Bola / Bola Indonesia
Kamis, 22 Januari 2026 | 19:05 WIB
Pemain Fenerbahce, Jayden Oosterwolde (Instagram/jaydenoosterwolde)
Baca 10 detik
  • Jayden Oosterwolde memprioritaskan bela Timnas Belanda meski keluarganya terus mendorongnya memilih Indonesia.

  • Bek Fenerbahce ini memiliki darah Indonesia dari ibu dan garis keturunan Suriname dari ayah.

  • Oosterwolde tampil konsisten di Liga Turki dengan catatan 26 penampilan serta sumbangan satu gol.

Suara.com - Ambisi besar menyelimuti bek tangguh Fenerbahce yang kini tengah menjadi perbincangan hangat pecinta sepak bola.

Pemain bertahan yang memiliki darah campuran ini secara terbuka membahas masa depan karir internasional yang akan ditempuh.

Jayden Oosterwolde mengakui adanya gelombang permintaan besar agar dirinya segera berseragam Merah Putih di ajang dunia.

Dorongan yang sangat kuat ternyata datang dari internal keluarga besar sang pemain dari garis keturunan ibu.

Meskipun desakan tersebut sangat masif, pesepak bola berbakat ini belum bergeming dari pendirian awalnya untuk memilih negara.

Dalam sebuah perbincangan mendalam, ia mengungkapkan bahwa sanak saudaranya terus memantau perkembangan karirnya di kasta tertinggi.

Keluarga sering kali melontarkan pertanyaan mengenai kapan dirinya bersedia untuk memperkuat skuad Garuda di level senior.

Oosterwolde menjelaskan secara rinci mengenai keberagaman latar belakang etnis yang melekat kuat pada identitas dirinya saat ini.

Keadaan tersebut sebenarnya memungkinkan sang pemain untuk memilih salah satu dari tiga negara yang memiliki keterikatan darah.

Baca Juga: Diminta Keluarga Gabung Timnas Indonesia, Bek Fenerbahce Masih Intip Peluang Tembus Skuad Belanda

“Ya, masih menjadi mimpi saya untuk bermain bagi Timnas Belanda. Ibu saya berasal dari Indonesia dan ayah saya dari Suriname,” kata Jayden Oosterwolde.

Pernyataan tegas tersebut menunjukkan bahwa fokus utamanya masih tertuju pada peluang mengenakan seragam oranye yang legendaris itu.

Pemain yang baru menginjak usia 24 tahun tersebut merasa masih memiliki waktu panjang untuk membuktikan kualitas individunya di lapangan.

Keluarga besarnya ternyata tidak hanya sekali memberikan saran terkait pemilihan kewarganegaraan sepak bola yang sangat krusial ini.

Interaksi mengenai pemilihan tim nasional ini bahkan terjadi secara rutin dalam kurun waktu yang sangat singkat setiap bulannya.

“Mereka (keluarga) menghubungi saya hampir setiap bulan dan menanyakan apakah saya ingin bermain untuk Indonesia atau Suriname, tetapi saya masih ingin bermain untuk Timnas Belanda,” lanjut bek berusia 24 tahun tersebut.

Keyakinan Oosterwolde untuk bisa menembus tim utama Belanda didasari oleh performa solid yang ia tunjukkan saat ini.

Berkompetisi di liga papan atas memberikan rasa percaya diri ekstra baginya untuk bisa bersaing dengan bek top lainnya.

Ia merasa kemampuannya saat ini sedang berada dalam tren positif untuk menarik perhatian tim kepelatihan nasional di Belanda.

Dedikasi penuh sedang ia curahkan untuk memberikan performa maksimal agar impian sejak kecil tersebut bisa segera terwujud nyata.

“Saya rasa saya punya peluang untuk itu dan untuk menunjukkan kemampuan saya di sana. Jadi, itulah hal yang ingin saya perjuangkan,” tegasnya.

Identitas Oosterwolde memang sangat unik karena lahir dan tumbuh besar dalam lingkungan budaya Belanda yang sangat kental.

Ibunya merupakan sosok yang mewariskan darah Indonesia, sementara sang ayah memberikan garis keturunan kuat dari negara Suriname.

Perjalanan karirnya musim ini bersama klub raksasa asal Turki menunjukkan statistik yang sangat memuaskan bagi seorang pemain muda.

Hingga saat ini, ia telah dipercaya turun ke lapangan hijau sebanyak 26 kali dalam berbagai ajang kompetisi resmi.

Tercatat ada 16 pertandingan di kasta tertinggi Super Lig Turki yang telah ia jalani dengan performa yang sangat stabil.

Tidak hanya di liga domestik, ia juga mencicipi atmosfer ketat di kualifikasi Liga Champions dan juga ajang Liga Europa.

Kontribusinya bagi tim tidak hanya sebatas menjaga pertahanan, namun juga aktif dalam skema penyerangan yang dibangun oleh pelatih.

Satu gol dan satu assist telah berhasil ia bukukan untuk membantu timnya meraih poin-poin krusial di kancah sepak bola Turki.

Pengalaman bermain di turnamen seperti TFF Super Cup dan Turkish Cup semakin mematangkan mentalitas bertanding yang ia miliki sekarang.

Usia produktif yang ia miliki menjadikannya salah satu aset properti panas yang masih bisa menentukan arah masa depannya nanti.

Meskipun pintu untuk Indonesia masih tertutup untuk saat ini, para penggemar sepak bola tanah air terus memberikan dukungan.

Fenomena pemain keturunan memang sedang menjadi tren positif dalam membangun kekuatan baru bagi skuad asuhan pelatih saat ini.

Oosterwolde sendiri belum menutup kemungkinan secara absolut di masa yang akan datang jika situasi karirnya mengalami perubahan drastis.

Namun untuk saat ini, profesionalisme bersama klub dan ambisi menuju timnas Belanda menjadi prioritas nomor satu yang tidak tergantikan.

Publik kini tinggal menunggu sejauh mana konsistensi pemain ini di Eropa akan membawanya ke panggung internasional yang ia dambakan.

Load More