- Juventus bermain imbang 0-0 melawan AS Monaco pada Kamis (29/1), memicu kritik Spalletti atas kualitas permainan dan tempo timnya.
- Spalletti menyoroti kesulitan timnya menghadapi serangan balik agresif Monaco yang menyebabkan penurunan performa individu pemain.
- Meski hasil imbang cukup, Juventus menutup fase liga di posisi ke-13 dan akan menghadapi babak play-off Liga Champions.
Suara.com - Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, mengakui performa timnya belum maksimal usai bermain imbang 0-0 melawan AS Monaco pada laga terakhir fase liga Liga Champions 2025/2026, Kamis (29/1) dinihari WIB.
Meski begitu, Spalletti tetap optimistis Juventus mampu berbicara banyak di fase gugur Liga Champions.
Dalam laga yang berlangsung di Stade Louis II, Juventus tampil dengan banyak rotasi pemain.
Hasil imbang sudah cukup bagi Bianconeri yang sebelumnya telah memastikan posisi di zona play-off, sementara Monaco menutup fase liga dengan rekor tak terkalahkan di kandang.
Spalletti secara terbuka mengkritik performa timnya, terutama dari sisi kualitas permainan dan tempo.
“Ada kelelahan yang mulai terasa, jadi saya melakukan beberapa perubahan untuk mencari ketajaman dan tempo yang lebih baik. Tapi kami tidak berhasil melakukannya,” ujar Spalletti kepada Sky Sport Italia.
Ia menilai permainan Monaco yang agresif dan cepat dalam serangan balik membuat Juventus kesulitan mengembangkan permainan.
“Mereka memaksa kami terus sprint 100 meter ke belakang. Serangan balik mereka sangat melelahkan. Para pemain pengganti tidak bermain buruk, tapi ketika kualitas tim secara keseluruhan menurun, performa individu juga ikut turun.”
Spalletti menegaskan bahwa Juventus kehilangan identitas permainan yang konsisten.
Baca Juga: Siapa Lawan Real Madrid di Babak Play-off Liga Champions, Lawan Benfica Lagi?
“Kami terlalu lambat, banyak salah umpan, dan kurang kualitas. Dari lini tengah ke depan, kami seharusnya bisa jauh lebih baik. Secara defensif kami cukup solid menghadapi serangan balik mereka, tapi saat menguasai bola, kualitas kami tidak cukup.”
Meski demikian, ia mengakui adanya perkembangan positif Juventus dibanding awal kompetisi.
“Sekarang ada lebih banyak kepercayaan diri. Ini proses untuk membuktikan siapa diri kami. Tapi hari ini kami gagal menunjukkan konsistensi dalam tempo, soliditas, dan lebar permainan.”
Juventus menutup fase liga di peringkat ke-13 dan akan menghadapi Club Brugge atau Galatasaray di babak play-off Liga Champions.
Jika lolos, mereka berpotensi bertemu Liverpool atau Tottenham Hotspur di babak 16 besar.
“Kami harus menghadapi semua lawan. Kami punya potensi untuk bersaing dengan siapa pun. Kami bisa punya suara di Liga Champions melawan siapa saja,” tegasnya.
Berita Terkait
-
Siapa Lawan Real Madrid di Babak Play-off Liga Champions, Lawan Benfica Lagi?
-
Inter Milan Punya Monster Baru! Cuma 7 Menit di Lapangan, Bikin Dortmund Tumbang
-
Benfica Hajar Real Madrid 4-2, Jose Mourinho Bilang Los Blancos Calon Juara Liga Champions
-
Kritik Terbuka Kylian Mbappe: Real Madrid Gak Punya Mental Juara, Main Gak Konsisten!
-
Legenda Liverpool Murka dengan Ocehan Arne Slot soal Liga Champions
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Persib Menang Dramatis, Marc Klok: Masih Ada Empat 'Final'!
-
Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Format Masih Jadi Tanda Tanya
-
Kalah dari Persita Tangerang, Jean-Paul van Gastel Soroti Finishing PSIM Yogyakarta
-
Jan Olde Riekerink Bangga Empat Pemain Dewa United Dipanggil Timnas Indonesia
-
Paul Munster Petik Pelajaran dari Kekalahan atas Persib Bandung
-
Bojan Hodak Akui Persib Salah Taktik Meski Comeback Dramatis Lawan Bhayangkara FC
-
Kritik Pedas CR7 Jadi Tamparan untuk Liga Indonesia: Pemain Terlalu Banyak Mengeluh!
-
Sesumbar Mason Mount: Manchester United Siap Rajai Liga Inggris Musim Depan
-
Sikut-sikutan dengan Persib, Nadeo Argawinata Ingatkan Borneo FC Jaga Chemistry Demi Gelar Juara
-
Tunjuk STY Jadi Penasihat Teknis, Timnas Football 7 Indonesia Bakal Tanding di Italia