- Antonio Conte memuji Arsenal sebagai contoh ideal tim Eropa karena dominasi set-piece sebelum laga Napoli versus Chelsea.
- Conte menekankan bahwa sepak bola modern berevolusi cepat menuntut adaptasi taktik, termasuk memaksimalkan bola mati.
- Pelatih tersebut juga menilai proyek pembangunan masa depan Chelsea saat ini menunjukkan visi jangka panjang klub.
Suara.com - Pelatih Napoli, Antonio Conte, melontarkan pujian tinggi kepada Arsenal jelang laga krusial timnya melawan Chelsea di Liga Champions.
Conte menyebut The Gunners sebagai contoh ideal bagi klub-klub Eropa, khususnya dalam memaksimalkan situasi bola mati (set-piece) sebagai senjata utama mencetak gol.
Pernyataan itu disampaikan Conte dalam konferensi pers pra-pertandingan Napoli vs Chelsea di Stadion Diego Armando Maradona, Kamis (29/1) dinihari WIB.
Conte menyoroti dominasi Arsenal di Liga Champions musim ini. Tim asuhan Mikel Arteta sukses menyapu bersih tujuh kemenangan dan hampir pasti finis sebagai juara fase liga.
Data menunjukkan 29 persen gol Arsenal musim ini berasal dari situasi bola mati, baik di Premier League maupun Liga Champions.
“Arsenal sedang mendominasi dan menjadi contoh dalam set-piece. Semua tim sekarang melihat aspek ini,” ujar Conte dilansir dari Metro.uk
Menurutnya, sepak bola modern telah berubah drastis dan menuntut adaptasi cepat dari setiap tim.
“Sepak bola berkembang sangat cepat. Jika tidak mengikuti perubahan, Anda akan tertinggal. Sekarang semua tim harus bisa mendominasi permainan, menekan tinggi, dan memanfaatkan setiap detail kecil, termasuk lemparan jauh dan bola mati,” jelasnya.
Conte bahkan menegaskan bahwa lemparan ke dalam jarak jauh kini memiliki nilai taktis setara dengan sepak pojok.
Baca Juga: Kabar Buruk Buat Carrick, Patrick Dorgu Menepi 10 Pekan dari Manchester United
“Pemain dengan lemparan jauh itu penting, karena itu seperti corner. Setiap bola mati sekarang adalah peluang mencetak gol,” tambahnya.
Pelatih asal Italia itu menekankan pentingnya evolusi taktik dan adaptasi klub terhadap perubahan zaman.
“Kalau ingin tetap di level tertinggi, Anda harus terus belajar dan beradaptasi. Kalau ingin biasa-biasa saja, tetaplah dengan cara lama. Tapi kalau ingin jadi yang terbaik, Anda harus mengikuti perkembangan sepak bola,” tegas Conte.
Selain Arsenal, Conte juga memberikan pujian kepada Chelsea, klub yang pernah ia latih dan bawa juara Premier League.
“Chelsea sedang membangun sesuatu untuk masa depan. Mereka berinvestasi besar, mendatangkan pemain muda berkualitas. Proyek mereka jelas,” kata Conte.
Ia menyebut bahwa proyek Chelsea saat ini menunjukkan visi jangka panjang, meski penuh tantangan karena memadukan pemain muda dan berpengalaman.
Berita Terkait
-
Kabar Buruk Buat Carrick, Patrick Dorgu Menepi 10 Pekan dari Manchester United
-
Barcelona vs Copenhagen: Misi Blaugrana Jaga Rekor Unbeaten Lawan Wakil Denmark di Camp Nou
-
Sanksi FA Hantui Matheus Cunha Usai Selebrasi Kasar Saat Manchester United Bungkam Arsenal
-
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Bayern Munich: Misi Bangkit Die Roten
-
Prediksi Skor Arsenal vs Kairat: The Gunners Bakal Pesta Gol di Emirates
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Bedah Rapor 11 Penyerang yang Dipanggil Timnas Indonesia, Siapa Layak Jadi Andalan John Herdman
-
Bangkit dari Keterpurukan, Jan Olde Riekerink Jadikan Laga Kontra Persija sebagai Pelampiasan
-
Persib Ulang Tahun ke-93, Umuh Muchtar Berharap Hattrick Juara
-
3 Pemain dengan Caps Terbanyak di Timnas Indonesia yang Dipanggil John Herdman
-
Borneo FC Lagi Garang-garangnya, Nadeo Harap Pesut Etam Lumat Persib di Samarinda
-
Tak Terbeban Nama Besar Ayah, Rafa Abdurrahman Fokus Buktikan Diri di Timnas Indonesia U-20
-
Dukungan untuk Iran di Piala Dunia 2026 Bikin Keisuke Honda Kehilangan Kontrak dari Perusahaan AS
-
Bek Persib Frans Putros Soroti Situasi Timur Tengah Jelang Play-off Piala Dunia 2026
-
Posisi Maarten Paes Aman di Bawah Pelatih Anyar Ajax Amsterdam?
-
Pernah Ditemui Indra Sjafri, Winger Keturunan Indonesia Teken Kontrak di FC Twente