-
Saddil Ramdani mencetak gol tunggal Persib sebelum akhirnya diusir wasit karena kartu merah.
-
Persik Kediri menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat gol dramatis Muhamad Firly di menit akhir.
-
Penyesalan mendalam disampaikan Saddil Ramdani kepada Bobotoh atas kesalahan fatal di Stadion Brawijaya.
Sayangnya kegembiraan itu tidak bertahan lama karena insiden pelanggaran keras terjadi di area pertahanan pada menit ke-81.
Saddil dianggap melakukan pelanggaran fatal terhadap Yusuf Meilana sehingga wasit tidak ragu mencabut kartu kuning kedua.
Hukuman kartu merah otomatis membuat Persib harus berjuang dengan sepuluh pemain di sisa waktu normal pertandingan.
Kehilangan satu pilar penting membuat koordinasi lini tengah dan belakang tim tamu menjadi sangat rapuh.
Persik Kediri yang unggul jumlah pemain langsung mengurung pertahanan lawan dengan skema serangan balik yang sangat cepat.
Gelombang serangan tuan rumah akhirnya membuahkan hasil manis tepat pada masa tambahan waktu yang sangat krusial.
Muhamad Firly menjadi aktor protagonis bagi Persik setelah sundulannya merobek gawang Persib pada menit ke-90+5.
Skor berubah menjadi 1-1 yang sekaligus membuyarkan kemenangan tipis yang sudah sangat dekat bagi tim tamu.
Hasil imbang ini memicu kekecewaan besar di kalangan suporter yang mengharapkan tiga poin dari laga tandang.
Kekecewaan para pendukung tumpah ruah di berbagai platform digital menyasar performa individu sang pemain sayap kiri tersebut.
Walaupun menyumbangkan satu angka melalui golnya, publik lebih menyoroti ketidakdisiplinan yang menyebabkan kerugian besar bagi kolektivitas tim.
Saddil dengan besar hati menerima segala bentuk teguran dan komentar negatif yang dialamatkan kepada dirinya setelah pertandingan.
Ia berjanji akan melakukan perbaikan secara menyeluruh agar insiden serupa tidak merugikan rekan setimnya di laga mendatang.
Kini Persib harus segera bangkit dan melakukan evaluasi total untuk menatap jadwal pertandingan berikutnya di liga domestik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Tiket Solo Run Fest 2026 Diskon 20 Persen via BRImo, Cek Cara Klaimnya
-
Ongkos Sebuah Kegagalan: Mengapa Orang Dewasa Sulit Mencoba Hal Baru?
-
Lewat wondrX 2026, BNI Perkuat Kedekatan Penggemar dengan Para Bintang Bulu Tangkis
-
Apakah Tinted Sunscreen Wajib Diset Pakai Bedak Tabur? Pahami Dulu 5 Hal Ini
-
Pemadaman Karhutla di Pelalawan Terhambat Angin Kencang dan Asap Pekat
-
Pedro Acosta Tak Takut pada Marc Marquez, Persaingan di Ducati Bakal Panas?
-
Tekan Stunting di Maluku Utara, Edukasi Gizi Diperkuat hingga Tingkat Keluarga
-
Cara Merawat Kulit Terbakar Matahari Pakai Serum Centella Asiatica, Ikuti 10 Tipsnya
-
Review Film Mutiny: Sinema Aksi Cepat Tanpa Basa-Basi yang Penuh Adrenalin!
-
Pecah! Gelar Pertunjukan HIVI! Tutup MOKAKU UPI 2026 di Bumi Siliwangi