Bola / Bola Indonesia
Rabu, 21 Januari 2026 | 10:05 WIB
Timnas Filipina (FFF)
Baca 10 detik
  • Piala AFF 2026 dimulai 24 Juli dengan Filipina sebagai ancaman utama tim raksasa.

  • Filipina tergabung di Grup B bersama Thailand dan Malaysia setelah drawing di Jakarta.

  • Keberhasilan regenerasi pemain muda Filipina menjadi modal kuat untuk meraih trofi juara ASEAN.

Suara.com - Panggung sepak bola bergengsi di kawasan Asia Tenggara akan segera menyapa para penggemar setianya.

Turnamen Piala AFF 2026 dijadwalkan mulai bergulir pada 24 Juli sampai 26 Agustus tahun ini.

Persaingan ketat antarnegara sudah terasa sejak hasil pengundian grup diumumkan kepada publik luas.

Jakarta menjadi saksi bisu proses drawing yang diselenggarakan pada Kamis, 15 Januari 2026 silam.

Kini seluruh kontestan mulai memetakan strategi demi meraih supremasi tertinggi di tanah ASEAN.

Grup A akan dihuni oleh Vietnam yang datang dengan ambisi mempertahankan gelar juara mereka.

Timnas Indonesia juga tergabung dalam grup tersebut bersama Singapura, Kamboja, dan pemenang babak playoff.

Sementara itu, Grup B akan mempertemukan kekuatan Thailand, Malaysia, Filipina, Laos, serta Myanmar.

Melihat peta kekuatan yang ada, persaingan untuk memperebutkan tiket semifinal diprediksi akan sangat sengit.

Baca Juga: Akui Ganasnya John Herdman, Pelatih Thailand Beruntung Tak Segrup Timnas Indonesia di Piala AFF

Sorotan tajam kini justru tertuju pada kekuatan tersembunyi yang dimiliki oleh skuat Filipina.

Meskipun berada di Grup B, Filipina tidak bisa lagi dipandang sebelah mata oleh lawan.

Julukan "pembunuh tim besar" kini melekat erat pada identitas tim nasional berjuluk The Azkals.

Rekam jejak mereka dalam beberapa edisi terakhir menunjukkan lonjakan performa yang sangat signifikan.

Filipina tercatat sukses menembus babak semifinal pada penyelenggaraan Piala AFF tahun 2024 lalu.

Langkah impresif mereka saat itu baru terhenti setelah menyerah tipis secara agregat dari Thailand.

Kekuatan Filipina teruji saat mereka mampu menahan imbang Vietnam dengan skor 1-1 sebelumnya.

Bahkan Indonesia pernah merasakan pahitnya kekalahan 0-1 saat bertandang ke Solo menghadapi mereka.

Thailand pun sempat merasakan kehebatan Filipina saat dipaksa menyerah 1-2 di markas Manila.

Sejarah mencatat bahwa Filipina telah bertransformasi menjadi kekuatan yang sangat konsisten di wilayah ini.

Jauh sebelumnya pada tahun 2018, mereka juga berhasil menapakkan kaki hingga ke fase semifinal.

Kemenangan bersejarah 2-0 atas Vietnam di Hanoi pada 2010 masih diingat sebagai titik balik.

Kini dominasi Filipina tidak hanya terlihat pada level tim nasional senior mereka saja.

Keberhasilan Timnas Filipina U-23 menundukkan Indonesia di SEA Games 2025 menjadi bukti nyata regenerasi.

Perpaduan antara pemain senior berpengalaman dan talenta muda menjadi senjata rahasia yang mematikan.

Kombinasi skuat yang solid membuat mereka menjadi lawan yang sangat sulit untuk ditaklukkan.

Kike Linares dan Bjorn Kristensen diprediksi akan menjadi pilar utama dalam menjaga keseimbangan tim.

Kepemimpinan mereka di lapangan hijau sangat dibutuhkan untuk membimbing para pemain muda bertalenta.

Pelatih Carles Cuadrat telah mempersiapkan taktik khusus untuk menghadapi lawan-lawan tangguh di Grup B.

Juru taktik tersebut meyakini bahwa anak asuhnya mampu memberikan hasil yang di luar ekspektasi.

Kesiapan fisik dan mental para pemain menjadi fokus utama menjelang turnamen dimulai Juli nanti.

Dukungan penuh dari federasi diharapkan mampu memotivasi tim untuk melangkah lebih jauh lagi.

Publik sepak bola Asia Tenggara kini menanti apakah kejutan baru akan tercipta tahun ini.

Filipina kini bukan sekadar tim pelengkap yang bisa dikalahkan dengan mudah oleh negara lain.

Ujian sesungguhnya bagi tim-tim unggulan adalah meredam agresivitas yang dimiliki oleh skuat The Azkals.

Load More