Bola / Bola Indonesia
Selasa, 20 Januari 2026 | 17:01 WIB
Alfeandra Dewangga (Persib Bandung)
Baca 10 detik
  • Alfeandra Dewangga bertekad membawa Persib Bandung meraih gelar juara liga tiga kali berturut-turut.

  • Persib sukses memuncaki klasemen paruh musim setelah mengalahkan Persija Jakarta di Stadion GBLA.

  • Dewangga berharap pemain baru segera beradaptasi demi menjaga chemistry dan ambisi juara tim.

Suara.com - Langkah ambisius kini tengah diusung oleh bek andalan Persib Bandung yakni Alfeandra Dewangga.

Pemain bertahan tersebut memiliki tekad kuat membawa timnya meraih gelar juara untuk ketiga kalinya.

Target hattrick juara ini menjadi fokus utama setelah melihat performa konsisten tim Maung Bandung.

Ambisi besar ini disampaikan Dewangga usai melakoni laga krusial pada penutup putaran pertama kompetisi.

Stadion Gelora Bandung Lautan Api menjadi saksi bisu saat Persib menumbangkan sang rival Persija.

Skor tipis satu kosong atas Macan Kemayoran memastikan posisi Persib di puncak klasemen.

Saat ini tim kebanggaan Jawa Barat tersebut mengantongi total koleksi tiga puluh delapan poin.

Angka tersebut membuat mereka unggul tipis satu poin dari Borneo FC di peringkat kedua.

Sementara dengan Persija Jakarta, Persib kini sudah menjauh dengan selisih jarak tiga angka.

Baca Juga: Dibuang Persija Jakarta, Gustavo Franca Menyebrang ke Arema FC

“Pasti sesuai ekspektasi (juara paruh musim) karena kita ingin target juara lagi dan mencetak sejarah ya tiga kali juara berturut-turut di Indonesia,” kata Dewangga.

Pemain yang baru didatangkan dari PSIS Semarang ini sempat melewati masa sulit awal musim.

Pelatih Bojan Hodak tidak langsung memberikan menit bermain reguler kepada bek berusia 24 tahun tersebut.

Momen debutnya justru tercipta di kancah internasional yakni pada ajang Liga Champions Asia II.

Kala itu Dewangga masuk sebagai pemain pengganti saat Persib membungkam Selangor FC dua gol tanpa balas.

Pertandingan yang berlangsung pada 23 Oktober 2025 tersebut menjadi titik balik penting bagi dirinya.

Kepercayaan tim pelatih mulai tumbuh pesat saat Persib bertandang ke markas Madura United.

Dewangga tampil penuh selama sembilan puluh menit dalam laga yang berakhir dengan kemenangan telak tersebut.

Performa solidnya membuat Bojan Hodak mulai mempertimbangkan namanya sebagai pilihan utama di lini belakang.

Setelah kemenangan empat satu tersebut, posisi Dewangga di sisi sayap kiri semakin sulit digantikan.

Tercatat ia telah dimainkan sebanyak lima kali secara beruntun pada laga-laga berikutnya di kompetisi.

Empat dari lima penampilan terakhirnya dilalui dengan status sebagai pemain sebelas pertama atau starter.

Termasuk saat ia berhasil mengawal pertahanan Maung Bandung hingga tidak kebobolan saat menghadapi Persija Jakarta.

Pengalamannya yang telah mengantongi seratus lebih penampilan di liga tertinggi menjadi modal yang sangat berharga.

Apalagi Dewangga juga dikenal sebagai pemain langganan tim nasional dengan total lima belas caps sejauh ini.

Kematangan bermainnya di sisi kiri memberikan dimensi baru dalam skema bertahan dan menyerang Persib.

Kini fokus tim mulai beralih pada persiapan menyongsong putaran kedua Super League yang semakin ketat.

Berbagai isu mengenai kedatangan pemain anyar untuk memperkuat kedalaman skuad Persib pun mulai bermunculan.

Dewangga menyadari bahwa persaingan internal akan semakin meningkat dengan hadirnya para pemain baru tersebut.

Namun ia melihat hal tersebut sebagai langkah positif untuk menjaga peluang juara di akhir musim.

Baginya kepentingan tim tetap berada di atas segalanya demi mencapai target sejarah hattrick juara.

Ia sangat berharap proses penyatuan visi antara pemain lama dan baru bisa berjalan dengan mulus.

Adaptasi yang cepat dianggap sebagai kunci utama agar performa tim tidak menurun di paruh kedua.

“Persiapan khusus yang pasti, pasti ada, kita hanya ikuti arahan dari pelatih, apalagi ada banyak rumor pemain baru, ya saya harap pemain baru nanti bisa bergabung menyatukan chemistry dengan cepat,” ucap Dewangga.

Tantangan di putaran kedua dipastikan akan jauh lebih berat mengingat lawan juga berbenah.

Selain mengejar gelar liga, Persib juga masih harus membagi konsentrasi di kasta kompetisi Asia.

Load More