Bola / Liga Spanyol
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19 WIB
5 Alasan Utama Real Madrid dan Xabi Alonso Pisah Jalan di Pertengahan Musim [Instagram]
Baca 10 detik
  • Pemecatan Xabi Alonso terjadi tujuh bulan kemudian akibat kekalahan final Piala Super Spanyol dari Barcelona.
  • Janji permainan intensitas tinggi Xabi Alonso tidak terwujud, menyebabkan tim kurang energi dan kesulitan hadapi pertahanan rendah.
  • Kombinasi hasil buruk, krisis kreativitas lini tengah, serta ketegangan ruang ganti memicu berakhirnya kerja sama klub tersebut.

Jude Bellingham memiliki kualitas itu, namun sering dimainkan di berbagai posisi hingga perannya tak maksimal.

Krisis di Ruang Ganti

Masalah non-teknis turut mempercepat kejatuhan Xabi Alonso.

Gaya kepelatihannya yang detail dan sangat taktikal tidak sepenuhnya diterima pemain setelah era Ancelotti yang lebih santai.

Ketegangan memuncak saat Vinicius Junior beberapa kali ditarik keluar dan menunjukkan protes terbuka di Clasico.

Klub memilih tak menjatuhkan sanksi dan menyerahkan situasi kepada pelatih, namun konflik tak pernah benar-benar reda.

Retaknya hubungan dengan Vinicius, ditambah ruang ganti yang terbelah serta minimnya kontinuitas bagi pemain muda seperti Arda Guler dan Franco Mastantuono, menjadi faktor penentu.

Kekalahan di Jeddah

Keterbatasan membangun serangan dari belakang terlihat jelas di Piala Super Spanyol.

Baca Juga: Siapa Alvaro Arbeloa? Mantan Lawan Jordi Amat yang Jadi Caretaker Real Madrid

Saat melawan Atletico Madrid, Thibaut Courtois berkali-kali dipaksa melepas umpan panjang untuk menghindari tekanan lawan.

Real Madrid tampil seperti tim kecil, minim solusi, kurang berani, dan mengandalkan bola kedua.

Di klub sebesar Madrid, bukan hanya hasil yang dinilai, tetapi juga cara bermain, dan citra di Jeddah dinilai tak bisa ditoleransi.

Kontributor: Adam Ali

Load More