- Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, menunjukkan fleksibilitas dengan mengubah pendekatan latihannya sejak awal musim.
- Penyesuaian terlihat dari durasi video analisis yang dipersingkat sebagai respons terhadap masukan para pemain.
- Alonso mempertahankan intensitas tinggi dalam latihan terbuka pada Rabu (31/12/2025) meskipun ada perubahan cara penyampaian.
Suara.com - Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, mulai menunjukkan fleksibilitas dalam menangani skuadnya.
Meski tetap berpegang pada metode dan filosofi sepak bolanya, pelatih asal Spanyol itu disebut telah mengubah sejumlah pendekatan awal demi menyesuaikan diri dengan Kylian Mbappe dan rekan-rekan.
Momen ini terlihat jelas dalam sesi latihan terbuka Real Madrid yang digelar Rabu(31/12/2025) waktu setempat.
Latihan yang biasanya bernuansa santai karena dihadiri para suporter, khususnya anak-anak, tetap dijalani dengan intensitas tinggi.
Xabi Alonso tampak tak ragu meninggikan suara ketika melihat hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginannya, menegaskan fokus penuh jelang agenda penting tim.
Dalam program El Larguero di Cadena SER, energi dan cara kerja Xabi Alonso mendapat sorotan positif.
Jurnalis Miguel Martín Talavera menilai pelatih berusia 43 tahun itu menunjukkan karakter kuat, sementara Antón Meana mengungkap adanya penyesuaian signifikan dalam pendekatan Alonso sejak awal musim.
“Xabi Alonso sedang berubah,” ujar Meana.
“Video analisis yang sempat dikeluhkan pemain kini durasinya tidak sepanjang sebelumnya. Dia juga tidak lagi terlalu mengulang-ulang hal tertentu seperti di awal musim.”
Baca Juga: Real Madrid Tutup Tahun 2025 dengan Kabar Buruk, Xabi Alonso Dituntut Ambil Keputusan Cepat
Meski begitu, perubahan tersebut bukan berarti Xabi Alonso meninggalkan metodenya.
Ia tetap menekankan pentingnya tekanan, intensitas latihan tinggi, serta analisis taktik melalui video.
Perbedaannya terletak pada cara penyampaian dan sensitivitas terhadap respons pemain.
“Dia tidak mengubah metodenya, dan memang tidak perlu,” lanjut Meana.
“Tapi dia beradaptasi dengan ruang ganti yang menunjukkan ketidaknyamanan terhadap beberapa kebiasaan kerja. Di situlah Xabi mampu menyesuaikan diri.”
Menurut pengamat, kemampuan membaca situasi inilah yang menjadi kunci.
Berita Terkait
-
Real Madrid Tutup Tahun 2025 dengan Kabar Buruk, Xabi Alonso Dituntut Ambil Keputusan Cepat
-
Jalani Operasi Jantung Berisiko, Roberto Carlos Keluar dari Masa Kritis
-
Minim Menit Bermain, Brahim Daz dan Franco Mastantuono Bakal Hengkang dari Real Madrid?
-
Legenda Real Madrid: Gak Usah Tuntut Xabi Alonso Tiru Carlo Ancelotti
-
Ketergantungan Mbappe, Efektivitas Gol Real Madrid Kalah Telak dari Barcelona
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Kondisi Terkini Mauro Zijlstra Usai Cedera Saat Bela Timnas Indonesia, Dokter Persija: Otot Robek
-
Cedera Saat Bela Timnas Indonesia, Musim Mauro Zijlstra Terancam Berakhir Lebih Cepat
-
Obrolan Kamar Dony Tri Pamungkas dan Rizky Ridho yang Bangkitkan Semangat Juang Timnas Indonesia
-
Pep Guardiola Ingin Tinggalkan Manchester City, Klub Mulai Siapkan Skenario
-
Nicky Butt Percaya Jose Mourinho Pelatih yang Cocok untuk Tangani Manchester United
-
Pengakuan Jujur Dony Tri Pamungkas Usai Bikin Pemain Bulgaria Bertubrukan di GBK
-
Infrastruktur Terburuk di Eropa, UEFA Ancam Cabut Status Tuan Rumah Italia di Piala Eropa 2032
-
Thomas Tuchel Peringkatkan Phil Foden, Bisa Dicoret dari Skuad Piala Dunia 2026
-
Adem Ayem, Legenda Futsal Indonesia Puji Sosok Hector Souto
-
Belum Aman dari Degradasi, PSIM Yogyakarta Bidik Poin di Kandang Dewa United