-
Barcelona menjadi juara Piala Super Spanyol 2026 setelah mengalahkan Real Madrid dengan skor 3-2.
-
Raphinha mencetak dua gol krusial yang membawa Blaugrana meraih trofi ke-16 sepanjang sejarah klub.
-
Meski mendapat kartu merah Frenkie de Jong Barcelona tetap mampu mempertahankan keunggulan hingga laga berakhir.
Suara.com - Stadion King Abdullah Sports City di Jeddah menjadi saksi bisu kejayaan raksasa Catalan pada Minggu malam.
Barcelona berhasil menumbangkan rival abadi mereka Real Madrid dalam pertarungan sengit memperebutkan trofi bergengsi.
Kemenangan dengan skor tipis 3-2 tersebut memastikan trofi juara mendarat kembali ke tangan Blaugrana tahun ini.
Laga ini sekaligus mempertegas dominasi tim asuhan Hansi Flick dalam kompetisi tahunan yang digelar di Arab Saudi.
Pertandingan berlangsung sangat ketat sejak peluit pertama dibunyikan wasit yang memimpin jalannya laga El Clasico tersebut.
Kesuksesan ini menandai pencapaian luar biasa Barcelona dengan mengoleksi gelar Piala Super Spanyol untuk yang ke-16 kalinya.
Sebelumnya klub ini telah meraih trofi serupa pada tahun 1983, 1991, 1992, 1994, serta tahun 1996.
Koleksi gelar mereka terus bertambah pada periode emas tahun 2005, 2006, 2009, 2010, hingga tahun 2011.
Tren positif tersebut berlanjut pada edisi 2013, 2016, 2018, 2023, dan keberhasilan beruntun pada tahun 2025 lalu.
Baca Juga: Barcelona Mantap Permanenkan Marcus Rashford, Siapkan Tebusan Rp588 Miliar di Akhir Musim
Kini gelar tahun 2026 semakin mengukuhkan posisi mereka sebagai pemegang rekor terbanyak dalam sejarah kompetisi ini.
Real Madrid sebenarnya mencoba mengambil kendali permainan lebih dulu melalui serangan balik cepat yang sangat berbahaya.
Vinicius Junior sempat melepaskan ancaman serius namun masih bisa digagalkan oleh ketangkasan penjaga gawang Joan Garcia.
Barcelona tidak tinggal diam dan memberikan respon melalui tusukan tajam Raphinha ke area pertahanan lawan.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-36 setelah aksi individu memukau dari Raphinha membuahkan hasil positif bagi timnya.
Pemain sayap asal Brasil tersebut sukses menaklukkan Thibaut Courtois dan mengubah kedudukan sementara menjadi unggul 1-0.
Menjelang akhir babak pertama tensi pertandingan meningkat drastis dengan terjadinya rentetan gol dari kedua belah pihak.
Real Madrid menyamakan skor pada menit ke-45+2 lewat aksi individu Vinicius Junior yang melewati barisan pertahanan lawan.
Namun kegembiraan pendukung Los Blancos tidak bertahan lama karena Barcelona segera memberikan jawaban instan dua menit berselang.
Umpan matang dari Pedri berhasil dimanfaatkan dengan sempurna oleh Robert Lewandowski untuk mencetak gol pada menit ke-45+4.
Skor kembali berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan tim asal Catalan di sisa waktu tambahan babak pertama.
Kejutan belum berakhir karena Gonzalo Garcia mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-45+7 bagi Madrid.
Ia berhasil menyambar bola liar di depan gawang yang gagal diamankan secara sempurna oleh pertahanan lawan.
Memasuki paruh kedua pertandingan Madrid kembali agresif dengan menciptakan beberapa peluang emas lewat kaki Vinicius Junior.
Upaya Rodrygo untuk membalikkan keadaan juga masih bisa dipatahkan oleh penampilan gemilang kiper Joan Garcia di bawah mistar.
Petaka bagi Madrid datang di menit ke-73 saat umpan akurat Dani Olmo diselesaikan dengan dingin oleh Raphinha.
Gol tersebut membawa Barcelona kembali memimpin 3-2 dan membuat Madrid harus bekerja ekstra keras di sisa laga.
Situasi sempat menjadi sulit bagi skuad Flick setelah Frenkie de Jong diusir keluar lapangan oleh sang pengadil.
Gelandang asal Belanda tersebut menerima kartu merah langsung pada menit ke-90+1 akibat melakukan sebuah pelanggaran keras.
Bermain dengan sepuluh orang memaksa Barcelona merapatkan barisan pertahanan demi menjaga keunggulan yang sudah ada di tangan.
Real Madrid terus menekan hingga detik terakhir namun tidak ada gol tambahan yang tercipta sampai pertandingan benar-benar usai.
Statistik akhir menunjukkan bahwa Barcelona tetap tampil efektif meski menghadapi tekanan hebat dari lini serang Madrid.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi kepercayaan diri tim dalam mengarungi sisa kompetisi domestik maupun Eropa.
Suporter Barcelona menyambut gembira keberhasilan tim kesayangan mereka mempertahankan supremasi di ajang Piala Super Spanyol.
Hasil ini sekaligus menjadi bukti tangan dingin Hansi Flick dalam meramu taktik pada pertandingan dengan tensi tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Gagal Samai Rekor Clean Sheet Yoo Jae Hoon di Pekan 27, Teja Paku Alam Santai
-
Persib Paling Difavoritkan Juara, Borneo FC Jadi Kuda Hitam, Persija Jangan Menyerah
-
Dihajar Thailand, Timnas Futsal Indonesia Kini Ditakuti di ASEAN
-
Kejutan! Striker Kelahiran Tondano Lebih Gacor Dibanding Penyerang Timnas Indonesia
-
Sesaat Lagi Kick Off! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia U-17 vs Timor Leste
-
Pelatih Bali United Menyesal Gagal Boyong Eliano Reijnders, Kenapa?
-
Pembelaan Bojan Hodak: Saya Tak Ingat Bali United Bikin Peluang Sebelum Persib Kartu Merah
-
Semakin Seru Persaingan jadi Juara, Berikut Jadwal Pekan 28 Super League
-
Kolaborasi Epik! Legenda Timnas Indonesia Setim Eks Juventus hingga Madrid di Clash of Legends
-
Persija Jakarta Gelar Workshop Fotografi di GBK Saat Laga Kontra Persebaya