Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 02 Januari 2026 | 19:52 WIB
Fakta Lengkap Skandal Drone John Herdman, Calon Pelatih Timnas Indonesia [Suara.com]
Baca 10 detik
  • John Herdman dikabarkan akan segera diumumkan PSSI sebagai pelatih baru Timnas Indonesia setelah sukses membawa Kanada ke Piala Dunia 2022.
  • Herdman merupakan pelatih unik karena pernah membawa tim nasional putra dan putri negaranya tampil di Piala Dunia.
  • Pelatih asal Inggris ini terkait skandal sistematis penggunaan drone untuk memata-matai latihan tim lawan di Kanada.

Suara.com - John Herdman dikabarkan akan segera diumumkan PSSI untuk jadi pelatih Timnas Indonesia yang baru. Dalam beberapa pekan ke depan, Herdman kabarnya akan segera jalani tugas baru melatih Jay Idzes dkk.

John Herdman bukan berasal dari mantan pesepak bola yang punya karier cemerlang di Eropa, seperti Patrick Kluivert.

Namun, di Piala Dunia Qatar 2022, pria asal Consett, Inggris, justru mencatatkan namanya sebagai sosok penting di balik kebangkitan Timnas Kanada.

Herdman menjadi pelatih Inggris kedua yang tampil di Piala Dunia, dan yang pertama membawa Kanada kembali ke turnamen terbesar sepak bola dunia setelah penantian 40 tahun.

Pada musim panas 1986, Kanada untuk pertama kalinya tampil di Piala Dunia. Saat itu, Herdman masih bocah 10 tahun yang sibuk mengisi album stiker Panini.

John Herdman. (instagram.com/@torontofc)

Ia masih ingat bagaimana pemain Inggris mendapat satu halaman penuh, sementara pemain Kanada hanya mendapat ruang kecil.

“Ada sesuatu yang terasa tidak adil,” kenang Herdman seperti dilansir dari The Independent

Butuh 36 tahun kemudian, Herdman kemudian sukses membawa Kanada kembali ke Piala Dunia di Qatar pada 2022.

Herdman bukan produk akademi elite. Karier kepelatihannya dimulai dari Sunderland dan Hartlepool, sebelum hijrah ke Selandia Baru pada 2008. Ia kerap diragukan karena tak pernah bermain di level tertinggi.

Baca Juga: Jelang Diresmikan Timnas Indonesia, John Herdman Pernah Buat Skandal yang Bikin Geger

“Saya pernah dipuji, tapi di saat yang sama dibilang karier saya tak akan jauh karena tidak pernah bermain di level atas,” ujar Herdman.

Herdman juga mencatatkan rekor unik, satu-satunya pelatih yang pernah membawa satu negara tampil di Piala Dunia putra dan putri.

Ia sukses memimpin Timnas Putri Kanada hingga perempat final Piala Dunia 2015, sebelum mengambil alih tim putra pada 2018.

“Menjadi yang pertama, membuka jalan baru, itu sesuatu yang ingin kami tanamkan pada pemain,” tegasnya.

Skandal Drone John Herdman

Namun dari capaiannya tersebut, John Herdman sempat tersandung skandal drone yang mengguncang sepak bola Kanada.

Kasus ini ternyata berawal dari investigasi Radio-Canada. Hasil dari investigasi itu mengungkap praktik spionase sistematis menggunakan drone terhadap tim-tim lawan yang telah berlangsung hampir satu dekade.

Investigasi Radio-Canada mengungkap bahwa anggota staf tim nasional Kanada, baik putra maupun putri secara rutin menggunakan drone untuk memata-matai sesi latihan tertutup lawan.

Salah satu insiden awal terjadi pada Juli 2022 di Meksiko, saat turnamen Kejuaraan Wanita CONCACAF berlangsung.

Bukan Sekadar Taktik! Filosofi V-P-D John Herdman Bisa Ubah Nasib Timnas Indonesia [Suara.com]

Salah satu tim peserta memergoki drone yang terbang di atas lapangan latihan mereka dan melaporkannya ke CONCACAF. Meski dugaan mengarah ke Kanada, kasus tersebut dihentikan karena kurangnya bukti.

Kasus ini memuncak jelang Olimpiade Paris 2024, ketika asisten pelatih Kanada, Joey Lombardi, ditangkap polisi Prancis di Saint-Étienne setelah tertangkap mengoperasikan drone untuk merekam latihan tim nasional Selandia Baru.

Penyelidikan menemukan bahwa drone tersebut telah digunakan lebih dari satu kali, meski larangan penggunaan drone sudah ditegaskan oleh panitia Olimpiade.

Lombardi akhirnya mengaku bersalah dan dijatuhi hukuman delapan bulan penjara dengan masa percobaan, serta sanksi larangan berkegiatan di sepak bola selama satu tahun.

Akibat skandal ini, pelatih kepala Bev Priestman dan asistennya Jasmine Mander juga dijatuhi sanksi skorsing satu tahun.

Lebih dari 20 saksi—terdiri dari mantan pemain, pelatih, analis, hingga pejabat internal, menggambarkan praktik ini sebagai sesuatu yang kultural dan sistemik di tubuh Timnas Kanada.

Banyak staf mengaku berada di bawah tekanan besar. Menolak terlibat dalam spionase disebut bisa berujung pada dikucilkan atau terhambatnya karier. Beberapa bahkan mengaku takut kehilangan pekerjaan.

Laporan tersebut juga menyoroti peran John Herdman, pelatih yang membawa Kanada berjaya di level internasional, termasuk lolos ke Piala Dunia 2022 dan meraih emas Olimpiade Tokyo 2021

Sejumlah saksi menyebut penggunaan drone sudah menjadi bagian dari metode persiapan sejak era Herdman, lalu berlanjut dan menguat di bawah kepemimpinan Bev Priestman.

Meski demikian, Herdman membantah keterlibatan langsung dalam praktik tersebut saat menangani turnamen besar.

Dalam dokumen resmi yang diajukan ke FIFA dan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), Canada Soccer secara implisit mengakui praktik kecurangan ini telah berlangsung lama.

Organisasi tersebut menyebut insiden di Paris hanyalah “gejala dari budaya masa lalu yang tidak dapat diterima”.

Sekretaris Jenderal Canada Soccer, Kevin Blue, mengakui adanya kegagalan pengawasan serius di tubuh federasi dan menyatakan bahwa laporan investigasi independen tengah disiapkan untuk dipublikasikan.

Load More