-
John Herdman resmi menjadi pelatih Timnas Indonesia dengan durasi kontrak selama dua tahun.
-
Hamka Hamzah meminta PSSI menjamin independensi pelatih baru dari segala bentuk intervensi teknis.
-
Adaptasi dengan kultur sepak bola Asia Tenggara menjadi tantangan utama bagi John Herdman.
Suara.com - Kepemimpinan teknis Timnas Indonesia berada di bawah kendali pelatih berpengalaman asal luar negeri.
Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk mendongkrak performa tim nasional di kancah internasional.
Harapan besar disematkan pada pundak sang arsitek lapangan hijau demi perubahan struktur tim yang signifikan.
Namun dukungan moral ini dibarengi dengan peringatan keras mengenai independensi dalam bekerja.
Mantan bek andalan nusantara Hamka Hamzah memberikan pandangan mendalam terkait penunjukan juru taktik baru tersebut.
Ia menekankan bahwa keberhasilan seorang pelatih sangat bergantung pada kebebasan dalam mengambil keputusan teknis.
Segala bentuk tekanan dari luar harus diredam agar fokus pembangunan tim tidak terpecah.
Kemandirian dalam menentukan pemain menjadi poin krusial yang harus dijamin oleh pihak federasi.
Tanpa adanya integritas sistem kerja yang bersih maka potensi terbaik tim sulit digali secara maksimal.
Baca Juga: Antara Kepulauan Solomon Atau Yunani yang Jadi Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Secara administratif PSSI telah mengesahkan status John Herdman sebagai nakhoda baru pada pertengahan Januari ini.
“Selamat ya, Timnas kita akhirnya mempunyai pelatih baru. Karena yang ditunggu-tunggu oleh pecinta sepak bola memang adalah pelatih tim nasional senior,” ujar Hamka beberapa waktu lalu.
Kesepakatan kerja sama antara kedua belah pihak tersebut direncanakan berjalan selama dua tahun ke depan.
Terdapat klausul penambahan masa bakti dua tahun lagi jika performa tim menunjukkan grafik peningkatan positif.
Keputusan merekrut mantan pelatih Kanada ini dipandang sebagai langkah visioner untuk mengejar ketertinggalan prestasi.
Meski memiliki profil mentereng namun tantangan di kawasan ASEAN tetap tidak bisa dipandang sebelah mata.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Kenyamanan Jadi Prioritas Baru dalam Mobilitas Warga Kota
-
Heboh Transpuan Bogor Dilempar Air Seni, Amnesty Duga Buntut dari Perpres 111/2025
-
Spanyol vs Argentina: 6 Faktor Penentu Juara Piala Dunia 2026
-
Mitra Grab Sambut Positif Skema Komisi 8 Persen, Sebut Tak Ada Lagi Potongan Tambahan
-
Korban Tewas Kecelakaan Sibolangit Dibawa ke RS Adam Malik, Kondisi Mengenaskan
-
Dengue Rugikan Indonesia Rp9 Triliun di 2024: Mengapa 3M Saja Tidak Lagi Cukup?
-
Penantian 18 Tahun Terbayar, 5 Ribu Penggemar 'Karaoke Massal' di Konser Peterpan Malaysia
-
6 Korban Kecelakaan Sibolangit Dirawat di RS Adam Malik, 1 Anak Luka Serius
-
Kisah Foto Ikonik Messi dan Bayi Lamine Yamal, Berujung Duel di Final Piala Dunia 2026
-
Bantargebang Berbenah, Sampah Warga Tetap Diangkut