-
Piala AFF 2026 resmi digelar di luar kalender FIFA pada bulan Juli hingga Agustus.
-
Timnas Indonesia dan Malaysia sepakat menggunakan skuad muda sebagai ajang eksperimen kedalaman tim.
-
Pelatih John Herdman fokus mengidentifikasi talenta lokal baru untuk memperkuat masa depan tim Garuda.
Suara.com - Kompetisi sepak bola bergengsi tingkat Asia Tenggara Piala AFF 2026 kembali menghadapi tantangan klasik terkait jadwal penyelenggaraan turnamen.
Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Juli hingga Agustus mendatang dipastikan tetap berada di luar kalender resmi FIFA.
Kondisi ini memicu potensi konflik kepentingan antara manajemen klub profesional dengan kebutuhan tim nasional di kawasan ASEAN.
Sejumlah federasi sepak bola kini mulai mempertimbangkan opsi paling rasional dalam menentukan komposisi pemain yang akan dibawa.
Kebijakan menurunkan tim pelapis atau skuad lapis kedua menjadi solusi yang paling mungkin diambil oleh negara peserta.
Timnas Malaysia menjadi salah satu kontestan yang secara terang-terangan menyatakan kesiapannya untuk melakukan rotasi besar-besaran pemain.
Peter Cklamovski selaku nakhoda Harimau Malaya melihat situasi non-kalender FIFA ini sebagai sebuah keuntungan strategis jangka panjang.
Pelatih tersebut berencana menggunakan panggung regional ini untuk memberikan menit bermain bagi wajah-wajah baru di timnas.
Eksperimen ini diharapkan mampu memperkuat struktur kedalaman skuad Malaysia sebelum menghadapi kualifikasi turnamen tingkat Benua Asia.
Baca Juga: Jay Idzes dan Kevin Diks Absen di Piala AFF 2026, John Herdman Santai
“Piala ASEAN (AFF) mempersembahkan peluang pembangunan penting bagi kami,” ucap Cklamovski di akun resmi FAM, Kamis (15/1/2026).
Langkah berani ini diambil karena klub tidak memiliki landasan regulasi kuat untuk melepas pilar utama mereka saat kompetisi berjalan.
Cklamovski yakin bahwa memberikan jam terbang kepada pemain muda akan memberikan dampak positif bagi regenerasi tim nasional.
Eksperimen taktik dan personel akan menjadi fokus utama Malaysia dalam menghadapi persaingan ketat di fase grup mendatang.
"Melihat ia diadakan di luar kalender antarbangsa FIFA, ini membolehkan kami menambah lebih banyak pemain baru. Memberi pengalaman internasional buat pemain baru dan memperkuat kedalaman skuad Harimau Malaya.," tambahnya.
Hasil undian menempatkan Malaysia berada di Grup B yang dihuni oleh tim kuat seperti Thailand dan Filipina.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Cabut, Cesc Fabregas Blak-blakan Dibuat Kecewa Kiper Como
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- Powder Foundation Wardah untuk Kulit Sawo Matang Shade Apa? Ini 5 Pilihannya
- 5 Shio Beruntung Hari Ini 4 September 2026, Urusan Mulai Lancar
Pilihan
-
Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Anak Krakatau, PVMBG Jawab Kekhawatiran Potensi Tsunami
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Tengah Malam: Fenomena Lava Air Mancur Muncul
-
Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
Terkini
-
Motor Mungil Harga Rp84,5 Juta: Mengungkap Pesona Honda ST125 Dax yang Bikin 'Sultan' Rela Antre
-
Belum Juga Debut Mees Hilgers Bikin Pelatih SC Heerenveen Kecewa Berat
-
Pakar UMY Kritik Keras Penanganan Karhutla: Memidana 400 Orang Tak Bakal Buat Jera
-
Drama di Way Halim: Tandukan Allano Gagalkan Kemenangan Bajul Ijo di Laga Pembuka
-
Anggaran Cegah Karhutla Seret, Pemerintah Baru Bisa Bergerak Saat Api Membesar
-
Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Sandang Gelar Kanjeng Raden Haryo dari Keraton Surakarta
-
Adik Kejar Kakak Pakai Sajam di Pringsewu, Hanya Gara-gara Motor Rusak
-
Bedak Tabur Wardah Lightening Cocok untuk Kulit Apa? Ini Klaim dan Review Pembeli
-
Ekonomi yang Membentuk Isi Piring: Mengapa Makan Sehat Jadi Kemewahan?
-
Lima Parpol di DPRD Sepakati Wacana Memakzulkan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu