- Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, masih kecewa atas kegagalan di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
- Timnas di bawah Patrick Kluivert gagal total pada putaran keempat setelah menelan dua kekalahan beruntun.
- Pelupessy merasa ini adalah kesempatan emas terakhirnya mengingat usianya yang sudah menginjak 32 tahun.
Suara.com - Rasa kecewa mendalam masih menyelimuti gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy bahkan berbulan-bulan setelah kegagalan tragis di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Baginya itu bukan sekadar kegagalan, melainkan akhir dari sebuah mimpi yang mungkin tak akan pernah datang lagi.
Di bawah arahan Patrick Kluivert, skuad Garuda memang gagal total di putaran keempat, menelan dua kekalahan dari Arab Saudi dan Irak.
Namun yang paling menyakitkan bagi Pelupessy adalah betapa dekatnya mereka dengan kelolosan sebelum akhirnya semua sirna begitu saja.
Ia mengakui permainan tim saat itu memang tidak solid. Namun, rasa sesal karena gagal memanfaatkan peluang besar di putaran sebelumnya adalah hal yang paling menghantuinya.
"Jika kamu kalah dua kali, maka kamu memang tidak pantas mendapatkannya. Tapi kami hampir saja lolos dengan cepat. Dan tiba-tiba semuanya berakhir," ucap Joey Pelupessy dikutip ari Tubantia.
"Itu benar-benar menghancurkan hatiku. Perasaan itu pasti bertahan selama dua minggu," sambungnya.
Bagi pemain berusia 32 tahun ini, kegagalan tersebut terasa lebih personal.
Di usianya yang tak lagi muda, ia sadar betul bahwa ini adalah kesempatan emas, mungkin satu-satunya, untuk bisa merasakan atmosfer panggung Piala Dunia.
Baca Juga: Bersaing dengan 3 Nama, Eks Pemain Persipura Disebut Jadi Kandidat Kuat Asisten Pelatih John Herdman
"Saya bisa saja pergi ke Piala Dunia. Ini adalah satu-satunya kesempatan saya, seratus persen," ujar Pelupessy.
Meskipun tidak menutup pintu sepenuhnya untuk masa depan, ia memilih untuk bersikap realistis.
"Dalam lima tahun, saya akan berusia 37 tahun. Jangan pernah mengatakan tidak pernah. Tapi saya lebih suka bersikap realistis. Ini seharusnya terjadi sekarang," ujarnya lagi.
Rasa patah hati itu semakin lengkap dengan perpisahan mendadak dari seluruh staf kepelatihan. Proyek yang sedang mereka bangun bersama tiba-tiba harus berakhir.
"Bukan berarti kita menangis di telepon satu sama lain. Tapi kita bekerja menuju sesuatu, dan tiba-tiba itu berakhir dengan sayang," katanya.
Kini Joey Pelupessy hanya bisa fokus untuk memberikan yang terbaik di level klub bersama Lommel SK, berharap performa apiknya bisa kembali menarik perhatian pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman meskipun mimpi terbesarnya telah terkubur.
Berita Terkait
-
Hokky Caraka Minta Tolong ke John Herdman yang Ditunjuk Jadi Pelatih Timnas Indonesia
-
3 Pemain Terbuang Berpeluang Besar Comeback ke Timnas Indonesia Era John Herdman
-
Media Thailand Ungkit Skandal yang Libatkan Pelatih Baru Timnas Indonesia
-
Emil Audero Main Penuh, Cremonese Raih Hasil Imbang 2-2 Lawan Cagliari
-
Jay Idzes dan Kevin Diks Pimpin Transformasi Karier Pemain Timnas Indonesia di Liga Top Eropa
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Hasil PSM vs Bali United: Rekor Gol Tercepat Mustafic Warnai Kemenangan Serdadu Tridatu di Parepare
-
Persija Jakarta Hadirkan Terobosan Baru, Jembatani Sepak Bola dan Literasi Investasi
-
Latihan Digeruduk The Jakmania Jelang Hadapi Persib, Persija Sambut Positif
-
Kapan Pertandingan Perdana John Herdman Sebagai Pelatih Timnas Indonesia?
-
Lamine Yamal Lampaui Haaland dan Mbappe Jadi Pemain Termahal Sejagat
-
Filosofi Permainan Cepat John Herdman Bisa Mengubah Gaya Timnas Indonesia Jadi Lebih Agresif
-
Borneo FC Tumbang dari Persita, Duel Klasik Persib vs Persija Penentu Juara Paruh Musim
-
Manchester City Resmi Rekrut Antoine Semenyo Senilai Rp1,3 Triliun
-
Hasil Persita vs Borneo FC 2-0: Pendekar Cisadane Tak Tertahankan Masuk Persaingan Papan Atas
-
Rekor Unbeaten Akhirnya Runtuh! Sunderland Babak-belur di Markas Brentford