Bola / Liga Italia
Kamis, 08 Januari 2026 | 12:56 WIB
Reaksi Jay Idzes soal nilai pasarnya meroket lebih mahal. (IG/Sassuolo)
Baca 10 detik
  • Harga pasar Jay Idzes, kapten Timnas Indonesia, mencapai 10 juta euro, menjadikannya pemain termahal Asia Tenggara.
  • Idzes menekankan bahwa nilai pasar hanyalah angka, pembuktian performa di lapangan jauh lebih penting baginya.
  • Ia melihat peningkatan valuasinya sebagai refleksi kemajuan kolektif seluruh pemain Timnas Indonesia di berbagai liga.

Suara.com - Di tengah statusnya sebagai pemain tak tergantikan di Sassuolo dan properti panas yang diincar AC Milan, harga pasar kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes terus meroket tajam.

Nilainya kini ditaksir mencapai 10 juta euro atau sekitar Rp173,82 miliar, menjadikannya pemain termahal di Asia Tenggara.

Namun, di balik valuasi fantastis tersebut, tersimpan sebuah mentalitas yang sangat membumi.

Performa Idzes musim ini memang fenomenal. Ia tak tergantikan bagi Sassuolo, tampil penuh dalam 18 laga beruntun tanpa pernah diganti.

Soliditasnya di lini belakang menjadi kunci performa Sassuolo bersaing di papan tengah Serie A Italia.

Saat ditanya mengenai lonjakan nilai pasarnya yang luar biasa ini dalam sebuah perbincangan dengan Hanif Thamrin, pemain yang akrab disapa Bang Jay memberikan jawaban yang sangat berkelas.

Baginya angka-angka tersebut tidak lebih penting daripada pembuktian di atas lapangan.

"Jujur itu bagus di sini, tapi saya tidak benar-benar memperhatikan. Pada akhirnya menurutku itu hanya angka, tapi kamu harus menunjukkan di lapangan dan tentu saja value juga ditunjukkan di nilai pasar," ungkapnya.

Lebih dari itu, Idzes menolak untuk melihat pencapaian ini sebagai sebuah prestasi individu.

Baca Juga: Kepindahan John Herdman ke Timnas Indonesia Disorot Media Brasil, Apa Katanya?

Sebaliknya, ia melihatnya sebagai cerminan dari kemajuan kolektif yang sedang dialami oleh seluruh punggawa Timnas Indonesia.

Ia menyoroti bagaimana rekan-rekannya di berbagai liga top dunia juga terus berkembang, dari Calvin Verdonk di Prancis, Kevin Diks di Jerman, hingga Maarten Paes di Amerika Serikat. Baginya inilah indikator sesungguhnya dari kebangkitan sepak bola Indonesia.

"Tetapi saya pikir itu juga menunjukkan bahwa seluruh bagian Timnas Indonesia semuanya berkembang, ada yang bermain di Eropa atau di Indonesia, mereka banyak berkembang, levelnya terus berkembang. Ini penting untuk sepak bola Indonesia," tutur Jay.

"Semua berkembang dan bermain di level yang baik, lalu melihatnya dari sudut nilai pasar. Ada yang main di Lille, Monchengladbach, Serie A, atau Amerika seperti Maarten Paes. Kita lihat semua berkembang, ini pertanda bagus," tandas Jay Idzes.

Load More