rafinha membawa Laskar Mataram promosi ke Super League.
Dari total 15 laga yang dijalani PSIM sejauh musim ini, Rafinha tercatat baru merumput sebanyak tiga kali saja.
Minimnya waktu bermain tersebut semakin dipertegas dengan fakta bahwa dirinya belum pernah dipasang sebagai pemain mula.
Pelatih kepala, Jean-Paul van Gastel, tampak lebih condong memberikan kepercayaan penuh kepada penyerang asing lainnya.
Nermin Haljeta menjadi pilihan utama pelatih saat ini setelah menunjukkan performa impresif di beberapa laga terakhir.
Haljeta telah mengoleksi empat gol serta tiga assist yang membuatnya sulit untuk digeser dari posisi penyerang utama.
Kondisi tersebut akhirnya mendorong Rafinha untuk mencari pelabuhan baru demi mendapatkan kembali menit bermain secara reguler.
PSIS Semarang yang kini berjuang di kompetisi Championship menjadi tujuan selanjutnya bagi pemain berusia 33 tahun tersebut.
Laskar Mahesa Jenar saat ini memang sangat membutuhkan tambahan amunisi baru untuk keluar dari posisi sulit klasemen.
Pihak manajemen PSIM telah memberikan restu penuh terkait perpindahan pemain yang telah menjadi bagian sejarah klub ini.
Baca Juga: Prediksi PSIM Yogyakarta vs PSBS Biak di BRI Super League, Senin 29 Desember 2025
“Kami berdiskusi untuk mencari solusi terbaik bersama-sama. Akhirnya, kami sepakat melepas Rafa (nama panggilan Rafael De Sa Rodrigues) ke PSIS Semarang,” ujar Manajer PSIM Razzi Taruna.
Meninggalkan kota yang telah memberikan banyak memori indah tentu bukan hal yang mudah bagi seorang pemain profesional.
Rafinha mengungkapkan bahwa dirinya memiliki keterikatan batin yang sangat kuat dengan seluruh elemen yang ada di Yogyakarta.
Dukungan luar biasa dari suporter fanatik Laskar Mataram menjadi alasan mengapa perpisahan ini terasa sangat emosional baginya.
Ia merasa momen kebersamaan di Jogja adalah sesuatu yang sangat unik dan sulit untuk ia temukan di klub lain.
“Saya rasa, saya tidak akan pernah merasakan momen seperti ini lagi. Perasaan saya sekarang campur aduk, antara sedih dan senang,” kata striker 33 tahun asal Brasil itu.
Walaupun kini berseragam tim lain, Rafinha tetap mendoakan yang terbaik bagi kesuksesan mantan rekan-rekan setimnya di PSIM.
Ia berharap tren positif tim tetap terjaga agar PSIM bisa terus bersaing secara kompetitif di papan atas Super League.
Saat ini PSIM berada di peringkat kelima dengan 24 poin, menjadikannya tim promosi dengan performa paling stabil.
Pencapaian ini jauh melampaui tim promosi lain seperti Bhayangkara Presisi Lampung FC dan Persijap Jepara yang masih kesulitan.
“Tetaplah berjuang untuk klub ini. Saya berharap semua pemain bekerja keras dan pantang menyerah,” tutur dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?