-
Maarten Paes resmi direkrut Ajax Amsterdam dari FC Dallas dengan kontrak hingga 2029 mendatang.
-
Pengamat sepak bola menyebut Maarten Paes hanya diproyeksikan sebagai kiper cadangan di Ajax Amsterdam.
-
Ajax Amsterdam tetap mengincar kiper top dunia seperti Ter Stegen sebagai pilihan utama tim.
Suara.com - Raksasa Belanda Ajax Amsterdam hampir pasti resmi mengamankan jasa Maarten Paes.
Kiper andalan Timnas Indonesia tersebut dipastikan meninggalkan Amerika Serikat untuk kembali merumput di kompetisi Eredivisie yang telah membesarkannya.
Kesepakatan ini dikabarkan telah rampung pada jendela transfer Januari 2026 setelah negosiasi intensif antara Ajax dan FC Dallas.
Paes sendiri merupakan sosok yang sudah tidak asing dengan atmosfer sepak bola Negeri Kincir Angin karena ia adalah jebolan akademi NEC Nijmegen.
Pengalaman panjangnya saat membela FC Utrecht menjadi modal berharga bagi sang penjaga gawang untuk bersaing di level tertinggi sepak bola Belanda.
Berdasarkan laporan pakar transfer terkemuka Fabrizio Romano klub berjuluk De Godenzonen tersebut memberikan kontrak jangka panjang kepada Paes.
Pemain yang kini memiliki 10 caps bersama skuad Garuda tersebut dijadwalkan akan menetap di Amsterdam hingga Juni 2029 mendatang.
Menariknya Ajax Amsterdam dikabarkan hanya perlu merogoh kocek yang cukup terjangkau untuk memulangkan sang pemain ke Belanda.
Voetbal Primeur menyebutkan bahwa nilai transfer yang disepakati dengan FC Dallas berkisar pada angka satu juta euro lebih sedikit.
Baca Juga: Bakal Pindah ke Ajax, Ternyata Ada 2 Orang di Balik Kepindahan Maarten Paes
Banyak pihak menilai langkah ini sebagai investasi cerdas mengingat usia Paes yang baru menginjak 27 tahun bagi seorang kiper.
Proses kepindahan pemain kelahiran Nijmegen ini tidak lepas dari kehadiran sosok-sosok yang sudah mengenal karakternya dengan sangat baik.
Direktur Ajax Jordi Cruyff dan asisten pelatih Denny Landzaat menjadi aktor di balik layar yang memperlancar proses negosiasi transfer ini.
Keduanya memiliki ikatan emosional dan profesional dengan sang kiper karena pernah berkolaborasi dalam lingkup Timnas Indonesia beberapa waktu lalu.
Faktor latar belakang keluarga Paes yang memiliki nenek kelahiran Kediri juga memberikan warna tersendiri dalam narasi kepindahannya kali ini.
Kehadiran Paes diharapkan mampu memberikan stabilitas di sektor pertahanan meskipun ia harus memulai persaingan dari bangku cadangan.
Meskipun transfer ini disambut meriah oleh pendukung Indonesia pengamat sepak bola Belanda Cristian Willaert memberikan pandangan yang lebih realistis.
Willaert menilai bahwa kedatangan Paes ke Johan Cruyff Arena bukan dimaksudkan untuk mengisi posisi penjaga gawang utama tim.
"Tidak diharapkan bahwa Paes akan menjadi kiper utama," kata Willaert, dikutip dari ESPN.nl dalam sebuah wawancara mengenai dinamika skuad Ajax.
Ia menyoroti fakta bahwa Paes sudah cukup lama tidak merasakan atmosfer pertandingan kompetitif sejak tengah tahun lalu di kompetisi MLS.
"Paes tidak masuk dalam susunan pemain utama FC Dallas belakangan ini. Pertandingan kompetitif terakhirnya adalah pada Juli tahun lalu," tegas sang pandit.
Absensi yang cukup panjang di level klub dianggap menjadi tantangan terbesar bagi Paes untuk bisa langsung menembus tim inti.
Namun penampilannya yang konsisten bersama Timnas Indonesia di kancah internasional setidaknya menjaga kebugaran dan mentalitas bertanding sang kiper.
"Dia memang sempat bermain dalam beberapa pertandingan bersama Indonesia, jadi dia tidak sepenuhnya kehilangan ritme," ungkap Willaert memberikan sedikit apresiasi.
Willaert menganggap langkah manajemen Ajax mengambil Paes adalah sebuah kejutan namun tetap logis jika melihat kondisi internal klub saat ini.
Kepergian beberapa kiper senior dan pinjaman mengharuskan manajemen mencari amunisi tambahan untuk memperdalam kedalaman komposisi pemain di sektor pertahanan.
Situasi di bawah mistar gawang Ajax memang sedang mengalami perombakan besar-besaran menjelang berakhirnya musim kompetisi tahun ini.
Viteszlav Jaros dipastikan akan meninggalkan klub karena masa peminjamannya dari Liverpool segera berakhir tanpa adanya kesepakatan permanen.
"I pikir ini langkah yang mengejutkan dari Ajax. Di sisi lain, kita tahu bahwa Jaros akan hengkang pada akhir musim dan belum menegosiasikan opsi pembelian," jelas Willaert.
