-
John Herdman dijadwalkan tiba di Jakarta pekan depan untuk perkenalan resmi sebagai pelatih.
-
PSSI secara resmi menunjuk John Herdman sebagai pengganti Patrick Kluivert sejak Sabtu lalu.
-
Alasan utama Herdman memilih Indonesia adalah potensi bakat pemain dan antusiasme luar biasa suporter.
Suara.com - Lini masa sepak bola tanah air segera memasuki babak baru dengan kehadiran nahkoda anyar di kursi pelatih Timnas Indonesia, yaitu dengan kedatangan John Herdman.
Sosok berpengalaman asal Inggris John Herdman dijadwalkan menginjakkan kaki di Jakarta pada pekan depan.
Kedatangan beliau bertujuan untuk menghadiri sesi jumpa pers resmi yang diselenggarakan oleh federasi sepak bola Indonesia.
PSSI sendiri telah mengonfirmasi statusnya sebagai pelatih utama Skuad Garuda sejak hari Sabtu tanggal 3 Januari kemarin.
Meskipun statusnya sudah legal namun proses seremoni perkenalan memang belum dilakukan oleh otoritas tertinggi sepak bola nasional.
Pelatih yang sukses membawa Kanada ke panggung dunia ini memilih untuk terbang ke tanah air dalam beberapa hari ke depan.
Momentum ini dimanfaatkan olehnya untuk mempersiapkan segala kebutuhan administratif sebelum memulai tugas berat memimpin tim nasional.
Eks pelatih timnas Kanada tersebut menekankan pentingnya proses adaptasi yang mendalam dengan lingkungan baru di Asia Tenggara.
Ia berencana menetap sementara waktu guna mendalami kekayaan tradisi dan kebiasaan masyarakat di wilayah Indonesia.
Baca Juga: John Herdman Pelatih Timnas Indonesia Sekampung dengan Mr Bean hingga Sir Bobby Robson
Bagi Herdman memahami karakteristik sosial merupakan kunci utama dalam membangun komunikasi yang efektif dengan para pemainnya nanti.
Langkah awal ini dianggap sebagai fondasi fundamental dalam menciptakan keharmonisan di dalam maupun di luar lapangan hijau.
"Karena saya pikir itu tentu merupakan bagian penting dari mempelajari budaya, sepenuhnya membenamkan diri di dalamnya," kata John Herdman saat diwawancara Sportsnet.
Beliau percaya bahwa keberhasilan seorang pelatih asing sangat bergantung pada seberapa cepat ia menyatu dengan nilai setempat.
Kedekatan emosional dengan elemen pendukung sepak bola di Indonesia menjadi prioritas dalam rencana kerja jangka pendeknya.
"Anda benar-benar harus memahami orang-orang dan adat istiadat untuk menciptakan koneksi itu," tutur Herdman menambahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Pep Guardiola Umumkan Mundur dari Manchester City: Jangan Tanyakan Alasan Saya Pergi
-
Michael Carrick Resmi Dipermanenkan sebagai Pelatih Manchester United hingga 2028
-
Segrup dengan Timnas Indonesia, Vietnam Gelar TC di Korsel Jelang Piala AFF 2026
-
Jelang Laga Penentuan Degradasi, PSSI Tiba-tiba Ganti Wasit Duel Madura United vs PSM
-
Vinicius Dapat Restu Real Madrid untuk Gabung Skuad Brasil Lebih Cepat Jelang Piala Dunia 2026
-
Alasan Manuel Neuer Comeback ke Timnas Jerman untuk Piala Dunia 2026
-
Persib Bandung Diambang Hattrick Juara, Bobotoh Diimbau Jangan Euforia Berlebihan
-
Misi Cristiano Ronaldo Menuju 1.000 Gol, Intip Perjalanan CR7 Menuju Rekor Spektakuler
-
Dua Hal Hambat Tijjani Reijnders ke Juventus, Pertama Soal Duit
-
Media Vietnam Pandang Sebelah Mata Timnas Indonesia Tanpa Skuad Terbaik di Piala AFF 2026