Bola / Liga Inggris
Senin, 26 Januari 2026 | 10:42 WIB
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, usai kalah dari Manchester United. (Dok. Arsenal)
Baca 10 detik
  • Arsenal secara dramatis kalah 2-3 dari Manchester United pada 26 Januari 2026, gagal menjauh di puncak klasemen.
  • Pelatih Mikel Arteta menantang skuadnya menunjukkan kualitas kandidat juara Premier League setelah reaksi keras suporter.
  • Kekalahan disebabkan inefisiensi tim dan kesalahan individu, meskipun sebelumnya menunjukkan performa sangat baik di Milan.

Suara.com - Kekalahan dramatis Arsenal dari Manchester United memicu reaksi keras dari publik Emirates Stadium, Senin (26/1/2026).

Mikel Arteta pun angkat bicara, menantang anak asuhnya untuk membuktikan kualitas sebagai kandidat juara Premier League.

Arsenal harus menelan kekalahan pahit 2-3 dari Manchester United dalam laga lanjutan Premier League.

Hasil tersebut disambut sorakan boo dari suporter tuan rumah, yang kecewa melihat timnya kembali gagal mengamankan poin penuh di laga krusial.

The Gunners sempat mengira laga akan berakhir imbang setelah gol Mikel Merino pada menit ke-84. Namun harapan itu pupus hanya tiga menit kemudian, ketika Matheus Cunha mencetak gol kemenangan untuk Manchester United.

Hasil ini membuat Arsenal gagal memperlebar jarak di puncak klasemen. Mereka tetap unggul empat poin dari Manchester City, padahal berpeluang menjauh hingga tujuh poin.

Menanggapi reaksi keras suporter, Mikel Arteta tidak mencari pembenaran. Pelatih asal Spanyol itu justru menantang para pemainnya untuk naik level sebagai tim kandidat juara.

“Tidak masalah dengan reaksi penonton. Kami harus melakukan lebih, tidak ada pilihan lain. Kami harus memberikan yang terbaik,” ujar Arteta dikutip dari Dailymail.

“Hari ini kami memang berusaha, tapi kami tidak cukup efisien melawan tim yang sangat terorganisasi. Kami juga dihukum karena kesalahan kami sendiri,” tambahnya.

Baca Juga: Izin! Kumpulan Meme dan Video Kocak Usai Kemenangan MU atas Arsenal

Menurut Arteta, tekanan dari suporter adalah hal yang wajar dalam perebutan gelar juara.

“Semua orang ingin menang. Suporter ingin tim ini membuat keputusan terbaik untuk memenangkan pertandingan. Kami harus melewati situasi seperti ini,” tegasnya.

Legenda Arsenal, Patrick Vieira, sebelumnya menyoroti lemahnya mental strength skuad Arsenal saat ini.

Kritik itu muncul setelah kekalahan dari MU, termasuk kesalahan tak biasa Martin Zubimendi dalam proses gol Bryan Mbeumo.

Arteta menanggapi kritik tersebut dengan kepala dingin.

“Itu tidak masalah. Kami menerima semua opini. Semua orang punya alasan masing-masing,” kata Arteta.

Load More