- Juventus, dipastikan lolos play-off, akan tampil tanpa tekanan saat melawan AS Monaco di Stade Louis-II.
- Pelatih Spalletti melihat laga tanpa tekanan ini sebagai kesempatan menguji karakter sejati timnya yang sedang dalam performa menanjak.
- Spalletti mengonfirmasi rotasi besar pemain karena jadwal padat, namun standar permainan tinggi tetap ditargetkan dalam duel tersebut.
Suara.com - Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, menegaskan bahwa timnya akan tampil tanpa tekanan saat menghadapi AS Monaco dalam laga Liga Champions di Stade Louis-II.
Meski sudah memastikan tiket ke babak play-off, Juventus tetap menargetkan kemenangan dan berpeluang menyusup ke delapan besar klasemen fase liga.
Dengan koleksi 12 poin dari tujuh laga, Juventus telah mengamankan posisi aman di zona play-off.
Performa mereka juga tengah menanjak setelah mencatat tiga kemenangan beruntun di Liga Champions atas Bodo/Glimt, Pafos, dan Benfica.
Kepercayaan diri Bianconeri semakin tinggi setelah kemenangan telak 3-0 atas Napoli di Serie A akhir pekan lalu.
Namun, Spalletti justru menilai kondisi tanpa tekanan menjadi kesempatan ideal untuk melihat karakter sejati timnya.
“Tidak ada cara yang lebih baik untuk membuktikan performa kami saat ini. Kami tidak berada dalam situasi harus menang karena tekanan hasil, jadi mari kita lihat apa yang bisa kami lakukan ketika bermain dengan pikiran bebas,” ujar Spalletti dilansir dari Beinsports.
Menurutnya, laga melawan Monaco akan berjalan terbuka dan menarik karena kedua tim memiliki kepentingan berbeda.
Monaco berada di posisi ke-21 klasemen fase liga dan terancam tersingkir jika gagal meraih hasil positif.
Baca Juga: Dortmund Kalah Sekali dari 21 Laga Kandang, Cristian Chivu Wanti-wanti Pemain Inter Milan
“Monaco tidak bisa bermain aman dan menunggu. Mereka harus bermain terbuka. Kami juga datang untuk menang, untuk mengejar sesuatu yang lebih,” tegasnya.
Meski demikian, secara historis Juventus memiliki catatan tandang yang kurang baik saat menghadapi klub-klub Prancis di Liga Champions.
Dari 11 laga tandang, Juventus hanya menang dua kali, dan salah satunya terjadi saat menghadapi Monaco pada 2017.
Pertemuan kali ini juga menjadi duel pertama kedua tim sejak semifinal Liga Champions 2016/2017, ketika Juventus melaju ke final setelah menang kandang-tandang.
Spalletti juga mengonfirmasi akan melakukan rotasi besar dalam laga ini. Padatnya jadwal menjadi alasan utama perubahan komposisi pemain, meski target performa tetap tinggi.
“Kami bermain dua hari lalu dan akan bermain lagi dua hari setelah ini. Jadi akan ada beberapa penyesuaian,” jelasnya.
Berita Terkait
-
Dortmund Kalah Sekali dari 21 Laga Kandang, Cristian Chivu Wanti-wanti Pemain Inter Milan
-
Bayern Munich Tak Mau Lembek Lawan PSV, Vincent Kompany Janjikan Permainan Tensi Tinggi
-
Jelang Napoli vs Chelsea, Antonio Conte Puji Setinggi Langit Taktik Bola Mati Arsenal
-
Barcelona vs Copenhagen: Misi Blaugrana Jaga Rekor Unbeaten Lawan Wakil Denmark di Camp Nou
-
Youssef En-Nesyri Batal ke Juventus, Bianconeri Bidik Joshua Zirkzee
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jelang Hadapi Maroko, Carlo Ancelotti Ingatkan Pemain Brasil Soal Ini
-
'Kang Asgar' Brasil Jadi Faktor X Neymar Dkk Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Pekerja di Brasil Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Tanpa Takut di PHK atau Potong Gaji, di Indonesia?
-
Ngeri! Mayat Dalam Bagasi Terbungkus Plastik Hitam Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran
-
Ramalan Kabala Nostradamus: Dua Raksasa Ini Bakal Bertemu di Final Piala Dunia 2026
-
Tak Hanya Jago Taktik, Skill Poliglot Carlo Ancelotti Bisa Jadi Senjata Rahasia Brasil
-
Disia-siakan Arsenal! Folarin Balogun Jelmaan Ian Wright yang Mengamuk di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Brasil vs Maroko: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti