Bola / Bola Indonesia
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:42 WIB
Pemain keturunan Indonesia, Pascal Struijk ikut berperan di balik pemecatan Ruben Amorim dari Man United. Ia bisa dilirik John Herdman untuk bela Timnas Indonesia. [Instagram Pascal Struijk]
Baca 10 detik
  • Pemecatan Ruben Amorim dari Manchester United terjadi setelah laga imbang 1-1 melawan Leeds United, 4 Januari 2026.
  • Pascal Struijk, bek Leeds, berperan penting sebab memberikan assist brilian yang menghasilkan gol penyeimbang Leeds.
  • Struijk menjadi target naturalisasi Timnas Indonesia, namun ia secara terbuka memprioritaskan kesempatan bermain di timnas Belanda.

Suara.com - Di balik pemecatan Ruben Amorim dari kursi pelatih Manchester United, terselip peran tak langsung dari seorang pemain keturunan Indonesia, Pascal Struijk.

Bek yang menjadi mimpi buruk Amorim itu bisa saja masuk dalamradar pelatih baru skuad Garuda, John Herdman untuk memperkuat skuad.

Cerita ini bermula dari laga krusial antara Leeds United melawan Manchester United di Elland Road, Minggu (4/1/2026).

Pertandingan yang berakhir imbang 1-1 itu menjadi laga terakhir Amorim. Dan salah satu aktor utamanya adalah Pascal Struijk.

Bek tangguh Leeds ini tidak hanya tampil solid mematikan serangan Setan Merah, tetapi juga menjadi kreator gol pembuka timnya.

Sebuah sapuan bola yang ia lakukan di area pertahanannya sendiri secara tak terduga berubah menjadi asis brilian yang sukses dikonversi menjadi gol oleh Brendan Aaronson.

Gol inilah yang membuat Man United gagal meraih kemenangan. Sehari setelahnya, surat pemecatan untuk Ruben Amorim pun resmi dikeluarkan.

Adapun nama Pascal Struijk santer digadang-gadang sebagai target naturalisasi 'Grade A' berikutnya bagi Timnas Indonesia di era John Herdman.

Secara teknis, peluangnya sangat terbuka. Ia belum pernah membela timnas senior Belanda, yang membuatnya masih eligible untuk beralih federasi.

Baca Juga: Enzo Maresca Dipecat, Lalu Ruben Amorim, Berikutnya Arne Slot?

Namun, tugas Herdman dan PSSI untuk merayunya tidak akan mudah. Sang pemain secara terbuka mengakui bahwa prioritas utamanya adalah menembus skuad Oranje.

"Hati saya tentu saja untuk Oranje, tapi saya tidak yakin mereka memiliki perasaan yang sama bagi saya," ucap Struijk beberapa tahun lalu dikutip dari VoetbalPrimeur.

Ia bahkan pernah secara tegas menyebut Indonesia bukanlah sebuah opsi, meskipun pernyataan itu bisa saja berubah seiring waktu.

"Indonesia bukan sebuah opsi bagi saya. Skenario ideal saya adalah timnas Belanda dan pergi ke Piala Dunia jika memungkinkan," tuturnya.

Dengan pernyataan di masa lalu yang cukup tegas, John Herdman kini dihadapkan pada sebuah tantangan diplomasi yang sangat berat.

Mampukah ia, dengan reputasi dan visi yang ia miliki, meyakinkan Pascal Struijk untuk mengubah prioritasnya dan memilih untuk membela tanah leluhurnya.

Load More