- John Herdman, pelatih Timnas Indonesia, menerima Doktor Kehormatan dari Northumbria University tahun 2023.
- Sebelum melatih, Herdman adalah seorang pendidik dan dosen yang mengajar ilmu olahraga di universitas tersebut.
- Gelar kehormatan itu diberikan atas prestasi luar biasa Herdman dalam olahraga di panggung internasional.
Suara.com - Di balik reputasinya sebagai pelatih kelas dunia yang sukses membawa tim ke panggung Piala Dunia, nakhoda baru Timnas Indonesia, John Herdman ternyata menyimpan sebuah latar belakang yang sangat unik dan impresif, ia adalah seorang pemegang gelar Doktor Kehormatan.
Gelar prestisius ini menjadi cerminan dari perjalanannya yang tidak biasa, yang dimulai bukan dari lapangan hijau sebagai pemain profesional, melainkan dari dunia akademis.
Jauh sebelum namanya menggema di panggung sepak bola internasional, John Herdman adalah seorang pendidik.
Ia pernah menjadi guru olahraga di sekolah dasar, tempat di mana ia mendirikan akademi sepak bola ala Brasil yang inovatif.
Namun, hasratnya untuk memadukan ilmu dan olahraga benar-benar terbentuk saat ia menjadi seorang dosen.
"Setelah dibesarkan di Consett, County Durham, John Herdman pertama kali menemukan hasratnya untuk melatih sepak bola saat mengajar ilmu olahraga di Universitas Northumbria pada tahun 1990-an," dikutip dari laman resmi University Northumbria.
Dari ruang kuliah, ia kemudian turun gunung untuk menerapkan ilmunya secara praktis, dimulai dengan menjadi pelatih pengembangan di akademi AFC Sunderland, sebelum akhirnya memulai petualangan globalnya.
Puluhan tahun setelah memulai perjalanannya, pada musim dingin 2023 almamaternya, Northumbria University memberikan penghargaan tertinggi.
Ia dianugerahi gelar Doktor Kehormatan di bidang Sains atas prestasinya yang luar biasa di dunia olahraga. Bagi Herdman, momen ini terasa sangat emosional.
Baca Juga: Masa Lalu John Herdman yang Kelam Dibongkar Habis-habisan Media Belanda
Ia mengenang kembali bagaimana universitas tersebut menjadi titik awal dari segalanya.
"Northumbria University dan Paul Potrac menciptakan kesempatan bagi saya di awal karier saya untuk mengikuti hasrat saya dalam mengajar, saya tidak menyangka awal mula itu akan mengarah ke sini," ucap John Herdman dikutip dari situs resmi kampus.
Gelar kehormatan ini, menurut pihak universitas hanya diberikan kepada individu dengan prestasi luar biasa atau keunggulan yang layak mendapat pengakuan nasional atau internasional.
Bagi Herdman, gelar ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan sebuah platform untuk menyebarkan pesan inspirasi agar setiap orang berani melampaui batas kemampuannya.
"Saya berharap pengakuan ini dapat menginspirasi orang lain untuk terus mendorong diri melampaui batas potensi dan harapan mereka terhadap orang lain," ujarnya.
Kisah John Herdman ini menjadi bukti bahwa jalan menuju puncak kepelatihan tidak selalu harus dimulai dari lapangan hijau.
Dengan fondasi keilmuan yang kuat, seorang akademisi pun bisa menjelma menjadi salah satu juru taktik paling disegani.
Kini sentuhan seorang Doktor di bidang ilmu olahraga inilah yang dinantikan untuk membawa era baru yang lebih cerdas dan strategis bagi Timnas Indonesia.
Berita Terkait
-
Karier Tamat! Tendangan Kungfu Hilmi Berbuah Hukuman Seumur Hidup dari PSSI
-
Pemain Keturunan Ini Berperan di Pemecatan Ruben Amorim, Bisa Dilirik John Herdman
-
Pelatih Baru Timnas Indonesia John Herdman Disebut Mirip Jose Mourinho
-
John Herdman Latih Timnas Indonesia, Ezra Walian: Semoga Dia Beruntung
-
Sassuolo vs Juventus: Jay Idzes Dipermalukan Striker Didikan Pelatih Timnas Indonesia
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Ditentukan Malam Ini: Hitung-hitungan Emil Audero dan Cremonese Lolos Degradasi Serie A
-
Kudus dan Malang Lahirkan Juara Baru, Coach Timo Kantongi Nama Calon Pemain untuk MLSC All-Star
-
2 Klub Pemain Timnas Indonesia yang Degradasi, Satu Nama Jalani Penentuan Hari Ini
-
Diego Simeone Paham Betul dengan Keputusan Pep Guardiola
-
Pecah! Festival Sepak Bola Rakyat 2026 di Makassar Sukses Sedot Perhatian Ratusan Peserta
-
Persib Bandung Juara Super League, Eks Chelsea dan Real Madrid Ikut Semringah
-
Media Vietnam Soroti John Herdman, Sebut Ragu dengan Kekuatan Timnas Indonesia di Piala AFF
-
Dony Tri Pamungkas Tak Takut Super League Musim Depan Tanpa Aturan Pemain U-23
-
Persib Bandung Beri Hormat pada Borneo hingga Persija Usai Drama Sengit di Super League 2025/2026
-
3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini