Bola / Bola Dunia
Rabu, 21 Januari 2026 | 08:00 WIB
Pep Guardiola ungkap alasan Manchester City kalah di Liga Champions. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Manchester City kalah telak 1-3 dari Bodo/Glimt pada Liga Champions 2025/2026, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB.
  • Pep Guardiola menyoroti absennya pemain sayap kunci sebagai penyebab utama tumpulnya kreativitas serangan timnya.
  • Kekalahan ini memperburuk rentetan hasil negatif City sepanjang tahun 2026, mengancam posisi mereka di klasemen Eropa.

Suara.com - Rentetan hasil negatif Manchester City di tahun 2026 berlanjut di panggung Eropa.

Secara mengejutkan, pasukan Pep Guardiola dipermalukan oleh wakil Norwegia, Bodo/Glimt dengan skor telak 1-3 pada matchday ke-7 Liga Champions 2025/2026, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB.

Petaka bagi The Citizens sudah datang sejak babak pertama. Skema serangan balik cepat yang mematikan dari Bodo/Glimt berhasil merobek jala gawang City dua kali hanya dalam rentang waktu dua menit.

Kasper Hogh menjadi mimpi buruk lewat gol tandukannya di menit ke-22 dan sontekan cerdiknya di menit ke-24.

Di babak kedua, penderitaan City bertambah saat Jens Petter Hauge memperlebar keunggulan menjadi 3-0 pada menit ke-58.

Harapan sempat muncul saat rekrutan baru, Rayan Cherki mencetak gol hiburan dua menit berselang.

Namun, kartu merah yang diterima Rodri pada menit ke-62 memupus segala upaya City untuk bangkit.

Selepas pertandingan, Pep Guardiola pun angkat bicara mengenai biang kerok di balik performa buruk timnya.

Pelatih asal Spanyol itu secara spesifik menyoroti absennya para pemain sayap andalan yang membuat kreativitas serangan timnya tumpul.

Baca Juga: Bukan Carrick Ball, Ternyata Ini Strategi Manchester United Saat Tekuk Manchester City

“Kami tidak memiliki Savinho, Jeremy, pemain sayap kami,” buka Guardiola, dikutip dari laman resmi klub.

Ia menambahkan bahwa kehilangan pilar di berbagai lini sangat memengaruhi konsistensi permainan timnya secara keseluruhan.

“Di lini lain, kami memiliki pemain yang tidak ada di sini dan mereka akan memberi kami konsistensi yang lebih baik,” tambahnya.

Kendati demikian, Guardiola tetap menunjukkan sportivitas dengan memberikan pujian tinggi kepada lawannya.

Ia mengakui bahwa Bodo/Glimt tampil sangat terorganisir dan berhasil membuat timnya menderita.

“Tentu saja kami kalah, tetapi saya tahu betapa bagusnya tim mereka, saya tidak meremehkan mereka,” ujarnya.

Load More