- Brooklyn Beckham, putra David dan Victoria, kini sorotan publik karena konflik serius dengan orang tua.
- Tekanan mengikuti nama besar ayahnya menjadi alasan utama Brooklyn meninggalkan karier sepak bola profesionalnya.
- Arsenal merekrut Brooklyn ke akademi pada usia 15 tahun, namun tidak ditawari kontrak profesional selanjutnya.
Suara.com - Brooklyn Beckham tengah jadi sorotan publik setelah putra sulung David dan Victoria Beckham itu melontarkan pernyataan keras yang mengungkap konflik serius dengan orang tuanya.
Di balik drama keluarga yang viral, tersimpan kisah lama tentang gagalnya Brooklyn meniti karier sebagai pesepak bola profesional, termasuk saat membela akademi Arsenal.
Brooklyn secara terbuka mengakui bahwa ia tumbuh dengan kecemasan berat akibat tekanan nama besar sang ayah, David Beckham, salah satu gelandang terbaik dunia dengan 19 trofi sepanjang kariernya.
Tekanan itu disebut menjadi alasan utama Brooklyn akhirnya meninggalkan sepak bola.
Sejak kecil, Brooklyn sudah berada di bawah sorotan.
Pada usia empat tahun, ia sempat mengikuti program komunitas Tottenham Hotspur saat David Beckham masih menjadi kapten Timnas Inggris dan bintang Real Madrid.
Kala itu, banyak yang memuji potensinya dan berharap Brooklyn mampu mengikuti jejak sang ayah.
Ia kerap terlihat berlatih di klub-klub yang pernah dibela David, seperti PSG dan LA Galaxy. Puncak ekspektasi terjadi saat Brooklyn, di usia 15 tahun, menandatangani kontrak akademi Arsenal.
The Gunners bahkan disebut memenangkan persaingan dari Chelsea, Manchester United, QPR, dan Fulham untuk merekrutnya.
Baca Juga: Bikin Arsenal Sejago Sekarang, Mikel Arteta Dapat Ilmu Taktik dari Mana?
Sejumlah laporan kala itu menyebut pelatih Arsenal terkesan dengan kemampuan Brooklyn, yang bermain sebagai sayap kanan seperti ayahnya.
Hype semakin besar ketika ia masuk bangku cadangan tim Arsenal U-18 pada laga melawan Leicester City pada Februari 2015.
Namun, perjalanan Brooklyn di Hale End tak berjalan mulus. Penampilannya bersama tim U-18 ternyata menjadi titik tertinggi dalam karier sepak bolanya.
Tak lama setelah itu, Arsenal memutuskan tidak memberikan kontrak profesional, dengan alasan pemain lain di posisinya dinilai lebih berkembang.
Fakta lain yang mencuat, kehadiran Brooklyn di skuad U-18 disebut terjadi karena banyak pemain inti akademi Arsenal tengah mengikuti turnamen di Qatar.
Artinya, promosi Brooklyn dinilai lebih karena kondisi darurat ketimbang murni prestasi.
Berita Terkait
-
Bikin Arsenal Sejago Sekarang, Mikel Arteta Dapat Ilmu Taktik dari Mana?
-
Cetak Sejarah 140 Tahun, Arsenal Memang Favorit Juara Liga Champions Musim Ini
-
Klasemen Liga Champions: Arsenal Tak Tergoyahkan, Persaingan Sengit Tiket 16 Besar
-
PSG Diprediksi Jadi Tim Paling Mampu Gagalkan Kans Arsenal Juara Liga Champions
-
Alasan Arteta Lepas Ethan Nwaneri ke Marseille: Dia Butuh Jam Terbang yang Lebih Layak
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
Terkini
-
Unik! Mojang Jawa Barat Ini Tampilkan Kostum Persib Bandung di Puteri Indonesia 2026
-
Ricky Kambuaya Jadi Korban Rasisme, Kevin Diks Murka!
-
Momen Rizky Ridho Jadi Fotografer Dadakan untuk Emak-Emak Jelang PSIM Yogyakarta Vs Persija
-
Naik Turun Lille dan Calvin Verdonk Menjaga Asa ke Liga Champions Musim Depan
-
Eksel Runtukahu Ngebet Tambah Gol, Persija Incar Kemenangan Ketiga Beruntun Saat Jumpa PSIM
-
Liga Spanyol: Real Madrid Akhirnya Menang, Mbappe dan Vinicius Pahlawan
-
Timnas Putri Indonesia Alami Penurunan Ranking FIFA
-
PSIM Yogyakarta Ingin Tumbangkan Persija, Ze Valente Siap Mengamuk
-
Kata-kata Pelatih Chelsea Usai Klubnya Dihajar Telak Brighton and Hove Albion
-
Usai Sedekade Juara Premier League, Leicester City Kini Degradasi ke Kasta Tiga Liga Inggris