- Pundit mantan pemain Manchester United di Sky Sports dikritik karena analisisnya terlalu sensasional dan emosional.
- Roy Keane menjadi sorotan utama karena komentarnya yang provokatif dan viral semenjak menjadi wajah utama sejak 2019.
- Gary Neville turut dikritik atas inkonsistensi analisisnya dan munculnya dugaan konflik kepentingan terkait United.
Suara.com - Peran legenda Manchester United sebagai pengamat sepak bola di Sky Sports menjadi sorotan.
Kritik tajam diarahkan kepada sejumlah mantan pemain Setan Merah yang kini rutin tampil sebagai pundit, seiring meningkatnya anggapan bahwa analisis yang mereka sajikan lebih mengedepankan sensasi ketimbang substansi.
Sky Sports, yang telah mengudara selama 36 tahun dalam meliput Premier League, dinilai mencapai titik jenuh dalam kualitas punditry.
Paparan berlebihan terhadap figur-figur ikonik, khususnya Roy Keane dan Gary Neville, justru dianggap menelanjangi kelemahan analisis mereka yang kerap kontradiktif dan emosional.
Roy Keane menjadi figur paling menonjol dalam kritik tersebut.
Mantan kapten Manchester United itu sempat menyatakan pada 2008 bahwa dirinya enggan menjadi pundit.
Namun sejak 2019, Keane justru menjadi wajah utama Sky Sports dan kerap melontarkan pernyataan keras yang mudah dipotong menjadi klip viral.
Menjelang derby Manchester terakhir, komentar Keane dinilai melampaui batas.
Ia melontarkan kritik menyeluruh terhadap hampir seluruh elemen Manchester United, bahkan sebelum pertandingan dimulai.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Menang Gugatan atas Juvenuts, Bianconeri Gagal Tarik Dana Rp172 Miliar
Sky Sports kemudian mengunggah sejumlah klip pernyataannya, memperkuat kesan bahwa opini provokatif kini menjadi komoditas utama siaran.
Kondisi tersebut membuat sebagian penggemar, khususnya pendukung Manchester United, mulai lelah.
Keane dan Neville dianggap terlalu sering merendahkan klub yang pernah mereka bela, atau justru berubah sikap ketika hasil pertandingan tidak sesuai dengan narasi sebelumnya.
Gary Neville pun tak luput dari kritik. Meski pernah dipuji berkat analisis mendalam bersama Jamie Carragher, Neville kini dinilai kerap inkonsisten.
Ia menuntut Manchester United menunjuk pelatih sesuai DNA klub namun sebelumnya mendorong perubahan sistem permainan yang justru bertolak belakang dengan prinsip tersebut.
Kedekatan personal Neville dengan sejumlah figur internal Manchester United juga memicu anggapan konflik kepentingan.
Berita Terkait
-
Cristiano Ronaldo Menang Gugatan atas Juvenuts, Bianconeri Gagal Tarik Dana Rp172 Miliar
-
Fabrizio Romano Bongkar Agenda Rahasia Manchester United Jelang Penutupan Bursa Transfer
-
Diserang Paul Scholes dan Nicky Butt, Roy Keane Pasang Badan Buat Lisandro Martinez
-
Hadapi Manchester United, Arteta Diminta Pinggirkan Viktor Gyokeres dan Pasang Jesus
-
Mulutmu Harimaumu! Cherki Dipermalukan United, Patrice Evra: Itu Balasanmu
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Irfan Bachdim Dukung Jepang di Piala Dunia 2026, Yakin Samurai Biru Melaju Jauh
-
Miris! Timnas Jepang Dapat Fasilitas Latihan Bak Tarkam di Piala Dunia 2026, Langsung Pindah
-
Korea Selatan Ingin Ulangi Kesuksesan 24 Tahun Silam di Piala Dunia 2026
-
Mathew Baker Beri Tanggapan Menyentuh Usai Ukir Rekor Debutan Termuda Timnas Indonesia
-
John Herdman Tuai Pujian Usai Berani Mainkan Wonderkid Timnas Indonesia Saat Bungkam Oman
-
Mathew Baker Sampai Kehilangan Kata-kata Sukses Debut Bersama Timnas Indonesia Senior
-
Gagalkan Penalti Oman, Emil Audero Harus Berterima Kasih kepada Elkan Baggott
-
Media Korsel Kaitkan Shin Tae-yong dengan Persija Jakarta
-
Mulai Lancar Bahasa Indonesia, John Herdman: Saya Capek Usai Kalahkan Oman
-
Mathew Baker Pecahkan Rekor Bersama Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi