- PSSI memperkenalkan John Herdman, pelatih asal Inggris berusia 49 tahun, sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia pada 13 Januari 2026.
- Kursi pelatih Timnas Indonesia tidak stabil; Shin Tae-yong dipecat Januari 2025 setelah lima tahun dan Kluivert hanya sembilan bulan.
- Herdman menandatangani kontrak dua tahun, menyatakan optimisme menghadapi tekanan besar demi membawa timnas Indonesia naik kelas.
Suara.com - PSSI resmi memperkenalkan John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia pada Senin (13/1/2026) pagi.
Pelatih asal Inggris berusia 49 tahun ini menandatangani kontrak dua tahun.
Namun, pertanyaan besar menghantui pengangkatan Herdman, apakah dia akan mengalami nasib serupa seperti dua pendahulunya, Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, yang sama-sama dipecat di tengah jalan?
Atau justru Herdman mampu menyelesaikan kontraknya dan mencatatkan sejarah baru bagi sepak bola Indonesia?
Kutukan Kursi Panas Pelatih Timnas Indonesia
Kursi pelatih Timnas Indonesia sudah lama dikenal sebagai salah satu posisi paling tidak stabil dalam sepak bola Asia.
Sejak 2010, tidak ada satu pun pelatih yang bertahan lebih dari dua tahun penuh, kecuali Shin Tae-yong yang bertahan lima tahun sebelum akhirnya dipecat pada Januari 2025.
Shin Tae-yong, Lima Tahun Berakhir Tragis
Baca Juga: Kenapa John Herdman Tolak Honduras dan Pilih Indonesia? Singgung Soal Liga Profesional
Shin Tae-yong datang ke Indonesia pada Desember 2019 dengan rekam jejak cemerlang sebagai mantan pelatih Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018.
Selama lima tahun, dia mencatatkan prestasi luar biasa, 110 pertandingan (49 menang, 21 seri, 40 kalah), membawa Indonesia lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023, semifinal Piala Asia U-23 2024, dan yang paling membanggakan, lolos ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Namun, semua itu berakhir dramatis pada 6 Januari 2025.
Patrick Kluivert, Sembilan Bulan yang Menyakitkan
Legenda Barcelona Patrick Kluivert diumumkan sebagai pengganti Shin Tae-yong pada 8 Januari 2025 dengan kontrak dua tahun.
Ekspektasi publik sangat tinggi, Kluivert adalah nama besar dengan pengalaman internasional yang mumpuni.
Namun realita berbicara lain. Hanya dalam waktu sembilan bulan, tepatnya 16 Oktober 2025, PSSI memutuskan hubungan kerja dengan Kluivert melalui mekanisme mutual termination.
Dari delapan pertandingan yang ditangani, Kluivert hanya mencatatkan tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan empat kekalahan, persentase kemenangan hanya 37,5%.
John Herdman: Harapan Baru atau Sejarah yang Terulang?
Kini giliran John Herdman menghadapi tantangan yang sama. Dalam konferensi pers perdananya, Herdman tampak percaya diri dan optimistis.
"Timnas Indonesia layak naik kelas. Saya tidak takut dengan tekanan dari suporter Indonesia. Justru itu yang saya cari—kompetisi tingkat tinggi dan tantangan besar," ujar Herdman yang juga membawa serta timnya yang solid, termasuk Cesar Meylan sebagai pelatih fisik.
Herdman menolak tawaran Honduras untuk memilih Indonesia karena dia melihat potensi besar di Liga 1 yang profesional dan kualitas pemain diaspora yang terus berkembang.
"Indonesia memiliki liga yang profesional dan pemain-pemain berkualitas. Ini adalah proyek yang sangat menarik," katanya.
Berita Terkait
-
Kenapa John Herdman Tolak Honduras dan Pilih Indonesia? Singgung Soal Liga Profesional
-
John Herdman Mulai Disenggol para Komentator, Barisan 'Ternak STY' Bakal Berbalik Arah?
-
Tak Takut Dicaci! John Herdman Siap Dihantam Tekanan Suporter Indonesia
-
Jay Idzes Jadi Kunci! Ini Misi Awal John Herdman di Timnas Indonesia
-
John Herdman: Timnas Indonesia Layak Naik Kelas
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Dulu Bikin Gol Cantik ke Gawang Jepang, Pemain Keturunan Ini Malah Tak Bisa Dinaturalisasi PSSI
-
Detik-detik Menegangkan Lionel Messi Tersungkur Diterjang Fans dan Sekuriti di Puerto Rico
-
Pascal Struijk Lebih Pilih Inggris Ketimbang Timnas Indonesia Andai Gagal Bela Belanda
-
Jepang Dilarang Iri, Timnas Indonesia Lebih Hebat dari Raksasa Asia dalam Aspek Ini
-
Efek Maarten Paes? Ajax Suguhkan Kuliner Khas Indonesia saat Makan Siang, Ada Rendang hingga Soto
-
Eks Klub Justin Hubner Menggila, Jaga Asa Bertahan di Premier League usai Bungkam Aston Villa
-
Cerita Wayne Rooney: Lagi Kesal dengan Sir Alex Eh Lihat Kelakuan Anomali Diego Maradona
-
Derby Pemain Keturunan Indonesia di 16 Besar Europa League, Calvin Verdonk On Fire
-
3 Wakil Inggris vs 3 Klub Laliga, Siapa Lolos ke Perempatfinal Liga Champions?
-
Video Muka Linglung Lionel Messi Dibanting Penyusup Saat Laga Uji Coba Inter Miami