- John Heitinga, pelatih keturunan Indonesia, menolak tawaran PSSI menjadi pelatih kepala Timnas Indonesia.
- Keputusan mengejutkan ini diambil setelah Heitinga resmi menjadi asisten pelatih Tottenham Hotspur.
- Ia akan fokus membantu Thomas Frank menangani aspek pertahanan tim klub Inggris tersebut.
Suara.com - Pilihan karier yang mengejutkan diambil oleh pelatih keturunan Indonesia,John Heitinga.
Setelah secara tegas menolak kesempatan emas untuk menjadi pelatih kepala Timnas Indonesia, ia justru memilih peran sebagai 'bawahan' dengan menerima pinangan menjadi asisten pelatih di Tottenham Hotspur.
Seperti diketahui, nama John Heitinga sempat masuk dalam radar serius PSSI untuk menggantikan Patrick Kluivert.
Pendekatan pun telah dilakukan. Namun, pelatih keturunan Maluku ini ternyata tidak tertarik.
“Mantan pelatih Ajax menolak tawaran menjadi pelatih Timnas Indonesia,” tulis laporan Soccernews.nl bulan lalu.
“Menurut berbagai sumber, federasi sepak bola Indonesia baru-baru ini mendekatinya guna menanyakan apakah ia bersedia menjadi pelatih tim nasional mereka, tetapi Heitinga menolak tawaran itu untuk saat ini,” sambung laporan itu.
Meskipun laporan tersebut menyebut pintu masih sedikit terbuka untuk masa depan, keputusan Heitinga saat itu cukup mengejutkan, mengingat ia berstatus tanpa klub setelah dipecat oleh Ajax.
Sebulan berselang, teka-teki mengenai masa depannya akhirnya terjawab. Bertepatan dengan diresmikannya John Herdman sebagai nakhoda baru skuad Garuda, Heitinga justru diperkenalkan sebagai bagian dari staf kepelatihan Tottenham Hotspur.
Ia akan bertugas sebagai asisten untuk pelatih kepala, Thomas Frank dengan fokus utama pada lini pertahanan.
Baca Juga: Cedera Hamstring, Penyerang Tottenham Richarlison Menepi 7 Pekan
"John adalah tambahan luar biasa bagi staf pelatih kami," ucap Frank di laman resmi klub.
"Sebagai mantan bek, itulah yang akan menjadi tanggung jawabnya di lapangan latihan. Dan dia membawa pengalaman melatih dan memimpin dari seluruh level olahraga ini," sambungnya.
Keputusan Heitinga ini tak pelak memunculkan perdebatan. Mengapa ia lebih memilih menjadi orang kedua di sebuah klub yang sedang terpuruk ketimbang menjadi orang nomor satu di sebuah tim nasional yang ambisius.
Banyak yang menilai ini adalah pilihan yang lebih aman dari sisi tekanan. Menjadi pelatih Timnas Indonesia, dengan segala ekspektasi besarnya, jelas merupakan sebuah pekerjaan dengan risiko pemecatan yang tinggi.
Namun di sisi lain, ada pula spekulasi liar. Dengan posisi Thomas Frank yang juga sedang tidak aman, mungkinkah ini adalah strategi kuda troya dari Heitinga, di mana ia bisa saja naik pangkat jika Frank benar-benar dipecat oleh Tottenham.
Tag
Berita Terkait
-
Jay Idzes dan Kevin Diks Absen di Piala AFF 2026, John Herdman Santai
-
Tekad Putus Kutukan Runner-up! Rizky Ridho Pasang Target Juara Piala AFF 2026 di Era John Herdman
-
Jumpa Vietnam di Piala AFF 2026, John Herdman: Luar Biasa!
-
Terhindar dari Timnas Indonesia di Fase Grup Piala AFF 2026, Pelatih Thailand Senang
-
Winger Timnas Indonesia Dibidik Klub Promosi Eredivisie Belanda
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Naturalisasi Disetop Sementara, Erick Thohir Pilih Timnas Indonesia Tampil Apa Adanya
-
Pascal Struijk Jadi Rebutan 3 Klub Premier League, Makin Susah Dibujuk Bela Timnas Indonesia?
-
Jelang Piala AFF 2026, John Herdman Siapkan TC Khusus
-
Klub Semenjana dengan Jersey 'Menyala', Ada Eks Tim Jay Idzes
-
Timnas Indonesia U-17 Dipermalukan Malaysia di Kandang Sendiri, Kurniawan Pasang Badan
-
Buntut Kartu Merah dan Penalti yang Ditolak, Barcelona Kembali 'Serang' UEFA!
-
Taktik 'Gila' Eks Klub Calvin Verdonk Bikin Eropa Terpukau: Total Football Modern yang Kejam!
-
Bocoran FIFA Matchday Juni 2026: Erick Thohir Ungkap 3 Calon Lawan Timnas Indonesia
-
Tak Hanya Jago Olah Bola, 2 Pemain Timnas Indonesia Kini Resmi Sarjana!
-
Denmark, Polandia, hingga Nigeria, Siapa Lawan Timnas Indonesia di FIFA matchday Juni?