- Pelatih Cremonese, Davide Nicola, kecewa timnya gagal bermain sesuai rencana saat kalah dari Fiorentina pada 5 Januari.
- Nicola menekankan bahwa bermain dengan kualitas 90 persen saja tidak cukup untuk bersaing di Serie A Italia.
- Kiper Emil Audero tampil baik dengan mencatatkan tujuh penyelamatan penting meskipun timnya mengalami kesulitan teknis.
Suara.com - Pelatih Cremonese, Davide Nicola, mengakui timnya gagal menampilkan permainan sesuai rencana setelah menelan kekalahan dari Fiorentina pada laga pekan ke-18 Serie A Italia, Senin (5/1) dinihari WIB.
Nicola menilai Emil Audero Cs tidak berada dalam performa terbaik dan kehilangan kualitas permainan yang biasanya menjadi kekuatan tim.
Berbicara dalam konferensi pers seusai pertandingan, Nicola menegaskan bahwa bermain setengah-setengah tidak cukup untuk bersaing di level tertinggi Serie A.
“Pertandingan ini harus membuat kami sadar bahwa berada di level 90 persen saja tidak cukup. Untuk kompetitif dan berkualitas, kami harus selalu 100 persen,” ujar Nicola dilansir dari laman resmi klub.
Menurutnya, Emil Audero Cs kesulitan tampil agresif dan kerap melakukan kesalahan saat membangun serangan dari lini belakang.
Upaya menciptakan keunggulan jumlah pemain dalam fase build-up dinilai tidak berjalan efektif karena kurang cepat dan presisi.
“Kami tidak mampu memainkan laga seperti yang kami inginkan. Meski begitu, kami sebenarnya berharap bisa membawa pulang setidaknya satu poin,” katanya.
Nicola juga menilai laga tersebut berjalan kurang menarik dari sisi teknis, baik dari Fiorentina maupun Cremonese. Namun ia menegaskan tidak ingin membesar-besarkan hasil negatif tersebut.
“Kami kurang tajam dan tidak cukup berbahaya, terutama di babak pertama. Dengan sedikit kesabaran, kami sebenarnya bisa lebih merepotkan Fiorentina. Tapi kami menerima hasil ini karena mereka adalah tim dengan kualitas dan target yang berbeda dari kami,” jelasnya.
Baca Juga: Jay Idzes Masuk Jajaran 10 Besar emain yang Paling Sering Tampil di Serie A Italia
Absennya beberapa pemain kunci seperti Vandeputte dan Bonazzoli turut memengaruhi daya gedor Cremonese. Nicola menilai timnya kehilangan kualitas dalam penguasaan ruang dan jarak antarlini.
“Beberapa pemain memiliki kualitas geometris yang lebih baik. Hari ini jarak antarlini dan pengembangan permainan kami tidak bagus, sehingga kualitas tim menurun,” ungkapnya.
“Ini bukan pertandingan yang tenang. Kami harus berkembang secara mental. Bondo sudah kesulitan dan dengan jadwal padat, saya memilih memasukkan Grassi,” jelasnya.
Sementara itu, kiper Timnas Indonesia, Emil Audero seperti dikutip dari data Fotmob mendapatkan nilai cukup bagus.
Emil mendapatkanai nilai 8.1. Sepanjang 90 menit, Emil mampu melakukan 7 penyelamatan penting, menjadi benteng utama di bawah mistar.
Sepanjang 90 menit, Emil Audero menghadapi ancaman bertubi-tubu, sebelumnya di masa injury time gawangnya dibobol oleh Moise Kean.
Emil Audero melakukan 3 diving save, 3 penyelamatan dari dalam kotak penalti, serta 2 kali menangkap bola atas.
Selain itu, ia juga tercatat 2 kali meninju bola dalam situasi berbahaya dan melepaskan 9 lemparan untuk mempercepat transisi permainan.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
-
Jay Idzes Masuk Jajaran 10 Besar emain yang Paling Sering Tampil di Serie A Italia
-
Rafael Leao Akui Perlu Pertajam Insting Gol meski Baru Jadi Pahlawan Kemenangan AC Milan
-
Klasemen Liga Italia usai AC Milan Bungkam Cagliari, Rossoneri Geser Inter dari Puncak
-
Inter Milan Tunggu Lampu Hijau Cancelo, Al-Hilal Siap Tanggung Sebagian Gaji
-
Profil Marco Ottolini Direktur Olahraga Juventus yang Baru Ditunjuk, Orang Lama Bianconeri
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Hanya 1 Pemain Brasil yang Berani Pulang Kampung Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026
-
Tuding Argentina Menang Dibantu Wasit Francois Letexier, Pemain Mesir Bawa-bawa Tuhan
-
PBB Turun Tangan! Senator Paraguay yang Hina Rasis Mbappe Melawan Balik
-
Deretan Keputusan Kontroversial Wasit Francois Letexier di Laga Argentina vs Mesir
-
Tampang Wakil Rakyat yang Lontarkan Serangan Rasis ke Kylian Mbappe
-
Salah Cs Nyaris Kalahkan Argentina, Presiden Mesir: Allah SWT Belum Menghendaki
-
Detik-detik Juara Bertahan Argentina Hampir Angkat Kaki dari Piala Dunia 2026
-
Jejak Kotor Wasit Francois Letexier: Bikin STY Naik Pitam Kini Bikin Ngamuk Pelatih Mesir
-
Dramatis! Tertinggal Dua Gol, Lionel Messi Hidupkan Asa Argentina
-
Mimpi Buruk Argentina: Messi Mandul, Mostafa Ziko Bawa Mesir Unggul 2-0