-
John Herdman resmi menjadi pelatih Timnas Indonesia menggantikan Patrick Kluivert selama dua tahun.
-
PSSI menerapkan target berjenjang dan sistem KPI tanpa memberikan tekanan hasil instan.
-
Ketua BTN Sumardji menekankan pentingnya proses adaptasi bagi pelatih baru demi keberhasilan tim.
Suara.com - Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji menyebut PSSI tidak akan membebani John Herdman selaku pelatih Timnas Indonesia yang baru target macam-macam.
Menurutnya, target yang dikasih PSSI nantinya berjenjang, sambil pelatih asal Inggris itu menjalani proses adaptasi.
Seperti diketahui, John Herdman adalah arsitek anyar Timnas Indonesia menggantikan Patrick Kluivert.
Menurut informasi yang berkembang, ia dikontrak selama dua tahun ditambah dua tahun lagi jika hasilnya memuaskan.
Herdman terpilih setelah melalui proses panjang seperti wawancara mengalahkan sejumlah kandidat lainnya.
Tentu ada target yang dibebankan kepada Herdman. Dalam hal ini PSSI menyesuaikan dengan kondisi tim nasional Indonesia.
“Sebenarnya semua ada KPI-nya. Dari situ kami tentu berpikir dan berharap agar KPI yang kami berikan dijalankan," kata Sumardji dilansir dari kanal YouTube Kompas TV.
"Kalau target tentu ada, tapi kan namanya membawa tim, tentu semua event ada targetnya," jelasnya.
Sumardji menekankan bahwa target tinggi sejak awal justru tidak realistis.
Baca Juga: Wawancara John Herdman: Saya Wajib Belajar Budaya Indonesia untuk Koneksi
Dalam hal ini proses membangun timnas Indonesia membutuhkan waktu dan kesabaran.
“Kalau tidak ada target ya tidak ada semangat, tapi semua itu perlu waktu. Jangan seperti baru datang lalu langsung dikasih target tinggi, kan tidak bisa begitu,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut