-
PSIM Yogyakarta memensiunkan nomor 91 secara permanen untuk menghormati jasa striker Rafael de Sa Rodrigues.
-
Rafinha resmi bergabung dengan PSIS Semarang demi mendapatkan menit bermain lebih banyak musim ini.
-
Manajemen memberikan apresiasi atas kontribusi besar Rafinha membawa Laskar Mataram promosi ke Super League.
Suara.com - Manajemen PSIM Yogyakarta secara resmi mengambil langkah besar dengan memensiunkan nomor punggung 91 secara permanen.
Keputusan prestisius ini diambil tepat setelah penyerang andalan mereka, Rafael de Sa Rodrigues, hengkang ke PSIS Semarang.
Langkah ini merupakan bentuk apresiasi terdalam klub terhadap dedikasi striker yang populer dengan sapaan Rafinha tersebut.
Melalui akun media sosialnya, klub berjuluk Laskar Mataram ini menegaskan bahwa identitas nomor tersebut tidak akan dipakai lagi.
“Nomor punggung dipensiunkan, warisan tetap hidup. PSIM Jogja mengumumkan bahwa nomor punggung 91 dipensiunkan secara permanen untuk menghormati Rafael de Sa Rodrigues,” tulis Instagram resmi PSIM, dikutip Selasa.
Nama Rafinha tercatat dengan tinta emas dalam sejarah klub asal Yogyakarta ini berkat kontribusi luar biasanya.
Pemain asal Brasil tersebut menjadi pilar utama yang mengakhiri penantian panjang PSIM selama 18 tahun lamanya.
Berkat ketajamannya di lini depan, klub ini akhirnya berhasil kembali bersaing di kasta tertinggi sepak bola tanah air.
Statistik mencatat Rafinha sukses membukukan total 20 gol dari 22 penampilan selama berkompetisi di Liga 1 musim lalu.
Baca Juga: Prediksi PSIM Yogyakarta vs PSBS Biak di BRI Super League, Senin 29 Desember 2025
Produktivitas tersebut sangat krusial dalam mengantarkan tim meraih gelar juara sekaligus tiket promosi yang sangat didambakan.
Salah satu kontribusi paling ikonik Rafinha terjadi saat laga krusial melawan tim kuat Bhayangkara Presisi FC.
Kala itu, Rafinha berhasil menyumbangkan satu gol penting dalam kemenangan tipis dengan skor akhir 2-1 bagi timnya.
Pertandingan final Liga 2 yang diselenggarakan di Stadion Manahan Solo tersebut menjadi puncak kejayaan bagi karier sang pemain.
Namun, situasi berubah cukup signifikan ketika tim mulai memasuki kompetisi kasta tertinggi yang kini bertajuk Super League.
Dominasi Rafinha mulai meredup seiring dengan perubahan strategi dan dinamika tim di level kompetisi yang lebih berat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Jurgen Klopp Buka Peluang Latih Timnas Jerman
-
Data dan Fakta usai Brasil Hajar Jepang: Rekor Casemiro hingga Kutukan Samurai Biru
-
Marcos Llorente Bongkar Cara Spanyol Kalahkan Austria: Kasih Saja Bola ke Lamine Yamal
-
Magis Carlo Ancelotti! Ketenangannya Selamatkan Brasil dari Aib Terburuk di Piala Dunia 2026
-
Julian Nagelsmann Nilai Timnas Jerman Bukan Lagi Tim Elite Dunia Usai Gugur di Piala Dunia 2026
-
Noussair Mazraoui Sesumbar usai Depak Belanda: Maroko Kini Sejajar dengan Tim Elit Dunia
-
Hajime Moriyasu Menilai Jarak Kualitas Jepang dan Brasil Kini Semakin Menipis
-
Eksperimen Gagal Ronald Koeman! Belanda Dihajar Maroko saat Pakai 5 Bek Lagi Setelah 2 Tahun
-
Mariano Peralta Pilih Persib Dibanding Persija karena Ingin Tampil di Asia?
-
Martinelli: Kami Percaya Diri karena Carlo Ancelotti Bersikap Tenang di Pinggir Lapangan