-
PSG resmi tersingkir dari Coupe de France 2026 setelah kalah dari Paris FC.
-
Gol tunggal penentu kemenangan Paris FC dicetak oleh Jonathan Ikone menit ke-74.
-
Paris FC berhasil membalas kekalahan liga sekaligus melaju ke babak 16 besar.
Keasyikan menyerang justru membuat lini pertahanan PSG menjadi lengah terhadap skema serangan balik lawan.
Momen krusial terjadi pada menit ke-74 saat sebuah serangan kilat dibangun oleh para pemain Paris FC.
Ilan Kebbal melepaskan umpan terobosan yang sangat presisi menuju area kotak penalti lawan yang terbuka.
Jonathan Ikone yang menerima umpan tersebut berhasil menaklukkan Lucas Chevalier melalui penyelesaian akhir yang sangat dingin.
Gol tersebut seketika membungkam ribuan suporter tuan rumah yang memadati tribun stadion Parc des Princes.
Tersengat oleh gol tersebut, PSG mencoba mengerahkan seluruh kekuatan mereka untuk mencari gol penyama kedudukan.
Gempuran demi gempuran dilakukan dari berbagai sisi lapangan guna menembus pertahanan berlapis Paris FC.
Warren Zaire-Emery hampir saja menyelamatkan muka PSG melalui sebuah tembakan keras yang dilepaskan secara spekulatif.
Sangat disayangkan, bola hasil tendangannya hanya membentur mistar gawang dan gagal melewati garis gawang.
Baca Juga: Fantastis, Tim Berbandrol Cuma Rp2,1 Triliun Jadi Raja di Ligue 1 Kalahkan PSG
Dewi fortuna tampaknya tidak berpihak pada sang juara bertahan hingga peluit panjang tanda berakhirnya laga.
Kemenangan bersejarah ini membawa Paris FC melaju dengan penuh percaya diri ke babak 16 besar.
Hasil ini juga menjadi ajang balas dendam yang manis setelah sebelumnya mereka kalah di liga.
Sebaliknya, PSG harus menerima kenyataan pahit karena harus tersingkir lebih awal dari kompetisi piala ini.
Kekalahan ini memutus harapan mereka untuk meraih gelar ganda pada akhir musim kompetisi 2026 nanti.
Paris FC kini bersiap menghadapi tantangan berikutnya dengan status sebagai penakluk sang juara bertahan turnamen.
Dalam laga ini, PSG menurunkan formasi 4-3-3 dengan menempatkan trio maut di lini depan mereka.
Susunan Pemain PSG (4-3-3): Lucas Chevalier; Beraldo, Illia Zabarnyi, Willian Pacho, Warren Zaire-Emery; Senny Mayulu, Vitinha, Fabian Ruiz; Khvicha Kvaratskhelia, Goncalo Ramos, Bradley Barcola.
Kombinasi pemain muda dan berpengalaman ini ternyata belum cukup untuk menembus taktik defensif lawan.
Sementara itu, Paris FC memilih formasi lebih bertahan yaitu 5-4-1 untuk menutup celah di pertahanan.
Susunan Pemain Paris FC (5-4-1): Obed Nkambadio; Otavio, Timothee Kolodziejczak, Moustapha Mbow, Tuomas Ollila, Nhoa Sangui; Mathieu Cafaro, Adama Camara, Maxime Lopez, Alimami Gory; Willem Geubbels.
Meskipun statistik menunjukkan dominasi total PSG, efektivitas serangan menjadi kunci kemenangan tim tamu malam itu.
Paris FC menunjukkan bahwa disiplin organisasi pertahanan bisa mengalahkan kualitas individu pemain bintang kelas dunia.
Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi besar bagi manajemen PSG dalam menghadapi sisa musim kompetisi 2026.
Kegagalan ini tentu sangat mengecewakan mengingat ambisi besar klub untuk menyapu bersih semua gelar domestik.
Kini fokus utama PSG akan beralih sepenuhnya ke kompetisi liga dan juga turnamen tingkat Eropa.
Kejutan di Coupe de France ini membuktikan bahwa kompetisi piala selalu penuh dengan ketidakpastian menarik.
Dukungan penuh suporter di kandang sendiri ternyata belum mampu menolong PSG dari kekalahan derby ini.
Paris FC layak mendapatkan apresiasi atas kerja keras dan semangat juang yang mereka tunjukkan semalam.
Dunia sepak bola Prancis kini menanti siapa yang akan menjadi juara baru di ajang ini.
Pertandingan ini akan selalu dikenang sebagai salah satu kejutan terbesar dalam sejarah modern Coupe de France.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Final Piala Dunia 2026 Argentina Tantang Spanyol: Messi vs Generasi Emas La Roja
-
Comeback Gila Argentina! Lautaro Martinez Hancurkan Mimpi Inggris
-
Kylian Mbappe Blak-blakan: Taktik Deschamps Bikin Prancis Gagal ke Final Piala Dunia
-
Panas! Teror Suara Suporter Argentina Tenggelamkan Lagu Kebangsaan Inggris
-
Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam
-
Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?
-
Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok
-
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI