Bola / Bola Indonesia
Selasa, 27 Januari 2026 | 18:05 WIB
Dion Markx (Persib)
Baca 10 detik
  • Bojan Hodak merekrut Layvin Kurzawa dan Dion Markx untuk memperkuat lini pertahanan Persib.

  • Kedatangan kedua pemain ini bertujuan menggantikan posisi Rezaldi dan Al Hamra Hehanussa.

  • Pelatih meminta pendukung bersabar menunggu proses adaptasi fisik Kurzawa di lapangan hijau.

Suara.com - Lini pertahanan Persib Bandung kini memasuki babak baru dengan hadirnya dua penggawa anyar yang berkualitas.

Bojan Hodak selaku juru taktik menaruh ekspektasi tinggi kepada Layvin Kurzawa serta bek muda Dion Markx.

Kedatangan mereka diproyeksikan untuk menjaga stabilitas tim dalam mengarungi ketatnya kompetisi Super League 2025/26.

Selain liga domestik, Maung Bandung juga mempersiapkan diri untuk bertarung di ajang AFC Champions League Two.

Hodak merasa perlu melakukan penyegaran skuad demi menjaga kedalaman tim yang mulai menipis di area krusial.

Kehadiran dua pemain ini dimaksudkan untuk menutup celah yang ditinggalkan oleh Muhammad Rezaldi Hehanussa.

Al Hamra Hehanussa juga resmi dipinjamkan ke Persik Kediri pada jendela transfer putaran kedua ini.

Kekosongan posisi bek kiri dan bek tengah menjadi alasan utama manajemen bergerak cepat mencari pengganti sepadan.

Strategi peminjaman pemain tersebut memaksa Persib untuk mencari amunisi baru yang siap tempur di lapangan.

Baca Juga: Ditanya Peluang Latih Klub Super League, Shin Tae-yong Justru Ngaku Ingin Beli Tim Indonesia

Bojan Hodak menegaskan bahwa kebutuhan tim akan pemain bertahan merupakan prioritas yang sangat mendesak sekarang.

"Dua pemain baru ini bagus untuk kami. Sebab, kami agak kekurangan stok setelah Rezaldi dan Hamra pergi. Kami butuh tambahan di bek kiri dan satu bek tengah," ujar pelatih asal Kroasia tersebut.

Dion Markx didatangkan bukan hanya sebagai pelengkap, melainkan sebagai investasi jangka panjang klub kebanggaan Jawa Barat.

Pemain yang juga memperkuat Tim Nasional Indonesia U-23 ini diharapkan mampu menunjukkan performa yang konsisten.

Hodak melihat ada kemiripan profil antara Dion dengan beberapa talenta muda yang sudah sukses sebelumnya.

Proses adaptasi yang cepat akan menjadi kunci bagi Dion untuk bisa menembus skuad utama musim ini.

Ambisi besar pelatih adalah melihat pemain muda mampu memberikan kontribusi nyata dalam setiap pertandingan besar.

"Dion itu seperti Kakang dan Robi, dia pemain U-23. Kami mencari pemain muda yang bisa berkembang pesat dalam waktu singkat," tambah Bojan.

Persib saat ini memang tengah gencar memberikan ruang bagi para pemain berbakat di kategori usia muda.

Daftar pemain muda klub kini semakin lengkap dengan kehadiran Dion di antara nama-nama potensial lainnya.

Sebelumnya, sudah ada sosok Zulkifli Lukmansyah dan Nazriel Alvaro yang mulai mencuri perhatian di tim.

Sektor penjaga gawang juga memiliki aset masa depan dalam diri pemain muda berbakat Fitrah Maulana.

Persaingan sehat di internal tim diharapkan dapat memicu peningkatan kualitas individu secara signifikan bagi mereka.

"Mereka adalah masa depan klub. Semuanya perlu berlatih dan mendapatkan kesempatan untuk melihat siapa yang bisa masuk tim utama nantinya," jelasnya.

Sorotan utama tentu tertuju pada sosok Layvin Kurzawa yang memiliki rekam jejak mentereng di Eropa.

Pengalamannya memperkuat raksasa Prancis, Paris Saint-Germain, dianggap akan memberikan dampak besar bagi citra sepak bola Indonesia.

Hodak meyakini kualitas teknis Kurzawa akan meningkatkan standar permainan Persib di level kompetisi internasional.

Meski demikian, sang pelatih meminta semua pihak untuk tetap bersikap realistis terkait kondisi kebugaran sang pemain.

Proses pengembalian performa fisik terbaik Kurzawa akan dilakukan secara bertahap oleh staf kepelatihan Persib.

"Dalam 3,5 bulan ke depan, kita akan menjalani minimal 19 hingga 25 pertandingan, jadi pasti ada menit bermain untuknya," tegasnya.

Kurzawa memang sempat absen bertanding dalam waktu yang cukup lama sebelum memutuskan untuk berlabuh ke Bandung.

Situasi ini mirip dengan proses yang pernah dilalui oleh pemain asing Persib sebelumnya seperti Federico Barba.

Stefano Beltrame juga membutuhkan waktu khusus untuk menemukan sentuhan terbaiknya setelah lama tidak bermain di kompetisi.

Kesabaran manajemen dan pendukung sangat diperlukan agar Kurzawa bisa memberikan kemampuan maksimalnya sesuai dengan harapan tim.

Bojan Hodak optimis bahwa pengalaman Kurzawa akan berbicara banyak saat ia sudah mencapai level kebugaran ideal.

"Kami akan melakukannya perlahan. Kita tahu dia sudah lama tidak bermain, sama seperti kasus (Federico) Barba atau Stefano Beltrame dulu."

"Pemain yang absen beberapa bulan butuh waktu, tapi dia punya kualitas yang kita butuhkan. Kami akan bersabar," pungkasnya.

Load More