Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 02 Januari 2026 | 16:05 WIB
Persijap Jepara (IG Persijap Jepara)
Baca 10 detik
  • Persijap Jepara fokus raih poin penuh lawan Persija Jakarta demi hindari zona degradasi.

  • Pelatih Divaldo Alves mewaspadai strategi menyerang Mauricio Souza dalam laga di Jakarta.

  • Laskar Kalinyamat mengincar hasil maksimal bermodalkan kekompakan tim untuk meredam serangan lawan.

Suara.com - Laskar Kalinyamat kini tengah berada dalam situasi krusial untuk mempertahankan posisi mereka di kasta tertinggi.

Pelatih kepala Divaldo Alves secara terbuka menyatakan bahwa seluruh sisa kompetisi merupakan partai hidup mati.

Kondisi ini dipicu oleh posisi tim yang masih terjebak di zona merah klasemen sementara saat ini.

Persijap Jepara tercatat baru mengoleksi total sembilan poin dari lima belas laga yang telah dijalani.

Pencapaian tersebut menempatkan mereka pada urutan ke-17 sebelum menantang Macan Kemayoran di ibu kota.

Pertandingan pekan ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Sabtu mendatang.

Divaldo Alves menekankan pentingnya kewaspadaan tinggi meski tim lawan sempat mengalami kekalahan sebelumnya.

Sang arsitek tim tidak ingin anak asuhnya lengah dengan asumsi tim lawan sedang kehilangan fokus.

Ia sangat menyadari bahwa bermain di hadapan pendukung fanatik akan meningkatkan motivasi skuat tuan rumah.

Baca Juga: Persija Jakarta Tanpa Libur Tahun Baru, Fokus Hadapi Persijap Jepara

Laskar Kalinyamat dipastikan datang dengan semangat juang berlipat demi mencuri angka di kandang lawan.

“Setiap pertandingan adalah final untuk Persijap. Kita tahu Persija kemarin kalah dengan Semen Padang tapi setelah itu menang lagi, berarti saya tidak mau datang ke sini dengan mental seperti Persija tidak fokus lawan kita atau apa,” kata Divaldo pada jumpa pers pra pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat.

Pernyataan tersebut menunjukkan rasa hormat Alves terhadap profesionalisme tim lawan yang sangat tangguh.

Persijap sangat membutuhkan tambahan poin secepat mungkin agar bisa segera menjauh dari dasar klasemen.

Upaya penyelamatan tim menjadi prioritas utama sang pelatih asal Portugal tersebut dalam lawatan kali ini.

“I don’t believe that. Especially when they play in front of their own fans, they will definitely focus on finding the best results for Persija. But our team comes here with a fighting spirit, because we know as I said all matches are finals, we need points, we need to get out of the relegation zone,” lanjutnya.

Divaldo Alves sebenarnya bukan sosok baru dalam kancah sepak bola nasional Indonesia karena sudah lama berkarier.

Hal ini membuatnya sangat mengenal karakter permainan yang diusung oleh pelatih Persija, Mauricio Souza.

Kedua juru taktik ini sudah sering beradu strategi sejak Souza masih menangani skuat Madura United.

Divaldo memberikan apresiasi tinggi terhadap kemampuan skema menyerang yang sering diperagakan oleh lawannya itu.

Menurutnya, komposisi pemain yang dimiliki tim ibu kota saat ini sangat mendukung permainan ofensif.

“Memang dari coach saya sudah lama lawan dia waktu di Madura (United), memang dia punya beberapa gaya pemainan menyerang, memang sangat istimewa. Kalau kamu punya pemain seperti Alano (de Souza), Maxwell, beberapa pemain Persija seperti biasa setiap tahun pasti attacking memang sangat istimewa,” kata pelatih berusia 47 tahun itu.

Kehadiran pemain asing berkualitas membuat lini serang lawan dianggap memiliki daya ledak yang cukup mematikan.

Meski demikian, Alves tetap menaruh kepercayaan besar pada potensi yang dimiliki oleh seluruh pemainnya.

Ia merasa optimis bisa memaksimalkan bakat individu anak asuhnya demi meraih hasil yang lebih baik.

Kepercayaan diri ini didasarkan pada evaluasi mendalam dari dua laga terakhir yang telah mereka lewati.

Meskipun baru bergabung, Divaldo menilai ada progres positif dalam hal konsistensi permainan tim secara keseluruhan.

Ia merujuk pada performa saat menghadapi PSIM Yogyakarta di mana timnya mampu tampil cukup solid.

Kehilangan konsentrasi pada menit-menit akhir menjadi pelajaran berharga agar kesalahan serupa tidak terulang kembali.

Kekompakan unit pertahanan menjadi kunci utama jika ingin meredam agresivitas tim Macan Kemayoran besok sore.

Divaldo yakin jika pemain disiplin dalam taktik, maka tembok pertahanan mereka akan sangat sulit ditembus.

“Tim kita juga konsisten, dari pertandingan kemarin PSIM, yang saya turun pertama kali kita lawan PSIM 1-1 di menit terakhir, yang kita kurang fokus tapi itu hasil positif juga. Dari pertandingan itu saya lihat pemain kita atau grup kita, kalau kompak besok walaupun menyerang, walaupun bertahan, Persija tidak bisa masuk,” papar Divaldo.

Dalam rekam jejak singkatnya bersama Persijap, sang pelatih baru mengamankan satu hasil imbang sejauh ini.

Laga perdana di bawah kendalinya berakhir sama kuat saat menjamu PSIM pada akhir Desember lalu.

Namun, mereka sempat mengalami hasil pahit setelah dihantam kekalahan telak oleh skuat Persebaya Surabaya.

Kini fokus penuh dialihkan untuk meraih poin perdana di awal tahun 2026 demi menjaga asa bertahan.

Load More