-
The Jakmania belum merasa puas terhadap transfer pemain baru Persija karena performanya belum teruji.
-
Ketua Jakmania menuntut aksi nyata Shayne Pattynama dan Paulo Ricardo di pertandingan mendatang.
-
Adaptasi dan chemistry pemain baru menjadi kunci utama kesuksesan Persija Jakarta di lapangan.
Suara.com - Ambisi besar manajemen Persija Jakarta dalam memburu pemain di bursa transfer musim dingin 2025/2026 ternyata belum memberikan ketenangan bagi suporter.
Meskipun empat pemain berkualitas telah resmi berseragam Macan Kemayoran, pendukung garis keras mereka masih menyimpan keraguan mendalam.
The Jakmania berpendapat bahwa rekam jejak mentereng di atas kertas bukanlah jaminan kesuksesan seorang pemain di Jakarta.
Ketua Umum The Jakmania, Diky Budi Ramadhan, menyampaikan pandangannya terkait gelombang kedatangan pemain baru ke tim ibu kota tersebut.
Ia menegaskan bahwa kepuasan suporter hanya akan lahir jika para pemain mampu memberikan dampak instan bagi klub.
Diky tidak ingin terburu-buru memberikan pujian setinggi langit kepada wajah-wajah baru di skuad Carlos Pena.
“Kalau dibilang puas, sih, belum ya. Karena belum teruji,” ujar Diky kepada awak media.
Persija memang berhasil mengamankan tanda tangan Fajar Fathurrahman, Alaaeddine Ajaraie, Paulo Ricardo, hingga bek timnas Shayne Pattynama.
Namun, kendala utama yang dirasakan suporter adalah minimnya kesempatan bermain yang didapatkan oleh para rekrutan anyar ini.
Baca Juga: Segini Gaji Shayne Pattynama di Buriram United, Persija Membayar Sama?
Hingga saat ini, baru sebagian kecil dari mereka yang sudah merasakan rumput hijau bersama tim utama Persija.
Situasi ini membuat para pendukung masih meraba-raba sejauh mana kekuatan asli tim setelah bursa transfer dibuka.
“Yang baru main kan Alaaeddine sama Fajar. Paulo Ricardo kita belum lihat, Shayne juga belum lihat,” katanya.
Jakmania menganggap bahwa durasi bermain adalah indikator utama untuk memberikan penilaian objektif terhadap kualitas pemain.
Hanya melalui kompetisi resmi, kapasitas mental dan fisik pemain asing maupun lokal bisa benar-benar diuji.
Diky sangat menekankan bahwa kontribusi nyata jauh lebih berharga daripada sekadar reputasi atau CV yang mengilap.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Viral! Jurnalis Perempuan Jadi Korban Pelecehan saat Liputan Piala Dunia 2026
-
Alasan Mantan Anak Emas John Herdman Absen di Laga Kanada vs Bosnia
-
Fakta vs Klaim FIFA: Benarkah Banyak Kursi Kosong di Piala Dunia 2026?
-
Penampakan Stadion Terburuk Piala Dunia 2026: Angin Kencang Bikin Tribun Goyang
-
Alasan Mengejutkan Trump Ogah Datang Pada Laga Perdana AS di Piala Dunia 2026
-
Sindiran Menohok Infantino: Piala Dunia Tambah Peserta, Italia Belum Tentu Lolos
-
Cristiano Ronaldo: Portugal Bukan Favorit Juara Piala Dunia 2026
-
Depresi Sejak Usia Muda ke Panggung Piala Dunia 2026: Kisah Kelam Striker Brasil Igor Thiago
-
Gegara Lagu Kebangsaan, Spanyol Jadi Negara Paling Dibenci di Piala Dunia 2026, Kok Bisa?
-
Mind Corner di Liga Universitas 2026, Ruang Menyadari Pentingnya Kesehatan Mental dan Perdamaian