Sementara itu kiper veteran Remko Pasveer yang kini sudah berusia 42 tahun berencana untuk gantung sarung tangan di klub masa kecilnya.
Kondisi ini menyisakan lubang besar yang harus segera ditambal oleh manajemen klub agar tetap kompetitif di kancah domestik maupun Eropa.
Meskipun memiliki talenta muda seperti Joeri Heerkens dari akademi klub namun performanya dinilai belum cukup stabil untuk menjadi tumpuan utama.
"Joeri adalah prospek yang bagus, tapi dia sedang kesulitan. Dari sudut pandang itu, tidak mengherankan jika Ajax mencari kiper tambahan," tambah Willaert.
Bagi manajemen Ajax keberadaan Paes dipandang sebagai solusi jangka pendek yang efektif untuk mengisi peran sebagai deputi penjaga gawang utama.
Pengalamannya di level junior timnas Belanda dan senior Indonesia memberikan jaminan kualitas yang dibutuhkan oleh tim sebesar De Godenzonen.
"Saya tidak berpikir dia (Paes) akan menjadi kiper utama Ajax," ujar Willaert menegaskan prediksinya mengenai masa depan sang pemain di sana.
Strategi Ajax tampaknya adalah mendatangkan satu kiper top lagi di bursa transfer musim panas mendatang untuk menjadi pilihan nomor satu.
"Mereka akan melihatnya sebagai kiper cadangan berpengalaman, di belakang kiper utama yang masih perlu beli," ucap sang pandit ESPN tersebut menutup analisanya.
Beberapa nama besar kini mulai dikaitkan dengan Ajax Amsterdam untuk mengisi posisi yang masih lowong tersebut pada musim depan.
Nama Dominik Livakovic yang merupakan pahlawan Kroasia di Piala Dunia masuk dalam radar pantauan tim pemandu bakat klub Belanda tersebut.
Selain itu talenta lokal seperti Kayne van Oevelen dari Volendam juga dipertimbangkan sebagai investasi masa depan yang sangat menjanjikan bagi klub.
Tidak hanya membidik pemain di liga domestik Ajax juga mulai melebarkan jangkauan pencarian hingga ke kompetisi Bundesliga di Jerman.
Tjak Ernst dari Hertha Berlin menjadi salah satu nama yang kabarnya sedang dipantau secara intensif oleh manajemen teknis Ajax Amsterdam.
Ada pula nama Brandon Nozawa yang bermain untuk Antwerp yang dianggap memiliki kriteria fisik yang sesuai dengan filosofi bermain menyerang Ajax.
Namun nama yang paling menyita perhatian publik adalah ketertarikan klub terhadap penjaga gawang berpengalaman Marc-Andre ter Stegen dari Barcelona.
Kiper timnas Jerman tersebut sempat coba didekati namun kendala gaji yang terlampau tinggi menjadi ganjalan utama dalam proses negosiasi awal.
Walaupun diprediksi hanya akan menjadi pelapis namun bergabung dengan Ajax Amsterdam adalah sebuah pencapaian luar biasa bagi karir Maarten Paes.
Lingkungan profesional di salah satu klub terbaik dunia akan membantu Paes untuk meningkatkan level permainannya ke tahap yang lebih tinggi.
Dukungan penuh dari publik sepak bola Indonesia dipastikan akan terus mengalir bagi perjuangan sang kiper di kompetisi elit Benua Biru.
Kini semua mata tertuju pada bagaimana Paes membuktikan kapasitasnya di sesi latihan agar bisa mencuri perhatian pelatih kepala nantinya.
Perjalanan Paes di Amsterdam baru saja dimulai dan tantangan besar sudah menanti di depan mata bagi kiper kebanggaan tanah air tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Bedak Wardah High Coverage untuk Flek Hitam Membandel Usia 55 Tahun
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 10 Lipstik Paling Laris di Shopee Indonesia, Brand Lokal Mendominasi
- 3 Pilihan HP Infinix 5G dengan Performa Tinggi dan Layar AMOLED
Pilihan
-
5 HP Memori 512 GB Paling Murah, Terbaik untuk Gamer dan Kreator Konten Budget Terbatas
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
Terkini
-
Rival Timnas Indonesia, Vietnam Kini Punya Tembok 3 Kiper Eropa Jelang Piala AFF 2026
-
Kronologis Asnawi Mangkualam Berakhir Tragis Akibat Cedera ACL Saat Sesi Latihan Bersama Port FC
-
Malam Penentuan di Liga Europa: Nasib 2 Pemain Timnas Indonesia di Ujung Tanduk
-
Cole Palmer ke Manchester United Gantikan Bruno Fernandes?
-
Deretan Fakta Menarik Klub Kota Nelayan Bodo/Glimt, Berpotensi Hadapi Real Madrid di Babak Playoff
-
Pep Guardiola Panik Lihat Strategi Benfica-nya Mourinho, Takut Man City Gagal Lolos
-
Bikin John Herdman Kepincut, Apa Kelebihan Bali United Training Center?
-
Layvin Kurzawa Belum Debut di Persib Bandung vs Persis Solo
-
Eliano Reijnders Tak Sabar Main Bareng Layvin Kurzawa
-
Liverpool Krisis Bek Kanan Usai Frimpong Cedera, Arne Slot Menolak Panik di Bursa Transfer