Bola / Bola Dunia
Sabtu, 17 Januari 2026 | 06:34 WIB
Calvin Verdonk (iG Lille)
Baca 10 detik
  • Paris Saint-Germain menang telak 3-0 atas Lille melalui gol Dembele dan Barcola.

  • Kemenangan ini membuat PSG semakin nyaman di posisi puncak klasemen sementara Ligue 1.

  • Pemain Timnas Indonesia Calvin Verdonk belum bisa bermain karena masih mengalami cedera fisik.

Suara.com - Pertarungan sengit terjadi di markas besar Paris Saint-Germain saat menjamu tantangan Lille dalam lanjutan kompetisi Ligue 1.

Stadion Parc des Princes menjadi saksi bisu keperkasaan tim asuhan tuan rumah yang tampil sangat percaya diri.

Sejak peluit pertama dibunyikan, intensitas pertandingan langsung memuncak dengan serangan cepat dari kedua belah kubu.

Publik tuan rumah sempat terdiam sejenak ketika tim tamu hampir saja mencetak gol pembuka di detik-detik awal.

Beruntung bagi Les Parisiens karena dewi fortuna masih berpihak pada pertahanan mereka yang cukup solid malam itu.

Lille menciptakan peluang emas hadir pertamanya pada menit pertama melalui sepakan Olivier Giroud dari luar kotak penalti, yang membentur tiang gawang PSG.

Kegagalan konversi gol dari Giroud tersebut seolah menjadi alarm bagi barisan pertahanan Paris Saint-Germain untuk lebih waspada.

Tuan rumah tidak butuh waktu lama untuk merespons ancaman tersebut dengan penguasaan bola yang sangat dominan.

Aliran bola dari kaki ke kaki diperagakan oleh Vitinha dan Fabian Ruiz untuk membongkar rapatnya pertahanan Lille.

Baca Juga: Dirumorkan Ogah Perpanjang Kontrak, Luis Enrique ke Manchester United?

Tetapi 12 menit kemudian PSG yang membuka keunggulan keran golnya melalui aksi individu yang sangat luar biasa.

Ousmane Dembele memecah kebuntuan dengan sebuah tendangan roket yang membuat pendukung tuan rumah bersorak kegirangan.

Dembele melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang gagal dihalau kiper Lille, Berke Ozer.

Kiper Berke Ozer tampak tidak berdaya menghalau laju bola yang meluncur sangat deras menuju sudut gawangnya.

Skor 1-0 tersebut membuat PSG semakin leluasa dalam mendikte tempo permainan di sisa waktu babak pertama.

Lille berusaha bangkit namun koordinasi lini tengah mereka seringkali patah sebelum sempat memasuki area terlarang lawan.

Load More