-
PSSI menggelar rapat darurat guna mengatasi maraknya insiden kekerasan brutal pemain di Liga 4.
-
Federasi akan menambah regulasi sanksi yang juga menyasar pelatih hingga klub yang terlibat kekerasan.
-
Zainudin Amali menegaskan insiden daerah dipantau FIFA dan dapat merusak citra sepak bola nasional.
“Akibat dari tindakan sejumlah pemain, media sosial menjadi sangat ramai dan mendiskreditkan nama sepak bola Indonesia, khususnya PSSI,” kata Yunus.
PSSI kini tengah menggodok revisi aturan guna memberikan efek jera yang lebih nyata bagi para pelanggar disiplin.
Hukuman ke depan dipastikan tidak akan hanya menyentuh individu pemain yang melakukan pelanggaran fisik di lapangan.
Federasi berkomitmen untuk mengejar pertanggungjawaban dari seluruh elemen yang terlibat dalam sebuah kesebelasan yang bermasalah.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap klub memiliki tanggung jawab moral atas perilaku anggotanya selama pertandingan berlangsung.
“Apabila terjadi hal-hal luar biasa, maka akan dilakukan evaluasi serta penambahan regulasi Liga 4 untuk memberikan sanksi. Sanksi tersebut tidak hanya ditujukan kepada pemain, tetapi juga kepada pelatih, manajer, ofisial, bahkan kepada klubnya,” ujarnya.
Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali, mengingatkan bahwa setiap konflik di lapangan akan membentuk opini publik secara umum.
Masyarakat internasional cenderung melihat satu insiden di daerah sebagai representasi dari kualitas sepak bola nasional Indonesia seutuhnya.
Ia menekankan bahwa tidak ada dikotomi antara kejadian di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pertandingan level nasional.
Baca Juga: Dion Markx Join ke Liga Indonesia, Efek Misi Juara AFF Cup Jadi Prioritas?
Pandangan kolektif ini menjadi beban bagi federasi untuk menjaga standar perilaku di seluruh tingkatan kompetisi tanpa terkecuali.
“Kejadian di mana pun dan apa pun yang terjadi, itu akan selalu dilihat sebagai peristiwa sepak bola Indonesia. Terjadi di kabupaten, terjadi di provinsi, apalagi di tingkat nasional,” ujar Zainudin.
Amali menegaskan bahwa Indonesia saat ini sedang berada dalam radar pengawasan ketat organisasi sepak bola internasional.
Setiap catatan buruk di liga amatir berisiko mengganggu rapor Indonesia dalam penilaian berkala yang dilakukan oleh FIFA.
Reputasi yang sudah dibangun susah payah melalui prestasi tim nasional tidak boleh hancur karena perilaku kasar di kompetisi bawah.
Dukungan teknis dan kepercayaan dari AFC juga bisa tergerus jika federasi tidak mampu mengendalikan disiplin di wilayahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
IHSG Anjlok 6% Lebih, Rekor Terburuk di Era Menkeu Purbaya
-
Festival Bidar Palembang: Tradisi Sungai Musi yang Bertahan Sejak Zaman Kesultanan
-
IHSG 'Kebakaran' Imbas Kabar MSCI, Saham-saham Idola Pasar Mendadak ARB!
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
Terkini
-
Di Balik Transfer Maarten Paes ke Ajax Amsterdam, Ada Restu Denny Landzaat dan Jordi Cruyff
-
Maarten Paes Tolak Feyenoord Pilih Ajax, Peran Jordi Cruyff dan Denny Landzaat Jadi Kunci
-
Bakal Bela Ajax Amsterdam, Maarten Paes Cuma Jadi Kiper Pilihan Ketiga?
-
Maarten Paes Selangkah Lagi ke Ajax Dikontrak 3,5 Tahun Ditebus Cuma Rp19,8 Miliar
-
Cabut dari FC Dallas, Maarten Paes Akhirnya Resmi Pulang Kampung
-
Desakan Boikot Piala Dunia 2026 Menguat di Belanda, Ribuan Warga Tandatangan Petisi Penolakan
-
Timnas Inggris Ingin Bermarkas di 'Jantung Amerika' Selama Perhelatan Piala Dunia 2026
-
Kapan Timnas Futsal Indonesia Main Lagi Usai Gilas Korsel 5-0?
-
H-134 Piala Dunia 2026: Harga Hotel di AS, Kanada dan Meksiko Meroket, Suporter Berebut Reservasi
-
Andrew Jung Tak Menyangka Satu Tim dengan Layvin Kurzawa