Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 02 Januari 2026 | 15:28 WIB
Persijap Jepara (IG Persijap Jepara)
Baca 10 detik
  • Persijap Jepara menargetkan poin dari Persija Jakarta sebagai motivasi bangkit dari kekalahan telak.

  • Gelandang Wahyudi Hamisi menegaskan posisi klasemen bawah menjadi pemicu semangat untuk mencuri poin.

  • Laskar Kalinyamat menghadapi jadwal padat melawan Persija, Dewa United, dan PSM sepanjang Januari.

Suara.com - Klub kebanggaan warga Jepara, Persijap Jepara kini sedang memupuk semangat baru menjelang laga krusial di awal tahun.

Laskar Kalinyamat menjadwalkan kunjungan ke markas Macan Kemayoran pada hari Sabtu tanggal 3 Januari 2026.

Momen ini dipandang sebagai titik balik setelah hasil mengecewakan pada laga penutup tahun sebelumnya.

Skuad asuhan Divaldo Alves ini membawa misi besar untuk menebus kegagalan mereka di pertandingan terakhir.

Kekalahan menyakitkan dari Persebaya Surabaya menjadi pelajaran berharga yang harus segera dilupakan oleh seluruh pemain.

Pilar tengah Persijap memberikan pernyataan resmi mengenai kesiapan mental rekan-rekannya menjelang duel di Jakarta.

Mereka menyadari bahwa bertanding di hadapan pendukung lawan merupakan tantangan fisik dan mental yang berat.

“Sebelumnya kita mengalami kekalahan yang cukup telak. Itu menjadi motivasi tersendiri buat kita untuk pertandingan (melawan Persija) ini dan kita tahu kita main di depan suporternya Persija itu juga bermaksud menjadi motivasi untuk kita sendiri, dan semoga insyaallah kita bisa bawa pulang poin dari sini,” ujar gelandang Persijap Wahyudi Hamisi pada jumpa pers pra pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat.

Pemain bernomor punggung tersebut terlihat sangat optimis meski timnya baru saja dihajar empat gol tanpa balas.

Baca Juga: Persija Jakarta Tanpa Libur Tahun Baru, Fokus Hadapi Persijap Jepara

Kekalahan tersebut justru dianggap sebagai bahan bakar untuk menunjukkan performa yang jauh lebih solid.

Kondisi Persijap Jepara di tabel klasemen saat ini memang sedang berada dalam situasi yang cukup mengkhawatirkan.

Mereka masih tertahan di peringkat ke-17 dengan raihan sembilan poin dari total lima belas laga.

Kemenangan atau minimal hasil imbang menjadi harga mati untuk menjaga asa bertahan di kasta tertinggi.

Wahyudi menekankan bahwa status lawan sebagai tim papan atas tidak akan menyiutkan nyali para penggawa Laskar Kalinyamat.

“Persija bukan tim yang sembarangan. Persija tim yang sangat kuat di liga sekarang ini, dan kita tahu sekarang berada di zona yang lagi di papan bawah dan semoga itu menjadi motivasi tersendiri buat kita besok buat ambil poin di sini,” kata pemain 28 tahun itu.

Load More